Ihram.co.id — Debat soal siapa pembalap terhebat sepanjang masa atau Greatest of All Time (GOAT) di kelas premier kembali memanas. Legenda MotoGP, Jorge Lorenzo, secara tegas menyebut Marc Marquez lebih hebat dibanding Valentino Rossi maupun Giacomo Agostini dalam hal level berkendara.
Pernyataan tersebut disampaikan Lorenzo saat membahas perbandingan tiga ikon besar lintasan balap motor dunia yang kerap dijadikan tolok ukur kejayaan di era berbeda.
Perbandingan Tiga Era Berbeda
Rossi, Agostini, dan Marquez memang kerap disebut sebagai tiga nama terbesar dalam sejarah kelas utama, mulai dari era 500cc hingga era modern MotoGP sejak 2002.
Agostini masih memegang rekor gelar terbanyak di kelas 500cc dengan delapan titel juara dunia. Secara total, pembalap Italia itu mengoleksi 15 gelar juara dunia, termasuk tujuh titel di kelas 350cc, bahkan mencatatkan double title secara beruntun pada periode 1968–1972.
Sementara itu, Rossi menorehkan tujuh gelar di kelas premier, baik di era 500cc maupun MotoGP. Ia juga memegang rekor 89 kemenangan Grand Prix dan 199 podium sepanjang kariernya, menjadikannya salah satu pembalap paling konsisten dan berpengaruh dalam sejarah.
Di sisi lain, Marquez telah mengoleksi sembilan gelar juara dunia, terdiri dari satu titel 125cc, satu Moto2, dan tujuh di kelas MotoGP hingga musim 2025. Gelar MotoGP 2025 menjadi yang pertama bagi Marquez sejak cedera lengan kanan serius yang dialaminya pada seri pembuka musim 2020 di Jerez.
Lorenzo: Soal “Riding Level”, Marquez Terbaik
Menurut Lorenzo, perdebatan GOAT kerap dipengaruhi preferensi pribadi dan statistik. Namun jika berbicara murni soal kemampuan mengendarai motor, ia menilai Marquez berada di level tertinggi.
“Jika Anda menyukai salah satu dari mereka, Anda selalu bisa menemukan teori untuk membuktikan bahwa dialah yang terbaik. Anda bisa mengatakan Rossi yang terbaik dalam sejarah. Anda juga bisa mengatakan Agostini yang terbaik secara statistik. Tapi dari segi level berkendara, bagi saya, Marquez adalah yang terbaik,” ujar Lorenzo.
Lorenzo menilai gaya agresif, kemampuan menyelamatkan motor dalam situasi ekstrem, serta adaptasi Marquez di berbagai kondisi lintasan menjadi pembeda utama dibanding dua legenda lainnya.
Statistik dan Peluang Lampaui Rekor
Membandingkan pembalap lintas era memang tidak pernah mudah. Faktor teknologi, regulasi, hingga tingkat persaingan berbeda membuat setiap periode memiliki tantangan unik.
Namun secara angka, peluang Marquez untuk melampaui rekor Rossi dan bahkan mendekati capaian Agostini tetap terbuka. Memasuki musim ke-14 di grid MotoGP pada 2026, Marquez telah mengoleksi 73 kemenangan Grand Prix. Jumlah itu masih di bawah Rossi yang mencatatkan 89 kemenangan sepanjang 22 tahun kariernya.
Jika Marquez memutuskan untuk membalap selama Rossi, bukan tidak mungkin sejumlah rekor akan berpindah tangan. Terlebih, performanya pada 2025 menunjukkan ia masih kompetitif di level tertinggi meski sempat diragukan usai cedera panjang.
Baca Juga: Soal Konflik 2015, Bagnaia Tegaskan Marc Marquez Tak Wajib Berdamai dengan Valentino Rossi
Perdebatan GOAT MotoGP pun tampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat. Namun bagi Jorge Lorenzo, satu hal sudah jelas: dalam hal level berkendara murni, Marc Marquez berada di puncak.
Ikuti Ihram.co.id
