— Mantan juara dunia MotoGP tiga kali, Jorge Lorenzo, mengamati adanya perubahan signifikan dalam gaya balap rival lamanya, Marc Marquez. Lorenzo menilai Marquez kini menunjukkan karakter berkendara yang jauh lebih halus, presisi, dan kalkulatif, mirip dengan gaya balapnya sendiri yang terkenal di era 2010-2015.

Lorenzo, yang dikenal dengan gaya balap super smooth (halus) dan sangat mengandalkan presisi dalam pengereman serta saat keluar tikungan, melihat evolusi ini sebagai hasil dari adaptasi Marquez pasca cedera lengan serius yang dialaminya pada tahun 2020. Sebelumnya, Marquez dikenal dengan gaya balap yang eksplosif, penuh risiko, dan selalu memaksimalkan batas motor.

Transformasi Marquez Pascacedera

Sejak mengalami cedera lengan yang parah pada tahun 2020, Marc Marquez secara konsisten mengakui perlunya mengubah pendekatannya dalam balapan. Perubahan ini tidak luput dari perhatian Jorge Lorenzo, yang saat ini juga aktif terlibat dalam dunia MotoGP sebagai performance coach bagi Maverick Vinales.

Dalam sebuah siaran saat tes pramusim MotoGP di Sepang, Lorenzo mengungkapkan kekagumannya terhadap transformasi Marquez, yang kini membela tim pabrikan Ducati Lenovo Team. “Hal yang paling membuat saya terkesan dari Marc adalah dia telah menemukan kembali dirinya, menemukan kembali gaya balapnya,” ujar Lorenzo.

Gaya Balap yang Menyerupai Lorenzo

Lorenzo melanjutkan, “Hari ini, ketika Anda melihat Marc, dia hampir seperti saya. Sangat halus, tidak membuat kesalahan saat pengereman, tidak pernah melebar, sangat presisi dan sangat fluid saat menegakkan motor.”

Ia membandingkan gaya Marquez saat ini dengan gaya Marquez di awal kariernya di MotoGP. Dulu, menurut Lorenzo, Marquez mencetak waktu murni karena bakat murni, keberanian, dan pengambilan risiko yang tinggi. Namun kini, segala tindakannya dinilai sangat diperhitungkan dan dipikirkan matang-matang.

“Dulu dia mencetak waktu murni karena bakatnya, karena dia berani dan mengambil banyak risiko. Sekarang semua yang dia lakukan sangat diperhitungkan dan dipikirkan matang-matang. Dia sudah banyak berubah dibanding 10 tahun lalu,” jelas Lorenzo.

Rivalitas Panas Menuju Saling Hormat

Lorenzo dan Marquez pernah terlibat dalam rivalitas yang sangat sengit di awal karier Marquez di kelas utama MotoGP. Puncaknya terjadi pada musim 2013, di mana keduanya bersaing ketat hingga seri terakhir dan Marquez keluar sebagai juara dunia untuk pertama kalinya. Persaingan ini berlanjut di musim-musim berikutnya.

Meskipun pernah menjadi rekan setim di Repsol Honda Team pada tahun 2019, Lorenzo mengalami kesulitan beradaptasi dengan motor Honda dan akhirnya memutuskan pensiun di akhir musim tersebut. Setelah gantung helm, Lorenzo tetap aktif di paddock MotoGP, termasuk perannya sebagai test rider Yamaha dan analis.

Evolusi Menuju Kedewasaan Juara

Kini, Lorenzo melihat evolusi Marquez sebagai bukti kedewasaan seorang juara. Dari seorang pembalap agresif yang penuh risiko, Marquez dinilai telah bertransformasi menjadi seorang rider yang sangat terukur. Perubahan ini dianggap sebagai adaptasi yang krusial agar tetap kompetitif di level tertinggi balap motor dunia.

Sebelumnya, Marquez dikenal dengan gaya balap yang ekstrem, bahkan seringkali harus melakukan penyelamatan dramatis untuk menghindari kecelakaan, yang menjadi ciri khasnya di kelas MotoGP. Namun, dengan perubahan gaya balapnya, kini Marquez lebih mengutamakan konsistensi dan perhitungan dalam setiap manuvernya, sebuah pendekatan yang sangat dihargai oleh Lorenzo.

Sejak bergabung dengan tim pabrikan Ducati pada musim 2024, Marquez telah menunjukkan performa yang solid, sejalan dengan pandangan Lorenzo mengenai pergeseran gaya balapnya. Perubahan ini menunjukkan kematangan Marquez dalam beradaptasi dengan tuntutan balap modern dan kondisi fisiknya yang telah berubah.