Ihram.co.id — Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, mengungkapkan bahwa Jorge Martin sempat menghubunginya untuk meminta nasihat terkait cedera bahu yang juga pernah dialaminya. Kini, kedua rider tersebut ditangani oleh dokter spesialis yang sama di Spanyol.
Cedera bahu kanan yang dialami Jorge Martin terjadi usai mengalami kecelakaan di MotoGP Jepang 2025. Insiden tersebut menambah daftar panjang cedera yang diderita Martin sepanjang musim 2025, termasuk retak tulang scaphoid tangan kiri akibat beberapa kecelakaan sebelumnya.
Meskipun sempat kembali balapan di seri Valencia akhir musim 2025, Martin masih merasakan sakit dari cedera-cederanya tersebut. Menyadari kesamaan pengalaman cedera, Martin lantas menelepon Marquez untuk mencari masukan.
Marquez merekomendasikan dr. Ignacio Roger de Ona, seorang dokter spesialis yang telah menangani berbagai cedera Marquez selama empat tahun terakhir, termasuk operasi bahu musim dingin lalu. Rekomendasi ini kemudian ditindaklanjuti oleh Martin.
Operasi Lanjutan dan Pemulihan
Berkat saran dari Marquez, Jorge Martin menjalani operasi kedua untuk memperbaiki cedera scaphoid di tangan kirinya dan bahu kanannya pada Desember 2025. Operasi ini bahkan melibatkan prosedur cangkok tulang panggul untuk memperkuat kembali tulang scaphoid Martin.
Kedua operasi tersebut dilaksanakan di Klinik Universitas Dexeus, Barcelona, Spanyol. Meskipun sempat dirahasiakan oleh Martin dan tim Aprilia, proses pemulihan Martin dilaporkan berjalan dengan baik.
Marc Marquez sendiri pernah mengalami cedera bahu kanan yang serupa setelah bertabrakan dengan Marco Bezzecchi pada Seri Indonesia 2025. Ia menjalani operasi di Rumah Sakit Internasional Ruber, Madrid, pada Oktober 2025, setelah penanganan konservatif awal tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Dokter yang sama, dr. Roger de Ona, juga menjadi penanganan utama cedera Marquez.
Persiapan Menuju Tes Pramusim 2026
Jorge Martin sempat absen dalam tes pramusim di Sepang, Malaysia, pada 3-5 Februari 2026, untuk fokus pada pemulihan pasca-operasi. Namun, kini ia telah mendapatkan lampu hijau dari tim dokter untuk kembali berlatih.
Ia dijadwalkan untuk mengikuti tes pramusim kedua bersama motor Aprilia RS-GP26 di Sirkuit Buriram, Thailand, pada 21-22 Februari 2026. Martin menyatakan optimisme menyambut kembalinya ke lintasan.
“Tes pertama saya akan dilakukan di Thailand untuk memahami proses pengembangan motor. Aprilia melakukan pekerjaan yang luar biasa. Akan sangat menarik untuk 100% siap dengan motor ini. Saya sangat menantikannya,” ujar Martin. Kehadiran Martin di Buriram juga penting mengingat seri pembuka MotoGP 2026 akan digelar di sirkuit yang sama hanya seminggu setelah tes pramusim tersebut.
Keterlibatan Martin dalam tes ini juga bergantung pada persetujuan akhir dari tim medis FIM Grand Prix World Championship. Namun, dengan perkembangan positif pasca-operasi dan rekomendasi dari Marquez, peluang Martin untuk kembali berkompetisi di musim 2026 semakin terbuka lebar. Ia berharap cedera yang dialaminya tidak lagi menjadi penghalang performanya di lintasan.
Ikuti Ihram.co.id
