— Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) secara resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia senior dan Timnas Indonesia U-23, mulai Januari 2026. Pelatih asal Inggris berusia 50 tahun ini mengemban misi ganda dengan target utama membawa Garuda berprestasi di Piala Asia 2027 serta meletakkan fondasi kuat menuju Piala Dunia 2030.

Penunjukan Herdman, yang diresmikan pada 3 Januari 2026 dan diperkenalkan secara publik pada 13 Januari 2026, datang setelah ia mengundurkan diri dari klub MLS Toronto FC pada November 2024. Ia mengisi posisi yang ditinggalkan Patrick Kluivert setelah kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.

Kontrak Jangka Panjang dan Misi Ganda

Herdman menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun, yang berpotensi membuatnya memimpin tim hingga 2030. Di bawah kepemimpinannya, ia tidak hanya akan menukangi tim senior tetapi juga mengawasi tim U-23, sebuah langkah strategis untuk memastikan sinergi dan transisi pemain muda ke level senior yang mulus.

PSSI menaruh harapan besar pada Herdman, mengingat rekam jejaknya yang mengesankan. Ia adalah satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari negara yang sama (Kanada) lolos ke Piala Dunia FIFA.

Herdman sukses memimpin tim putri Kanada meraih medali perunggu Olimpiade 2012 dan 2016, serta mencapai perempat final Piala Dunia Wanita 2015. Selanjutnya, ia mengantar tim putra Kanada ke Piala Dunia 2022, penampilan pertama mereka dalam 36 tahun.

Piala Asia 2027 di Arab Saudi Sebagai Batu Loncatan

Piala Asia 2027, yang akan diselenggarakan di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027, menjadi target jangka pendek yang krusial bagi Herdman dan Timnas Indonesia. Indonesia telah memastikan diri lolos ke turnamen empat tahunan ini. Herdman menyatakan komitmennya untuk membangun “kebiasaan kualifikasi” yang telah lama absen dari sepak bola Indonesia.

Dalam konferensi pers perkenalannya, Herdman mengungkapkan ketertarikannya pada potensi besar sepak bola Indonesia, yang didukung oleh populasi 280 juta jiwa dengan 80-90 persen di antaranya adalah penggemar sepak bola. “Ini adalah tempat yang tepat. Saya ingin berada di sini ketika negara ini mengambil langkah itu,” ujar Herdman.

Membangun Pondasi dan Menghadapi Tantangan

Herdman menyadari tantangan besar di depan, termasuk jadwal kompetisi yang padat sepanjang 2026, seperti FIFA Series pada Maret dan Piala AFF (ASEAN Championship) yang dimulai 25 Juli. Ia telah mulai menghubungi lebih dari 60 pemain untuk memahami pengalaman mereka dari siklus kualifikasi Piala Dunia sebelumnya dan bertekad untuk membangun fondasi yang kuat.

Meskipun Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, tim Garuda menunjukkan kemajuan signifikan dengan mencapai putaran keempat kualifikasi Asia. Herdman melihat pengalaman ini sebagai platform untuk perbaikan. “Saya yakin para penggemar ingin berada di Piala Dunia 2026, tetapi Anda harus menderita, Anda harus merasakannya,” kata Herdman. “Kekalahan-kekalahan itulah yang menciptakan fondasi untuk masa depan.”

Pelatih berusia 50 tahun ini menekankan pentingnya kesabaran, pemahaman budaya, dan komitmen kolektif dari semua pemangku kepentingan untuk mencapai kesuksesan jangka panjang. Ia juga menyoroti kebutuhan akan sinergi yang kuat antara tim U-17, U-20, U-23, dan tim senior, serta konsistensi dalam filosofi pelatihan dan kerangka taktis dan budaya.

Dengan reputasinya sebagai “pembangun budaya” dan kemampuannya memaksimalkan potensi tim, PSSI berharap John Herdman dapat membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi di kancah Asia dan dunia.