— Tottenham Hotspur secara resmi mengumumkan perpisahan dengan pelatih interim Igor Tudor pada Minggu (29/3/2026), setelah hanya menjabat selama 43 hari. Keputusan ini diambil setelah serangkaian hasil yang mengecewakan, membuat klub berjuluk The Lilywhites itu terancam terdegradasi dari Liga Primer Inggris.

Igor Tudor, yang ditunjuk sebagai pengganti Thomas Frank pada 14 Februari 2026, gagal memberikan dampak positif yang signifikan bagi Tottenham. Selama masa jabatannya yang singkat, Tudor hanya mampu meraih satu kemenangan dari tujuh pertandingan di semua kompetisi. Kekalahan terakhir yang dialami Tottenham di kandang sendiri dari Nottingham Forest dengan skor 3-0 menjadi pukulan telak yang akhirnya memicu pemecatan ini.

Periode Penuh Gejolak

Sejak kedatangannya, Igor Tudor menghadapi tugas berat untuk mengangkat performa Tottenham yang tengah terpuruk. Ia mengambil alih tim saat Tottenham berada lima poin di atas zona degradasi, namun di bawah kepemimpinannya, posisi tersebut semakin genting, hanya menyisakan satu poin dari zona merah dengan tujuh pertandingan tersisa di Liga Primer.

Masa kepelatihan Tudor diwarnai dengan lima kekalahan dalam tujuh pertandingan Liga Primer. Satu-satunya kemenangan yang diraihnya adalah di Liga Champions melawan Atletico Madrid, namun Tottenham tetap tersingkir di babak 16 besar. Hasil yang buruk ini, ditambah dengan kekalahan telak dari rival degradasi seperti Nottingham Forest, membuat manajemen klub mengambil keputusan drastis.

Faktor Pribadi dan Profesional

Selain performa tim yang tidak memuaskan, keputusan perpisahan ini juga dipengaruhi oleh situasi personal yang dialami Igor Tudor. Beberapa laporan menyebutkan bahwa Tudor baru saja kehilangan ayahnya, Mario, yang meninggal dunia tak lama setelah kekalahan dari Nottingham Forest. Tottenham menyatakan dukungannya kepada Tudor dan keluarganya di masa sulit ini.

“Kami dapat mengonfirmasi bahwa telah disepakati bersama agar Pelatih Kepala Igor Tudor meninggalkan Klub dengan segera,” demikian pernyataan resmi Tottenham Hotspur. “Kami berterima kasih kepada Igor, Tomislav (Rogic, Pelatih Kiper) dan Riccardo (Ragnacci, Pelatih Fisik) atas upaya mereka selama enam minggu terakhir, di mana mereka bekerja tanpa lelah. Kami juga mengakui duka yang baru saja dialami Igor dan mengirimkan dukungan kepadanya serta keluarganya di masa sulit ini.”

Perburuan Pelatih Baru Dimulai

Dengan kepergian Igor Tudor, Tottenham Hotspur kini harus segera mencari pelatih kepala baru untuk mengarungi sisa musim dan berjuang menghindari degradasi. Bruno Saltor, asisten pelatih, akan memimpin latihan tim dalam beberapa hari ke depan sembari menunggu penunjukan pelatih baru.

Beberapa nama besar telah dikaitkan dengan posisi pelatih Tottenham, termasuk Roberto De Zerbi dan Mauricio Pochettino, yang merupakan mantan pelatih Spurs. Roberto De Zerbi disebut-sebut sebagai target utama klub, namun ia dikabarkan lebih memilih untuk mengambil pekerjaan baru di musim panas. Sementara itu, Pochettino, yang kini melatih tim nasional Amerika Serikat, juga santer dikabarkan tertarik untuk kembali ke London Utara.

Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi Tottenham yang berambisi untuk mempertahankan statusnya di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Dengan tujuh pertandingan tersisa, tantangan besar menanti pelatih baru untuk menyelamatkan klub dari jurang degradasi.