Ihram.co.id — Hujan merupakan salah satu rahmat dan tanda kebesaran Allah SWT yang diturunkan ke bumi. Dalam ajaran Islam, waktu turunnya hujan dianggap sebagai momen mustajab atau waktu yang memiliki kemungkinan besar doa-doa dikabulkan. Oleh karena itu, umat Muslim sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa ketika hujan mengguyur.
Anjuran ini didasarkan pada beberapa hadits Rasulullah SAW. Salah satunya, sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Hakim dan Abu Dawud, menyatakan, “Dua doa yang tidak akan ditolak: doa pada waktu azan dan doa ketika hujan turun.”
Hadits lain dari Ibnu Qudamah dalam Al Mughni juga menganjurkan mencari doa yang mustajab pada tiga keadaan, termasuk saat hujan turun.
Doa Saat Hujan Turun
Ketika hujan mulai turun, doa yang paling umum dan dianjurkan untuk dibaca adalah memohon agar hujan tersebut membawa manfaat. Lafal doa ini bersumber dari hadits riwayat Bukhari, dari Ummul Mukminin, Aisyah RA.
Arab: اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Latin: Allâhumma shayyiban nâfi’an.
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat.”
Versi lain yang juga sering diamalkan adalah:
Arab: اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا
Latin: Allâhumma shayyiban haniyyâ wa sayyiban nâfi’â.
Artinya: “Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat.”
Doa Saat Hujan Lebat dan Memohon Perlindungan
Apabila hujan turun sangat lebat dan dikhawatirkan dapat menimbulkan bencana seperti banjir atau angin kencang, umat Muslim juga dianjurkan untuk memanjatkan doa agar hujan tersebut dialihkan atau tidak membawa mudarat. Rasulullah SAW pernah membaca doa ini saat khutbah Jumat, ketika seorang sahabat melaporkan hujan deras yang merusak harta benda.
Doa Hujan Lebat/Mohon Perlindungan:
Arab: اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Latin: Allâhumma hawâlainâ wa lâ ‘alainâ. Allâhumma ‘alal âkâmi wal jibâli, wazh zhirâbi, wa buthûnil awdiyati, wa manâbitisy syajari.
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudaratkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.”
Selain itu, terdapat doa khusus ketika hujan disertai angin kencang, yang bertujuan memohon perlindungan dari kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh angin.
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ.
Latin: Allahumma innī as’aluka khairahaa wa khaira maa fīhaa wa khaira maa ursilat bihi, wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fīhaa wa syarri maa ursilat bihi.
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu kebaikan angin ini, serta kebaikan apa yang ada di dalamnya, dan kebaikan tujuan angin ini diembuskan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan apa yang ada di dalamnya, dan keburukan tujuan angin ini diembuskan.”
Doa Setelah Hujan Reda
Setelah hujan reda, umat Muslim juga dianjurkan untuk memanjatkan doa sebagai bentuk rasa syukur atas rahmat dan karunia Allah SWT.
Doa Setelah Hujan Reda:
Arab: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ
Latin: Muthirnā bi fadhlillāhi wa rahmatih.
Artinya: “Kami diturunkan hujan berkat karunia dan rahmat Allah.”
Keutamaan Berdoa Saat Hujan
Berdoa saat hujan turun bukan hanya sekadar amalan rutin, tetapi juga merupakan bentuk pengakuan akan kekuasaan dan kasih sayang Allah SWT. Waktu ini dianggap istimewa karena pintu-pintu langit terbuka, sehingga doa lebih mudah dikabulkan.
Ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan ketergantungan kepada Allah, memohon berkah, perlindungan dari bahaya, serta meningkatkan rasa syukur dan keimanan.
Memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa adalah salah satu cara untuk meneladani Nabi Muhammad SAW dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon kebaikan bagi diri sendiri, keluarga, dan seluruh umat.
Ikuti Ihram.co.id
