— Tottenham Hotspur dilaporkan terus menjalin kontak intensif dengan Roberto De Zerbi untuk menyelesaikan kesepakatan pelatih kepala baru. Situasi ini muncul setelah Tottenham resmi mengumumkan perpisahan dengan pelatih interim Igor Tudor pada Minggu malam (30/03/2026), yang hanya menjabat selama 43 hari. Keputusan ini diambil menyusul rentetan hasil buruk yang membuat klub berjuluk The Lilywhites itu kini terancam degradasi dari Liga Inggris.

Fabrizio Romano, seorang pakar transfer terkemuka, mengungkapkan bahwa De Zerbi selalu menjadi kandidat utama bagi Tottenham. Meskipun De Zerbi awalnya berencana menunggu hingga akhir musim untuk mempertimbangkan tawaran, Tottenham dilaporkan terus berupaya meyakinkannya untuk mengambil alih tim sesegera mungkin. Kabar terbaru menyebutkan bahwa De Zerbi kini mulai terbuka untuk menerima tawaran tersebut, dan negosiasi kini memasuki fase krusial yang bisa menentukan kesepakatan dalam beberapa jam ke depan.

Potensi Kesepakatan Jangka Panjang dan Tantangan Degradasi

Menurut laporan dari berbagai media Italia dan Inggris, Tottenham telah mengajukan proposal kontrak berdurasi lima tahun kepada Roberto De Zerbi. Tawaran ini mencakup janji untuk membangun tim yang kuat dan kompetitif di musim-musim mendatang, sebuah aspek yang menjadi pertimbangan penting bagi pelatih asal Italia tersebut. De Zerbi, yang dikenal dengan filosofi sepak bola menyerang dan inovatifnya, dianggap sebagai sosok ideal untuk membawa Tottenham kembali ke jalur persaingan papan atas.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi De Zerbi jika menerima pinangan Tottenham adalah situasi genting klub di klasemen Liga Primer. Tottenham saat ini berada hanya satu poin di atas zona degradasi dengan tujuh pertandingan tersisa. Keputusan untuk menunjuk pelatih baru di tengah ancaman degradasi ini merupakan langkah berisiko, mengingat De Zerbi sendiri memiliki rekam jejak yang kurang impresif dalam menyelamatkan tim di pertengahan musim pada beberapa klub sebelumnya.

Latar Belakang dan Pergeseran Sikap De Zerbi

Roberto De Zerbi menjadi salah satu nama yang paling dicari di bursa pelatih setelah meninggalkan klub Prancis, Marseille, pada Februari 2026. Awalnya, De Zerbi menyatakan keinginannya untuk beristirahat sejenak dari dunia kepelatihan dan mengevaluasi pilihan proyek jangka panjangnya di musim panas.

Namun, urgensi situasi Tottenham dan upaya gigih klub tampaknya telah mengubah pandangannya. Laporan menyebutkan bahwa Tottenham bersedia menawarkan bonus besar untuk kelangsungan hidup di liga (survival bonus) dan biaya penandatanganan (sign on fee) untuk mempercepat kesepakatan.

Pergeseran sikap De Zerbi ini menjadi sorotan utama. Beberapa sumber mengindikasikan bahwa klub telah memberikan jaminan mengenai pembangunan tim yang kuat untuk musim mendatang, yang menjadi kunci bagi De Zerbi. Keputusan akhir dari pelatih berusia 46 tahun itu diharapkan segera diketahui dalam waktu dekat, mengingat Tottenham ingin memiliki pelatih baru yang siap mendampingi tim saat para pemain kembali dari jeda internasional.

Tudor Keluar, Spurs Cari Penyelamat

Perpisahan Tottenham dengan Igor Tudor terjadi setelah kekalahan 3-0 dari Nottingham Forest pada akhir pekan lalu, yang semakin memperburuk posisi klub di klasemen. Tudor, yang menggantikan Thomas Frank sebagai pelatih interim, hanya mampu meraih satu kemenangan dari tujuh pertandingan di semua kompetisi. Rentetan hasil negatif ini, ditambah dengan kepergian ayah Tudor yang bertepatan dengan kekalahan tersebut, akhirnya memicu keputusan sulit untuk mengakhiri masa baktinya yang singkat.

Dengan De Zerbi sebagai kandidat terkuat, Tottenham berharap dapat segera mengamankan jasa pelatih yang dinilai mampu memberikan dampak instan dan mengangkat performa tim. Pelatih asal Italia ini memiliki reputasi sebagai pengembang talenta muda dan mampu membawa tim seperti Brighton & Hove Albion menembus kompetisi Eropa. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan suntikan moral dan taktik baru bagi skuad Tottenham dalam tujuh laga krusial sisa musim ini.

Reaksi Penggemar dan Potensi Kontroversi

Meskipun Roberto De Zerbi menjadi pilihan utama Tottenham, rencana penunjukannya tidak sepenuhnya disambut baik oleh seluruh elemen penggemar. Beberapa kelompok suporter telah menyuarakan kekhawatiran mereka terkait komentar De Zerbi di masa lalu mengenai Mason Greenwood, mantan pemain Marseille.

Pernyataan De Zerbi yang menyebut Greenwood sebagai “orang baik” sempat menimbulkan kontroversi. Namun, dengan situasi klub yang genting, banyak yang berharap fokus utama tetap pada upaya penyelamatan dari degradasi.

Tottenham Hotspur kini berada di persimpangan jalan. Keputusan dalam beberapa jam ke depan terkait penunjukan Roberto De Zerbi akan sangat menentukan nasib klub di akhir musim. Kesepakatan yang terjalin diharapkan dapat membawa stabilitas dan performa yang lebih baik, sekaligus mengakhiri musim yang penuh gejolak ini dengan hasil yang memuaskan.