— Legenda MotoGP Jorge Lorenzo meyakini Francesco Bagnaia berpeluang besar bangkit bersama Ducati Lenovo Team pada musim MotoGP 2026. Namun, menurut Lorenzo, kebangkitan tersebut bergantung pada satu faktor utama, yakni kemampuan pembalap asal Italia itu untuk kembali menemukan kenyamanan dengan motor yang dikendarainya.

Lorenzo menilai performa kurang maksimal yang dialami Bagnaia pada musim 2025 bukan cerminan kemampuan sebenarnya dari juara dunia dua kali tersebut. Ia optimistis situasi serupa tidak akan terulang jika faktor teknis yang menjadi kendala sebelumnya dapat teratasi.

Baca Juga: Jelang MotoGP 2026 Thailand: Marc Marquez Kejar Gelar, Toprak & Moreira Debut

Bagnaia menjalani musim MotoGP 2025 dengan hasil jauh dari ekspektasi. Ia hanya meraih dua kemenangan sepanjang musim dan mengakhiri kejuaraan di posisi kelima klasemen akhir, performa yang menjadi catatan terburuknya sejak memperkuat tim pabrikan Ducati.

Hasil tersebut sempat memicu spekulasi mengenai penurunan performa pembalap berusia 29 tahun itu. Namun Lorenzo menilai persoalan utama lebih berkaitan dengan aspek teknis motor, bukan kemampuan individu.

“Pecco adalah seorang juara dunia, pembalap luar biasa, sangat cepat, bertalenta, dan teliti. Dia tidak menunjukkan hal-hal itu musim lalu,” ujar Lorenzo.

Menurutnya, status Bagnaia sebagai juara dunia tidak dapat dihapus hanya karena satu musim sulit, terutama dalam kompetisi dengan tingkat persaingan setinggi MotoGP.

Kenyamanan dengan Motor Jadi Faktor Penentu

Lorenzo menegaskan bahwa kunci kebangkitan Bagnaia terletak pada rasa percaya diri terhadap motor Ducati. Ia menilai hubungan antara pembalap dan motor sangat menentukan performa di lintasan.

“Hasil buruk yang didapatkannya tidak mencerminkan kemampuannya. Ketika dia merasa lebih nyaman dengan motornya, dia akan menunjukkan bahwa dirinya kandidat juara,” kata Lorenzo.

Pada musim 2025, Bagnaia disebut kesulitan beradaptasi dengan karakter Desmosedici GP25, terutama terkait rasa percaya diri pada bagian depan motor. Dalam persaingan MotoGP yang sangat ketat, perubahan kecil pada karakter motor dapat berdampak signifikan terhadap performa pembalap.

Lorenzo menekankan bahwa detail teknis menjadi faktor krusial karena seluruh pembalap di kelas utama merupakan yang terbaik di dunia.

Belajar dari Pengalaman Lorenzo di Yamaha

Lorenzo juga membandingkan situasi Bagnaia dengan pengalamannya sendiri saat membela Yamaha Factory Racing pada musim 2014. Saat itu, perubahan regulasi membuat karakter motor berubah drastis dan memengaruhi performanya, meski sebelumnya mampu bersaing sengit dalam perebutan gelar.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perubahan teknis sekecil apa pun dapat memengaruhi performa pembalap secara signifikan.

“Dalam lingkungan di mana semua pesaing adalah yang terbaik dari yang terbaik, detail kecil sangatlah penting,” jelas Lorenzo.

Diprediksi Jadi Kandidat Juara MotoGP 2026

Dengan potensi peningkatan performa motor Ducati dan pengalaman yang dimiliki Bagnaia, Lorenzo memprediksi pembalap Italia tersebut akan kembali menjadi kandidat kuat juara MotoGP 2026.

Ia bahkan menilai Bagnaia berpotensi kembali bersaing di papan atas dan menjadi rival serius Marc Marquez dalam perebutan gelar dunia musim ini.

MotoGP 2026 diperkirakan menghadirkan persaingan lebih ketat dengan peningkatan performa sejumlah tim pabrikan serta pengembangan teknologi motor yang terus berlangsung.

Baca Juga: Bos Ducati Sebut Bagnaia Siap Jadi Ancaman Bagi Marc Marquez di MotoGP 2026

Optimisme Lorenzo menambah keyakinan bahwa Bagnaia masih memiliki peluang besar untuk kembali ke performa terbaiknya. Dengan pengalaman sebagai juara dunia, kemampuan teknis yang terbukti, serta potensi pengembangan motor Ducati, Bagnaia dinilai memiliki modal kuat untuk kembali bersaing di papan atas.

Jika mampu menemukan kembali kenyamanan dengan motor dan menjaga konsistensi sepanjang musim, pembalap Italia itu berpeluang kembali menjadi kandidat utama dalam perebutan gelar MotoGP 2026.