— Pembalap andalan Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, mengambil langkah tak biasa pada awal musim MotoGP 2026. Juara dunia 2025 itu mengubah pendekatan balapnya secara signifikan demi membantu Ducati mengatasi masalah stabilitas pada motor Desmosedici GP26.

Langkah ini terlihat jelas saat seri MotoGP Brasil di Sirkuit Goiania, di mana Ducati kembali menghadapi tantangan besar, terutama dalam menghadapi dominasi Aprilia.

Baca Juga: Blunder Ducati di MotoGP Brasil Terungkap! Tardozzi Sebut Bagnaia Kehilangan Kepercayaan Diri

Ducati Tertinggal dari Aprilia di Brasil

MotoGP Brasil 2026 menjadi akhir pekan yang sulit bagi Ducati. Pabrikan asal Borgo Panigale itu harus mengakui keunggulan Aprilia Racing yang tampil dominan.

Pembalap Marco Bezzecchi sukses meraih kemenangan, diikuti rekan setimnya Jorge Martin yang mengamankan posisi kedua, memastikan finis 1-2 untuk Aprilia. Bahkan, tiga motor RS-GP berhasil menembus lima besar.

Sementara itu, hasil terbaik Ducati diraih oleh pembalap VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio di posisi ketiga, diikuti Marquez di posisi keempat.

Marquez sejatinya berpeluang naik podium, namun kesalahan kecil di Tikungan 12 membuatnya kehilangan posisi. Permukaan lintasan yang mulai rusak menciptakan banyak “marbles” (butiran aspal), yang membuatnya melebar dan memberi celah bagi Di Giannantonio untuk menyalip.

Ia akhirnya finis di posisi keempat, terpaut tipis 0,309 detik dari Di Giannantonio, dan hanya 0,549 detik dari Martin di posisi kedua.

Kondisi lintasan yang memburuk bahkan memaksa penyelenggara memangkas jumlah lap balapan dari 31 menjadi 23 lap demi alasan keselamatan.

GP26 Bermasalah, Marquez Ubah Gaya Balap

Performa GP26 yang belum optimal menjadi perhatian utama Ducati. Tim mengakui bahwa motor terbaru mereka belum mampu menandingi performa Aprilia RS-GP, terutama dalam hal stabilitas bagian belakang.

Masalah ini membuat Marquez harus mengubah pendekatan yang sebelumnya sukses membawanya meraih gelar juara dunia 2025. Berbeda dengan musim lalu—di mana ia jarang mengubah setelan motor—kali ini Marquez melakukan banyak penyesuaian sepanjang akhir pekan di Brasil.

“Memang benar saya tidak mengendarai motor dengan cara yang saya inginkan,” ujar Marquez.

Ia juga terlihat menyesuaikan posisi tubuh dan gaya berkendara demi mengimbangi karakter GP26 yang belum stabil, khususnya saat akselerasi keluar tikungan.

Ducati Fokus Perbaikan, Upgrade Disiapkan

Ducati kini fokus melakukan pengembangan pada sektor belakang motor untuk meningkatkan grip dan stabilitas. Sejumlah perubahan telah diuji di Brasil, namun hasilnya belum maksimal.

Pabrikan asal Italia itu menargetkan pembaruan (upgrade) GP26 bisa diperkenalkan pada seri Grand Prix Spanyol di Sirkuit Jerez, atau setidaknya saat tes resmi pascabalapan.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan data lebih komprehensif untuk memperbaiki kelemahan motor.

Setelah Brasil, perhatian kini beralih ke seri berikutnya di Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat. Sirkuit ini merupakan salah satu trek favorit Marquez, di mana ia telah meraih tujuh kemenangan di kelas MotoGP.

Namun, pembalap asal Spanyol itu belum pernah menang lagi di Austin sejak 2021, sehingga balapan mendatang akan menjadi ujian penting bagi Ducati dan Marquez untuk membuktikan efektivitas perubahan yang telah dilakukan.

Adaptasi dan Kondisi Fisik Jadi Faktor

Selain faktor teknis, kondisi fisik Marquez juga turut berpengaruh. Ia diketahui masih dalam proses pemulihan setelah menjalani operasi bahu, yang sempat memengaruhi performanya di awal musim, termasuk di Thailand.

Meski demikian, sejumlah pengamat melihat peningkatan adaptasi Marquez di Brasil, terutama dalam menyesuaikan gaya balap dengan karakter GP26.

Dengan kombinasi perubahan teknis dan adaptasi pembalap, Ducati berharap bisa segera bangkit dan kembali bersaing di papan atas MotoGP 2026.