Ihram.co.id — Tottenham Hotspur kembali menelan hasil minor di Premier League setelah dipermalukan Crystal Palace dengan skor 1-3 pada pertandingan Jumat (6/3/2026) dini hari WIB. Tren lima kekalahan beruntun di liga menjadi catatan kelam bagi Tottenham musim ini, menyamai rekor terburuk mereka sejak Oktober-November 2004.
Rentetan hasil buruk Tottenham di liga domestik semakin panjang. Klub berjuluk The Spurs ini tercatat telah melewati 11 pertandingan tanpa kemenangan, sebuah rekor terburuk sepanjang sejarah klub di kompetisi Premier League. Situasi ini menjadi semakin krusial mengingat kemenangan West Ham United yang berada di posisi ke-18 pada pertengahan pekan membuat tekanan terhadap Tottenham semakin meningkat. Ancaman degradasi, yang terakhir kali dialami Tottenham pada tahun 1977, kini menjadi pembicaraan serius di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola.
Saat ini, Tottenham menduduki peringkat ke-16 klasemen sementara dengan mengoleksi 29 poin. Mereka hanya unggul satu angka dari zona merah. Kekalahan dari Crystal Palace di kandang sendiri semakin memperparah posisi tim asuhan pelatih sementara Igor Tudor tersebut.
Kartu Merah Micky van de Ven Ubah Jalannya Laga
Pertandingan di Tottenham Hotspur Stadium sejatinya berjalan relatif seimbang di awal babak pertama. Tottenham bahkan sempat unggul lebih dulu melalui gol Dominic Solanke pada menit ke-34, memanfaatkan umpan tarik dari Archie Gray. Gol tersebut sempat memberikan harapan bagi para pendukung tuan rumah.
Namun, momentum pertandingan berubah drastis pada menit ke-38. Bek Tottenham, Micky van de Ven, diganjar kartu merah langsung oleh wasit setelah dianggap melakukan pelanggaran fatal terhadap Ismaila Sarr yang berpotensi menciptakan peluang gol. Keputusan wasit ini berujung pada hadiah penalti untuk Crystal Palace.
Ismaila Sarr yang menjadi eksekutor penalti berhasil menjalankan tugasnya dengan tenang, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Bermain dengan 10 pemain membuat Tottenham kesulitan mengimbangi intensitas permainan Crystal Palace yang semakin meningkat. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan tim tamu untuk terus menekan pertahanan tuan rumah.
Crystal Palace Menggila di Akhir Babak Pertama
Kondisi Tottenham yang kekurangan satu pemain dimanfaatkan Crystal Palace untuk mencetak dua gol tambahan menjelang akhir babak pertama. Adam Wharton menjadi figur sentral dalam kedua gol tersebut.
Pada menit ke-45+1, Wharton memberikan umpan terobosan yang berhasil diselesaikan oleh Jorgen Strand Larsen dengan tendangan yang melewati sela-sela kaki kiper Tottenham, Guglielmo Vicario. Keunggulan Crystal Palace bertambah menjadi 2-1.
Tidak lama berselang, pada menit ke-45+7, Wharton kembali menunjukkan kelasnya. Umpan terobosannya disambut dengan baik oleh Ismaila Sarr, yang tanpa kesulitan berhasil menaklukkan Vicario untuk ketiga kalinya. Skor 3-1 untuk keunggulan Crystal Palace bertahan hingga turun minum, membuat para pendukung Tottenham menunjukkan kekecewaan mereka.
Tottenham Gagal Bangkit di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Tottenham menunjukkan peningkatan performa meski bermain dengan 10 orang. Namun, kekurangan satu pemain membuat mereka kesulitan menciptakan tekanan yang konsisten terhadap pertahanan rapat Crystal Palace.
Peluang terbaik Tottenham datang dari Dominic Solanke, namun tendangannya masih mampu ditepis oleh kiper Crystal Palace, Dean Henderson. Upaya Tottenham untuk memperkecil ketertinggalan terus menemui jalan buntu. Pertahanan solid tim tamu mampu meredam setiap serangan yang dilancarkan oleh anak-anak asuh Igor Tudor.
Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 3-1 untuk kemenangan Crystal Palace tidak berubah. Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Tottenham di Premier League dan semakin mendekatkan mereka pada jurang degradasi.
Dengan sisa sembilan pertandingan di liga, Tottenham harus segera menemukan solusi untuk keluar dari krisis ini jika tidak ingin terdegradasi dari kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris untuk pertama kalinya sejak 1977.
Ikuti Ihram.co.id
