Ihram.co.id — Tottenham Hotspur dilaporkan tengah berupaya keras untuk meyakinkan Roberto De Zerbi agar bersedia mengambil alih posisi pelatih kepala klub. Namun, minat serius dari Spurs menghadapi kendala karena De Zerbi tampaknya ingin menunggu hingga akhir musim untuk melihat apakah klub tersebut mampu mempertahankan statusnya di Liga Primer Inggris sebelum membuat keputusan akhir. Situasi ini muncul di tengah ketidakpastian yang menyelimuti Tottenham setelah memecat pelatih sementara Igor Tudor.
Fabrizio Romano, seorang pakar transfer terkemuka, mengungkapkan bahwa Tottenham menjadikan De Zerbi sebagai target impian mereka sejak pelatih asal Italia itu meninggalkan Marseille pada Februari 2026. Romano menambahkan bahwa klub London Utara tersebut sedang bekerja keras untuk mendapatkan De Zerbi, namun sang pelatih memiliki preferensi untuk mempertimbangkan tawaran tersebut di musim panas.
“Pemahaman saya adalah mimpi Tottenham tetap Roberto De Zerbi,” ujar Romano, dilansir dari berbagai laporan media. “Intinya adalah ide awal Roberto selalu mempertimbangkan pekerjaan di Tottenham pada musim panas. Dia ingin menunggu akhir musim untuk memahami peluang apa yang akan menjadi yang terbaik bagi masa depannya.”
Tekanan Tinggi di Tottenham
Posisi Tottenham Hotspur saat ini memang sangat genting. Klub yang bermarkas di London Utara itu hanya unggul satu poin dari zona degradasi Liga Primer dengan sisa tujuh pertandingan musim ini. Kekalahan telak 3-0 dari Nottingham Forest baru-baru ini semakin memperburuk keadaan dan berujung pada pemecatan Igor Tudor yang masa jabatannya sebagai pelatih sementara hanya berlangsung selama 44 hari. Keputusan ini menandai pergantian pelatih ketiga Tottenham di musim ini.
Dalam upaya untuk mengamankan De Zerbi, Tottenham dilaporkan siap menawarkan “bonus kelangsungan hidup yang signifikan” serta biaya penandatanganan jika ia bersedia mengambil alih tim segera. Tawaran ini diharapkan dapat membujuk De Zerbi untuk mengesampingkan keengganannya untuk terjun ke dalam pertarungan bertahan dari degradasi di tengah musim. Tottenham ingin De Zerbi datang sekarang untuk menyelamatkan musim mereka, bukan menunggu hingga Juli.
Pertimbangan De Zerbi dan Tantangan Klub
Meskipun De Zerbi menunjukkan ketertarikan pada proyek Tottenham, ia dikabarkan enggan mengambil risiko dengan bergabung ke tim yang terancam degradasi. Ia lebih memilih untuk melihat apakah Spurs berhasil bertahan di Liga Primer sebelum menentukan langkah selanjutnya. Namun, Tottenham tidak mau menerima penolakan begitu saja. “Tottenham mendorongnya dengan sangat kuat. Mari kita lihat apakah mereka menemukan cara untuk meyakinkannya. Jika ada peluang 1% sekalipun untuk mendapatkannya sekarang, mereka ingin mencobanya,” tambah Romano.
Di sisi lain, rencana perekrutan De Zerbi juga menuai reaksi beragam dari para penggemar Tottenham. Beberapa kelompok suporter utama, termasuk Women of the Lane, Proud Lilywhites, dan Spurs Reach, telah meluncurkan kampanye “No to Roberto De Zerbi”. Kekhawatiran utama mereka berakar pada pembelaan De Zerbi terhadap Mason Greenwood saat keduanya berada di Marseille.
Komentar De Zerbi yang menyebut Greenwood sebagai “orang baik” yang telah membayar “harga yang mahal” dianggap oleh sebagian orang meremehkan kekerasan terhadap perempuan. Para suporter ini meyakini bahwa nilai-nilai De Zerbi tidak sejalan dengan komunitas Spurs dan dapat menimbulkan risiko budaya bagi klub.
Opsi Alternatif dan Langkah Selanjutnya
Jika kesepakatan dengan De Zerbi untuk segera mengambil alih tidak tercapai, Tottenham memiliki beberapa rencana cadangan. Nama-nama seperti Sean Dyche, Marco Silva, dan Adi Hutter juga dikaitkan dengan posisi pelatih kepala.
Ryan Mason, yang memiliki ikatan emosional dengan klub, juga disebut sebagai opsi internal untuk peran sementara. Keputusan mengenai pelatih baru ini sangat krusial bagi Tottenham, mengingat mereka hanya memiliki tujuh pertandingan tersisa untuk mengamankan kelangsungan hidup mereka di Liga Primer.
Tottenham dijadwalkan akan menghadapi Sunderland dalam pertandingan tandang pada 12 April 2026. Klub berharap dapat menunjuk pelatih baru dalam beberapa hari ke depan, sehingga pelatih tersebut memiliki waktu sekitar 10 hari untuk mempersiapkan tim sebelum pertandingan penting tersebut. Keputusan ini akan menjadi momen penentu bagi masa depan klub, baik dalam menghadapi ancaman degradasi maupun dalam membangun kembali reputasi mereka di kancah sepak bola Inggris.
Ikuti Ihram.co.id
