— Mantan juara dunia MotoGP tiga kali, Jorge Lorenzo, menyatakan keyakinannya bahwa Maverick Vinales mampu mengungguli Pedro Acosta pada musim MotoGP 2026. Pernyataan tersebut memanaskan dinamika persaingan internal KTM menjelang musim baru.

Lorenzo kini berperan sebagai mentor bagi Vinales dalam program persiapan intensif menghadapi musim 2026. Ia fokus membantu pembalap asal Spanyol itu meningkatkan kekuatan mental, konsistensi performa, serta adaptasi teknis bersama motor KTM RC16.

Baca Juga: Jorge Lorenzo Fokus Kembalikan Mental “Killer” Maverick Vinales Jelang MotoGP 2026

Dalam pernyataannya di kanal YouTube jurnalis Manuel Pecino, Lorenzo bahkan mengungkap telah memasang taruhan dengan manajer Acosta, Albert Valera.

“Saya bertaruh dengan manajer Pedro. Kami bertaruh makan malam di setiap balapan untuk melihat siapa yang finis lebih depan,” ujar Lorenzo.

Keyakinan Lorenzo menunjukkan kepercayaan besar terhadap potensi Vinales untuk kembali bersaing di barisan depan setelah beberapa musim yang tidak konsisten.

Karier Vinales dan Tantangan Bersama KTM

Maverick Vinales merupakan salah satu pembalap berpengalaman di MotoGP yang pernah meraih kemenangan bersama beberapa pabrikan. Ia memulai karier kelas utama bersama Suzuki Ecstar, sebelum meraih sejumlah kemenangan saat membela Yamaha Factory Racing. Pada 2021, ia melanjutkan karier bersama Aprilia Racing.

Memasuki musim 2025, Vinales bergabung dengan tim satelit KTM, Red Bull KTM Tech3, untuk memulai tantangan baru. Musim debutnya bersama KTM tidak berjalan mulus karena masalah adaptasi dan kondisi fisik yang memengaruhi konsistensinya sepanjang musim.

Meski hasil klasemen tidak terlalu menonjol, Vinales dinilai menunjukkan perkembangan dalam memahami karakter motor KTM RC16, terutama dalam menemukan keseimbangan motor dan peningkatan kecepatan balap.

Lorenzo menilai aspek mental menjadi kunci utama jika Vinales ingin kembali menjadi kandidat papan atas MotoGP.

Pedro Acosta Masih Jadi Proyek Utama KTM

Di sisi lain, Pedro Acosta saat ini dianggap sebagai proyek jangka panjang KTM di kelas premier. Pembalap muda Spanyol tersebut merupakan juara dunia Moto3 2021 dan Moto2 2023 sebelum naik ke MotoGP.

Bersama Red Bull KTM Factory Racing, Acosta tampil sebagai pembalap KTM paling kompetitif dalam beberapa musim terakhir. Ia dikenal memiliki kecepatan tinggi dalam kualifikasi serta kemampuan adaptasi cepat terhadap motor.

Meski telah beberapa kali naik podium dan bersaing di barisan depan, Acosta masih memburu kemenangan pertamanya di MotoGP. Target tersebut menjadi fokus utamanya pada musim 2026.

Rivalitas Internal KTM Mulai Terlihat

Menurut Lorenzo, tensi persaingan antara Vinales dan Acosta sudah mulai terlihat sejak sesi uji coba pramusim di Sepang, Malaysia. Ia melihat adanya atmosfer kompetitif antara dua pembalap Spanyol tersebut.

Lorenzo berharap Vinales dapat berkembang menjadi pembalap utama KTM. Jika hal tersebut terjadi, posisi Acosta sebagai andalan tim pabrikan berpotensi mendapat tantangan serius.

Beberapa pengamat MotoGP juga menilai pengalaman panjang Vinales di kelas utama bisa menjadi keuntungan dibanding Acosta yang masih relatif muda, meski memiliki talenta besar dan perkembangan pesat.

KTM terus meningkatkan pengembangan motor RC16 untuk memperkecil jarak dengan pabrikan papan atas seperti Ducati. Kombinasi pengalaman Vinales dan talenta muda Acosta diharapkan mampu memperkuat daya saing tim asal Austria tersebut dalam perebutan podium dan kemenangan.

Baca Juga: Jorge Lorenzo Nikmati Peran Baru sebagai Pelatih Maverick Vinales di MotoGP 2026

Dukungan langsung dari Lorenzo sebagai mentor menjadi bagian dari upaya meningkatkan performa Vinales, sekaligus menambah bumbu persaingan internal KTM yang diprediksi menjadi salah satu cerita utama sepanjang musim MotoGP 2026.

Persaingan antara dua pembalap Spanyol tersebut diperkirakan akan memengaruhi arah proyek KTM dalam beberapa musim mendatang.