Ihram.co.id — Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, mengaku hampir tidak memiliki kata-kata untuk menggambarkan kekecewaannya setelah menjalani sprint race yang sulit pada F1 GP China 2026.
Juara dunia empat kali itu menilai hampir semua hal berjalan buruk bagi timnya dalam balapan pendek yang digelar di Shanghai International Circuit, Sabtu. Verstappen akhirnya hanya mampu finis di posisi kesembilan, terpaut lebih dari 11 detik dari pemenang sprint George Russell dari Mercedes-AMG Petronas Formula One Team.
Hasil tersebut membuat Verstappen gagal mengamankan poin dalam sprint race pertama musim Formula 1 2026.
Baca Juga: George Russell Menang Dramatis di Sprint Race F1 GP China 2026
Start Buruk Menghancurkan Peluang
Verstappen memulai sprint race dari posisi kedelapan. Namun, start yang buruk membuatnya langsung kehilangan banyak posisi saat lampu start padam.
Mobil Red Bull miliknya tampak kehilangan traksi sehingga ia terjebak dalam kepadatan di tikungan pertama dan merosot hingga posisi ke-14 pada lap pembuka.
Situasi tersebut membuat upaya untuk kembali ke barisan depan menjadi sangat sulit di lintasan Shanghai yang terkenal tidak mudah untuk menyalip.
“Saya tidak punya banyak kata-kata saat ini, jujur saja,” kata Verstappen.
“Semua yang bisa salah benar-benar terjadi.” lanjutnya.
Degradasi Ban Jadi Masalah Besar
Tidak hanya start yang bermasalah, Verstappen juga menghadapi degradasi ban yang sangat parah sepanjang balapan.
Menurutnya, ban mobil Red Bull mengalami penurunan performa yang jauh lebih cepat dibandingkan para pesaing, sehingga mobil menjadi semakin sulit dikendalikan.
“Start tentu salah satu hal yang harus kami perbaiki,” ujarnya.
“Setelah itu keseimbangan mobil benar-benar tidak konsisten. Degradasi ban kami mungkin yang paling tinggi di antara semua mobil, dan itu sangat sulit dikendalikan.”
Masalah tersebut membuat Verstappen kehilangan banyak waktu terutama di sektor tikungan.
Safety Car Tak Mampu Mengubah Nasib
Balapan sempat diwarnai periode safety car menjelang akhir lomba setelah pembalap Audi Formula 1 Team, Nico Hulkenberg, menghentikan mobilnya di lintasan.
Safety car membuat jarak antar pembalap kembali rapat dan memberikan kesempatan bagi beberapa tim untuk mengganti ban.
Namun peluang tersebut tidak cukup membantu Verstappen untuk menembus delapan besar yang berhak mendapatkan poin di sprint race.
Ia akhirnya harus puas menyelesaikan balapan di posisi kesembilan.
Red Bull Diminta Segera Berbenah
Dengan sesi kualifikasi utama untuk balapan grand prix masih menunggu, Verstappen menegaskan timnya harus segera memperbaiki berbagai kelemahan pada mobil.
Ia menilai beberapa aspek mobil Red Bull belum dipersiapkan secara optimal untuk menghadapi balapan di Shanghai.
“Ada beberapa bagian mobil yang jelas belum dipersiapkan dengan baik,” kata Verstappen.
“Kami hanya perlu segera membereskan semuanya.”
Sprint race yang berat juga dialami rekan setim Verstappen, Isack Hadjar. Pembalap muda tersebut mengalami kerusakan mobil setelah kontak dengan pembalap Mercedes Andrea Kimi Antonelli di awal balapan.
Antonelli kemudian dijatuhi penalti waktu 10 detik akibat insiden tersebut, namun tetap mampu finis di posisi kelima.
Sementara itu, Hadjar harus melanjutkan balapan dengan mobil yang rusak dan akhirnya finis di posisi ke-15.
“Awalnya semuanya berjalan sesuai rencana di sektor pertama, tetapi kemudian Kimi mengerem terlalu dalam dan kami mengalami kerusakan,” kata Hadjar.
Ia mengakui kondisi mobil yang rusak membuatnya sulit mendapatkan pelajaran berarti dari sprint race tersebut.
Baca Juga: Red Bull Akui Tertinggal Jauh dari Mercedes di F1 2026, Butuh “Perbaikan 360 Derajat”
Lawson Jadi Pembalap Terbaik dari Program Red Bull
Di tengah performa mengecewakan tim utama Red Bull, pembalap Racing Bulls, Liam Lawson, justru tampil sebagai pembalap terbaik dari program Red Bull dalam sprint race di China.
Lawson berhasil finis di posisi ketujuh dan meraih poin penting bagi tim satelit Red Bull tersebut.
Hasil ini semakin menegaskan bahwa Red Bull masih menghadapi tantangan besar untuk mengejar performa rival-rivalnya pada awal musim F1 2026.
Ikuti Ihram.co.id
