— Bayern Munchen meraih kemenangan telak 6-1 atas Atalanta dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions, namun pesta gol tersebut diwarnai insiden cedera yang dialami oleh bek andalan mereka, Alphonso Davies. Pemain asal Kanada itu terpaksa harus meninggalkan lapangan sambil menangis pada menit ke-70 pertandingan yang berlangsung di kandang Atalanta, Bergamo, Italia, Rabu (11/3/2026) waktu setempat.

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran besar mengingat Davies baru saja pulih dari cedera otot sebelumnya. Pertandingan yang seharusnya menjadi momen euforia bagi Bayern Munchen berubah menjadi momen emosional yang menyedihkan bagi Alphonso Davies.

Setelah pertandingan yang didominasi penuh oleh timnya, ia terlihat tidak kuasa menahan tangis di bangku cadangan. Davies sempat terlihat meringis kesakitan dan menutupi wajahnya dengan jersey saat ia dibantu keluar lapangan oleh staf medis Bayern. Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany, menyatakan bahwa Davies sedang menjalani pemeriksaan untuk cedera otot.

Cedera Kambuhan dan Dampaknya bagi Davies

Cedera yang dialami Davies ini kembali menimbulkan pertanyaan mengenai kebugaran fisiknya, terutama menjelang turnamen besar yang akan datang. Pemain berusia 25 tahun ini memang dikenal sering mengalami masalah cedera dalam beberapa musim terakhir. Sebelum pertandingan ini, Davies baru saja kembali bermain setelah mengalami robek serat otot di hamstring kanannya pada 21 Februari 2026, dalam kemenangan 3-2 atas Eintracht Frankfurt. Cedera tersebut membuatnya harus menepi untuk sementara waktu.

Lebih jauh ke belakang, Davies juga pernah mengalami cedera ligamen dan kerusakan pada lutut kanannya pada Maret 2025 saat membela tim nasional Kanada melawan Amerika Serikat. Cedera lutut parah itu membuatnya absen selama 262 hari, sebelum akhirnya kembali bermain pada 9 Desember 2025 sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 3-1 Bayern atas Sporting Lisbon di Liga Champions. Sejarah cedera yang panjang ini tentu menjadi perhatian serius bagi Bayern Munchen dan tim nasional Kanada, mengingat peran krusial Davies di kedua tim.

Performa Gemilang Bayern di Tengah Kabar Buruk

Meskipun kabar cedera Davies menjadi noda dalam kemenangan besar Bayern, performa tim secara keseluruhan patut diacungi jempol. Bayern Munchen tampil dominan sejak awal pertandingan melawan Atalanta. Gol pembuka dicetak oleh Josip Stanišić pada menit ke-12, diikuti oleh gol Michael Olise pada menit ke-22 dan Serge Gnabry pada menit ke-25, membuat Bayern unggul 3-0 di babak pertama.

Dominasi Bayern berlanjut di babak kedua. Nicolas Jackson menambah keunggulan pada menit ke-52, disusul gol kedua Michael Olise pada menit ke-64, dan ditutup dengan gol Jamal Musiala pada menit ke-67. Atalanta hanya mampu mencetak gol hiburan melalui Mario Pasalic pada menit akhir pertandingan. Kemenangan telak 6-1 ini membuat Bayern Munchen selangkah lebih dekat menuju perempat final Liga Champions.

Kompany Tetap Waspada

Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany, mengakui kehebatan timnya dalam pertandingan tersebut, namun ia tetap menekankan pentingnya kewaspadaan. “Masih ada leg kedua yang harus dimainkan, jadi kami harus tetap fokus. Kunci malam ini adalah menemukan pendekatan yang tepat untuk pertandingan,” ujar Kompany.

Kompany juga menyatakan keyakinannya pada kedalaman skuad Bayern meskipun harus menghadapi potensi absennya beberapa pemain kunci, termasuk Davies, Jamal Musiala, dan kiper Jonas Urbig yang juga mengalami cedera.

Kompany menambahkan, “Ini memalukan, tetapi saya mengatakan kepada para pemain bahwa saya memiliki kepercayaan penuh pada skuad kami. Kami harus melewati beberapa pertandingan tanpanya.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa Bayern Munchen siap menghadapi tantangan meskipun dihantam badai cedera.