PSSI resmi menunjuk Kelme sebagai apparel Timnas Indonesia hingga 2030, memicu reaksi luas netizen di media sosial. Kelme akan mulai memasok apparel Timnas Indonesia per 1 Maret 2026, menggantikan peran Erspo.

Kerja sama ini disebut bertujuan memperkuat identitas visual dan profesionalisme Timnas Indonesia. Pengumuman tersebut langsung menuai beragam komentar warganet di berbagai platform media sosial.

Netizen membahas reputasi Kelme serta mengaitkannya dengan desain jersey klub lokal di masa lalu.

Salah seorang warganet di platform X mengungkapkan nostalgia, “Ingat Kelme, jd keinget jersey PSM.” Komentar ini merujuk pada jejak Kelme yang pernah hadir dalam kompetisi domestik sepak bola Indonesia.

Perbandingan dan sentuhan humor juga mewarnai percakapan. “Jersey away nya kayak Persib tapi merah putih wkwkwk,” tulis warganet lain di X, secara kreatif menggabungkan ciri khas desain tim lain dengan tema nasional.

Di sisi lain, sebagian penggemar sepak bola menyuarakan harapan terkait kualitas produk yang akan dihasilkan. “Yang bagus ya kualitasnya,” ujar seorang warganet di kolom komentar akun Instagram Kelme, mencerminkan ekspektasi akan jersey yang nyaman dan berkinerja baik.

Aspek identitas lokal juga menjadi sorotan. Warganet menyiratkan keinginan agar desain jersey kelak dapat mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. “Jerseynya motif batik min,” tulis seorang pengguna X, menyarankan agar elemen budaya khas Indonesia ditampilkan.

Permintaan lain yang bernada santai namun penuh harapan datang dari platform Instagram. “Welcome Kelme please designnya kayak Watford haha,” tulis seorang warganet, menunjukkan keinginan akan kreativitas desain yang lebih unik dan khas.

Sementara itu, ada pula suara yang lebih berhati-hati dari para penggemar. “Semoga tidak mengecewakan ya jerseynya,” tulis seorang warganet, mewakili ekspektasi realistis dari komunitas penggemar sepak bola Indonesia terhadap peluncuran jersey timnas yang sesungguhnya.