— Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, umat Muslim dianjurkan untuk menyucikan diri lahir dan batin. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melaksanakan mandi wajib atau mandi sunnah Idul Fitri.

Amalan ini bertujuan agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah salat Idul Fitri dalam keadaan suci dan nyaman. Meskipun hukumnya sunnah, mandi ini sangat dianjurkan karena meneladani kebiasaan Rasulullah SAW.

Mandi Idul Fitri memiliki tata cara khusus yang diawali dengan niat. Hal ini membedakannya dari mandi biasa. Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan ibadah salat Idul Fitri dapat dilaksanakan dengan lebih khusyuk dan sempurna.

Hukum Mandi Wajib Idul Fitri

Mandi sebelum melaksanakan salat Idul Fitri hukumnya adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Hal ini berdasarkan pada praktik Rasulullah SAW yang disebutkan dalam beberapa hadis.

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa beliau mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Ali bin Abi Thalib juga pernah menjelaskan bahwa mandi pada hari Jumat, Arafah, Idul Adha, dan Idul Fitri sangat dianjurkan.

Oleh karena itu, mandi sebelum Idul Fitri merupakan kebiasaan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Waktu Pelaksanaan Mandi Wajib Idul Fitri

Waktu pelaksanaan mandi sunnah Idul Fitri dapat dimulai sejak tengah malam tanggal 1 Syawal atau setelah terbit fajar hingga sebelum berangkat salat Id.

Namun, waktu yang paling utama adalah sesaat sebelum berangkat ke masjid atau lapangan tempat salat Id dilaksanakan. Hal ini agar umat Muslim dapat merasakan kesegaran dan kebersihan tubuh saat menjalankan ibadah.

Niat Mandi Wajib Idul Fitri

Niat merupakan elemen penting yang membedakan mandi wajib Idul Fitri dengan mandi biasa. Niat ini diucapkan dalam hati atau dilafalkan saat air pertama kali menyentuh tubuh. Berikut adalah bacaan niat mandi wajib Idul Fitri:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ اْلفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitul ghusla li ‘îdil fithri sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya berniat mandi untuk merayakan Idul Fitri sebagai sunah karena Allah SWT semata.”.

Tata Cara Mandi Wajib Idul Fitri

Tata cara mandi wajib Idul Fitri pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan mandi wajib pada umumnya, namun tetap memperhatikan beberapa sunnah untuk menyempurnakan ibadah. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Membaca Niat: Ucapkan niat mandi wajib Idul Fitri di dalam hati atau saat air mulai membasahi tubuh.
  2. Membaca Basmalah: Dianjurkan untuk memulai segala aktivitas dengan membaca “Bismillah”.
  3. Mencuci Tangan: Cuci kedua tangan hingga bersih sebanyak tiga kali sebelum memulai mandi.
  4. Membersihkan Kemaluan dan Kotoran: Bersihkan area kemaluan dan bagian tubuh lain yang terdapat kotoran atau najis.
  5. Berwudhu: Lakukan wudhu seperti wudhu untuk salat. Ini merupakan salah satu sunnah yang menyempurnakan mandi wajib.
  6. Mengguyur Kepala: Guyur kepala dengan air sebanyak tiga kali. Sela-sela rambut agar air merata hingga kulit kepala.
  7. Mendahulukan Sisi Kanan: Mulai guyur seluruh tubuh dari sisi kanan, kemudian lanjutkan ke sisi kiri. Ini sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW yang menyukai mendahulukan anggota tubuh bagian kanan.
  8. Menggosok dan Meratakan Air: Gosok seluruh tubuh, termasuk lipatan-lipatan tubuh seperti ketiak, pusar, dan sela-sela jari, untuk memastikan air merata hingga ke kulit.
  9. Mencuci Kaki: Setelah seluruh tubuh dibasuh, terakhir cuci kaki. Beberapa pandangan menyebutkan kaki dicuci terakhir setelah seluruh tubuh dibersihkan.

Penting untuk memastikan bahwa air mengalir ke seluruh bagian tubuh, termasuk rambut dan kulit, agar mandi dianggap sah. Penggunaan sabun dan sampo juga dianjurkan untuk kebersihan yang lebih optimal.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Setelah melaksanakan mandi wajib Idul Fitri, umat Muslim tetap dianjurkan untuk berwudhu kembali sebelum melaksanakan salat Idul Fitri agar salatnya sah. Pastikan seluruh bagian tubuh, termasuk area yang tertutup kuku panjang, terkena air saat berwudhu.

Selain mandi, ada beberapa amalan sunnah lain yang dianjurkan sebelum berangkat salat Idul Fitri, seperti memakai pakaian terbaik, menggunakan wewangian, dan makan secukupnya terlebih dahulu.

Dengan menunaikan mandi wajib dan mengamalkan sunnah-sunnah lainnya, diharapkan ibadah Idul Fitri dapat diterima oleh Allah SWT dan memberikan ketenangan lahir batin.