— Nasib nahas menimpa Tottenham Hotspur. Kapten tim, Cristian Romero, diprediksi harus menepi selama enam hingga delapan minggu akibat cedera ligamen lutut yang dideritanya. Kondisi ini membuat sisa musimnya bersama klub berjuluk The Spurs tersebut terancam berakhir.

Cedera tersebut dialami Romero saat Tottenham menelan kekalahan 0-1 dari Sunderland dalam pertandingan Liga Inggris pada Minggu (13/4/2026). Insiden berawal ketika Romero berusaha menghalau bola dari striker Sunderland, Brian Brobbey, di area penalti. Dalam prosesnya, lutut Romero berbenturan keras dengan kepala kiper Tottenham, Antonin Kinsky. Benturan tersebut membuat kedua pemain terkapar kesakitan dan memerlukan perawatan medis di lapangan.

Romero Tak Bisa Lanjutkan Laga

Meski sempat berusaha melanjutkan pertandingan, Romero akhirnya tidak mampu bertahan dan harus digantikan oleh Kevin Danso. Ia meninggalkan lapangan dengan meneteskan air mata, menunjukkan betapa seriusnya cedera yang dialaminya. Pemain asal Argentina itu kemudian menjalani pemindaian MRI pada Senin (14/4/2026) yang mengonfirmasi adanya robekan parsial pada ligamen kolateral medial lutut kanannya. Situasi ini menjadi pukulan telak bagi Tottenham yang tengah berjuang keras menghindari degradasi dari Liga Primer Inggris.

Roberto De Zerbi, pelatih Tottenham, mengungkapkan keprihatinannya atas cedera yang menimpa kaptennya. “Saya turut prihatin atas hasil pertandingan, saya juga prihatin atas cedera Romero. Saya berharap ini bukan masalah yang berarti bagi kami dan juga baginya,” ujar De Zerbi seusai laga, dikutip dari Sky Sports. Ia mengakui bahwa Romero adalah pemain krusial dengan kepribadian besar yang sangat dibutuhkan tim untuk mencapai target musim ini.

Ancaman Degradasi dan Harapan Piala Dunia

Absennya Romero di sisa enam pertandingan Liga Primer Inggris menjadi tantangan besar bagi De Zerbi. Tottenham saat ini berada di peringkat ke-18 klasemen, terpaut dua poin dari zona aman. Kehilangan pemimpin di lini pertahanan akan semakin mempersulit upaya Tottenham untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Pemain seperti Kevin Danso dan Micky van de Ven kini ditugaskan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Romero, baik dari segi stabilitas pertahanan maupun kepemimpinan di lapangan.

Di sisi lain, cedera ini juga menimbulkan kekhawatiran bagi tim nasional Argentina jelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Romero adalah pilar penting di lini pertahanan La Albiceleste di bawah asuhan Lionel Scaloni. Namun, dengan prediksi waktu pemulihan enam hingga delapan minggu, ada harapan bahwa ia dapat pulih tepat waktu untuk membela negaranya di turnamen akbar tersebut, di mana Argentina akan berupaya mempertahankan gelar juara.

Meskipun demikian, laporan dari beberapa media, termasuk BBC Sport dan ESPN, menyebutkan bahwa cedera ini kemungkinan besar mengakhiri musim Romero bersama Tottenham. Pemain berusia 27 tahun itu dilaporkan tidak memerlukan operasi, namun proses penyembuhan yang memakan waktu diperkirakan akan membuatnya absen hingga akhir kompetisi domestik.

Cedera ini menambah daftar panjang masalah fisik yang dialami Romero dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, ia juga sempat mengalami cedera terkait gegar otak saat pertandingan Liga Champions melawan Atletico Madrid.

Situasi ini menjadi pukulan telak bagi Tottenham yang tengah berjuang keras menghindari degradasi dari Liga Primer Inggris. Kehilangan pemain kunci seperti Romero di saat krusial seperti ini akan menjadi ujian berat bagi Roberto De Zerbi dan pasukannya untuk mengamankan posisi di liga musim depan.

Romero sendiri telah menjadi pemain sentral bagi Spurs musim ini, mencetak enam gol dan empat assist dalam 32 penampilan di berbagai kompetisi. Kepergiannya dari lapangan dengan berlinang air mata menjadi gambaran betapa besarnya dampak cedera ini bagi sang pemain dan klub.