— Juara dunia empat kali Max Verstappen kembali melontarkan kritik keras terhadap regulasi baru Formula 1 2026. Pembalap Red Bull Racing itu bahkan menyebut balapan saat ini terasa seperti permainan video setelah mengalami akhir pekan sulit di Chinese Grand Prix 2026 yang berlangsung di Shanghai International Circuit.

Komentar pedas Verstappen muncul setelah ia gagal finis akibat masalah teknis pada mobilnya. Pembalap asal Belanda tersebut menilai perubahan regulasi besar yang diterapkan musim ini membuat karakter balapan Formula 1 berubah drastis dan terlalu bergantung pada pengelolaan energi listrik.

“Ini buruk sekali. Kalau ada yang menyukai ini, berarti mereka benar-benar tidak tahu seperti apa balapan itu,” kata Verstappen yang kami kutip dari Crash.net, Senin (16/3).

“Ini sama sekali tidak menyenangkan. Rasanya seperti bermain Mario Kart. Ini bukan balapan.” tambahnya.

Baca Juga: Max Verstappen Kehabisan Kata-Kata Setelah Hasil Sprint Race Buruk di F1 GP China 2026

Regulasi Besar F1 2026 Jadi Sorotan

Musim 2026 menandai era baru bagi Formula 1 setelah Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) memperkenalkan paket regulasi teknis yang sepenuhnya baru.

Aturan tersebut mencakup perubahan besar pada desain mobil dan unit tenaga. Mesin V6 turbo tetap digunakan, tetapi kini tenaga yang dihasilkan hampir terbagi seimbang antara mesin pembakaran internal dan sistem listrik.

Dalam konsep baru ini, sekitar setengah tenaga mobil berasal dari sistem ERS (Energy Recovery System) yang diperbesar. Sistem ini memanfaatkan energi yang dipulihkan dari pengereman untuk menghasilkan tenaga listrik tambahan.

Selain itu, komponen MGU-H dihapus, sementara aerodinamika aktif diperkenalkan untuk meningkatkan efisiensi dan mempermudah proses menyalip.

Namun bagi Verstappen, sistem baru tersebut justru membuat balapan terasa tidak natural karena pembalap harus terus mengatur penggunaan baterai selama lomba.

“Anda menyalip dengan boost, lalu baterainya habis di lintasan lurus berikutnya dan mereka menyalip Anda kembali. Bagi saya ini seperti lelucon,” ujarnya.

Verstappen Gagal Finis di GP China

Kritik Verstappen muncul setelah balapan yang mengecewakan di Shanghai. Pada F1 GP China 2026, ia harus menghentikan balapan lebih awal karena masalah pendinginan sistem ERS pada mobil Red Bull miliknya.

Masalah tersebut membuat Verstappen kehilangan kesempatan meraih poin penting pada seri kedua musim ini.

Awal musim 2026 juga belum berjalan ideal bagi Red Bull, yang sejauh ini belum mampu menandingi performa tim rival.

Dominasi Mercedes Jadi Perbincangan

Dalam dua seri awal musim ini, Mercedes-AMG Petronas Formula One Team tampil sangat kuat. Duo pembalapnya, George Russell dan Andrea Kimi Antonelli, berhasil menguasai dua balapan pertama.

Menurut Verstappen, dominasi Mercedes juga membuat persaingan di lintasan terasa kurang menarik.

“Sekarang hanya Kimi dan George yang menang, jadi tidak ada pertarungan bolak-balik. Mereka jauh di depan yang lain,” kata Verstappen.

Ia menambahkan bahwa tim lain seperti Scuderia Ferrari kadang mampu tampil kuat di awal balapan, tetapi pada akhirnya tetap kesulitan menandingi kecepatan Mercedes.

Verstappen: Regulasi Ini Bisa Merusak F1

Lebih jauh, Verstappen memperingatkan bahwa regulasi baru berpotensi merusak daya tarik olahraga ini jika tidak segera dievaluasi.

Meski demikian, ia mengakui perubahan aturan di Formula 1 selalu melibatkan banyak kepentingan dari tim dan pihak penyelenggara.

“Ini pada akhirnya bisa merusak olahraga ini. Cepat atau lambat dampaknya akan terasa,” ujarnya.

Verstappen juga menyebut para pembalap telah berdiskusi dengan pihak F1 dan FIA mengenai berbagai kekhawatiran terkait regulasi baru tersebut.

Namun menurutnya, mencapai kesepakatan untuk mengubah aturan bukanlah perkara mudah karena setiap tim memiliki kepentingan yang berbeda.

Dialog dengan FIA Masih Berlangsung

Meski melontarkan kritik keras, Verstappen tetap berharap dialog antara pembalap, tim, dan FIA dapat menghasilkan solusi untuk meningkatkan kualitas balapan.

Ia menilai beberapa tim mungkin enggan mengubah aturan karena saat ini mereka sedang berada dalam posisi kompetitif.

Baca Juga: Red Bull Akui Tertinggal Jauh dari Mercedes di F1 2026, Butuh “Perbaikan 360 Derajat”

“Ini juga soal politik. Ada tim yang merasa punya keuntungan sekarang dan tentu tidak ingin kehilangan itu,” kata Verstappen.

Meski demikian, pembalap berusia 28 tahun tersebut menegaskan bahwa tujuannya adalah menjaga Formula 1 tetap menjadi olahraga balap paling menarik di dunia.