— Tottenham Hotspur secara resmi mengumumkan penunjukan Roberto De Zerbi sebagai pelatih kepala baru mereka dengan kontrak jangka panjang hingga 2031. Keputusan ini diambil untuk membawa stabilitas dan visi jangka panjang bagi klub, sekaligus mengatasi ancaman degradasi yang membayangi di sisa musim ini.

Penunjukan De Zerbi mengakhiri ketidakpastian di kursi kepelatihan Spurs setelah Igor Tudor diputus kontraknya pada Minggu (30/3/2026) setelah hanya 44 hari menjabat. Tudor gagal memberikan dampak positif, dengan tim hanya meraih satu poin dari lima pertandingan Liga Primer Inggris di bawah asuhannya. Kekalahan 0-3 di kandang dari Nottingham Forest menjadi pukulan telak yang membuat Tottenham kini hanya berjarak satu poin dari zona degradasi, menempati peringkat ke-17 klasemen dengan tujuh pertandingan tersisa.

Target Selamatkan Klub dari Degradasi

Pelatih asal Italia berusia 46 tahun itu telah menandatangani kontrak berdurasi lima tahun, sebuah komitmen yang menunjukkan keyakinan klub pada kemampuannya untuk membangun proyek jangka panjang. Namun, prioritas utama De Zerbi saat ini adalah menyelamatkan Tottenham dari jurang degradasi. Ia akan langsung bekerja keras untuk mendongkrak performa tim di sisa musim ini.

“Saya sangat senang bisa bergabung dengan klub sepak bola yang fantastis ini, yang merupakan salah satu yang terbesar dan paling bergengsi di dunia,” ujar De Zerbi dalam pernyataan resminya. “Dalam semua diskusi saya dengan pimpinan klub, ambisi mereka untuk masa depan sangat jelas membangun tim yang mampu meraih pencapaian besar, dan melakukannya dengan gaya sepak bola yang menggairahkan dan menginspirasi para pendukung kami. Saya di sini karena saya percaya pada ambisi itu dan telah menandatangani kontrak jangka panjang untuk memberikan segalanya demi mewujudkannya.”

De Zerbi menambahkan, “Prioritas jangka pendek kami adalah mendaki klasemen Liga Primer, yang akan menjadi fokus penuh hingga peluit akhir pertandingan terakhir musim ini. Saya berharap dapat segera berlatih dan bekerja dengan para pemain ini untuk mencapai tujuan tersebut.”

Kompromi dan Ambisi Jangka Panjang

Penunjukan De Zerbi sebagai pelatih kepala merupakan buah dari negosiasi yang intens dan beberapa kompromi. Awalnya, De Zerbi dikabarkan lebih memilih untuk memulai pekerjaan barunya pada musim panas. Namun, situasi genting Tottenham yang terancam degradasi tampaknya menjadi faktor penentu yang mendorongnya untuk menerima tawaran ini segera.

Sporting Director Tottenham, Johan Lange, menyatakan bahwa De Zerbi adalah target nomor satu klub untuk posisi pelatih kepala di musim panas. “Roberto adalah target nomor satu kami untuk musim panas dan kami sangat senang dapat membawanya sekarang,” kata Lange. “Dia adalah salah satu pelatih paling kreatif dan berpikiran maju di sepak bola dunia, dan membawa kekayaan pengalaman di level tertinggi, termasuk di Liga Primer.”

Meskipun Tottenham berada dalam situasi kritis, kontrak De Zerbi dilaporkan tidak menyertakan klausul degradasi. Hal ini mengindikasikan kepercayaan penuh klub terhadap pelatih baru mereka untuk memimpin proyek jangka panjang, terlepas dari hasil di sisa musim ini.

Latar Belakang dan Tantangan

De Zerbi, yang sebelumnya pernah melatih Brighton & Hove Albion dan Olympique Marseille, dikenal dengan filosofi sepak bola menyerang dan kemampuannya untuk mengembangkan pemain. Pengalamannya di Liga Primer bersama Brighton, di mana ia membawa klub finis di posisi tertinggi dalam sejarah mereka, menjadi salah satu alasan utama Tottenham menjadikannya prioritas.

Namun, De Zerbi juga memiliki reputasi sebagai sosok yang kadang kala konfrontatif, yang terkadang menimbulkan gesekan dengan manajemen klub. Keputusan untuk menunjuknya segera, di tengah ancaman degradasi, menunjukkan keberanian Tottenham dalam mengambil langkah drastis untuk membalikkan keadaan. Pertandingan pertama De Zerbi bersama Tottenham dijadwalkan akan berlangsung pada 12 April melawan Sunderland.