— Formula 1 membatalkan agenda tes ban penting di Bahrain menyusul meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah. Keputusan ini diambil setelah pemasok ban resmi F1 menyatakan kekhawatiran terhadap situasi keamanan regional.

Pembatalan tersebut memicu perhatian terhadap penyelenggaraan Bahrain Grand Prix, yang dijadwalkan berlangsung pada April sebagai putaran keempat musim Formula 1 2026.

Tes Pengembangan Ban Dihentikan karena Faktor Keamanan

Pemasok ban resmi F1, Pirelli, mengonfirmasi pembatalan tes pengembangan ban basah selama dua hari di Bahrain International Circuit.

Tes tersebut sebelumnya dirancang untuk menguji performa ban wet-weather dengan mensimulasikan kondisi hujan melalui lintasan yang dibasahi secara artifisial. Program pengujian melibatkan mobil uji dari Mercedes-AMG Petronas Formula One Team dan McLaren Racing guna mengumpulkan data teknis penting untuk pengembangan ban.

Dalam pernyataan resminya, Pirelli menyebut pembatalan dilakukan karena situasi keamanan yang berkembang di kawasan tersebut.

Perusahaan juga memastikan seluruh personelnya yang berada di Manama dalam kondisi aman dan tengah diupayakan untuk kembali ke Italia dan Inggris secepatnya.

F1 Pantau Situasi, Kalender Awal Musim Tetap Berjalan

F1 menyatakan terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, namun menegaskan tiga seri awal musim 2026 tidak berlangsung di kawasan tersebut.

Musim balap akan dibuka melalui Australian Grand Prix di Melbourne pada 6–8 Maret, dilanjutkan seri di China dan Jepang sebelum Bahrain menjadi tuan rumah putaran keempat.

Pihak F1 menegaskan akan bekerja sama dengan otoritas terkait dan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi keamanan sebelum pelaksanaan balapan di Bahrain.

Selain Bahrain, sejumlah negara Timur Tengah lain seperti Qatar dan Uni Emirat Arab yang juga menjadi tuan rumah balapan F1 musim ini disebut ikut terdampak eskalasi regional, sehingga situasinya turut menjadi perhatian.

Kejuaraan FIA WEC Ikut Lakukan Evaluasi

Kondisi keamanan di kawasan tersebut juga dipantau oleh penyelenggara FIA World Endurance Championship (FIA WEC), yang memiliki agenda balapan di Timur Tengah tahun ini.

Bahrain dijadwalkan menjadi tuan rumah salah satu putaran FIA WEC pada November, sementara balapan di Qatar akan berlangsung lebih awal pada Maret. Penyelenggara menegaskan keselamatan pembalap, staf, dan penonton menjadi prioritas utama.

FIA WEC menyatakan pihaknya terus melakukan penilaian situasi secara berkala serta menjalin komunikasi langsung dengan otoritas di Qatar terkait penyelenggaraan sesi Prologue dan lomba Qatar 1812 km.

Hingga saat ini belum ada perubahan resmi pada kalender Formula 1 maupun FIA WEC. Namun, eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi memengaruhi agenda balapan apabila kondisi keamanan tidak membaik.

Baik F1 maupun FIA WEC memastikan akan memberikan pembaruan lebih lanjut apabila terdapat perubahan terhadap jadwal atau penyelenggaraan kompetisi.