— Pasar kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) di Indonesia mencatatkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025. Di tengah persaingan yang semakin ketat, BYD berhasil mengukuhkan dominasinya sebagai merek mobil listrik terlaris, dengan BYD Atto 1 menjadi model paling banyak dibeli konsumen nasional sepanjang tahun lalu.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan wholesales mobil listrik murni di Indonesia sepanjang 2025 mencapai 103.931 unit. Capaian tersebut melonjak 140,64 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 43.188 unit, menandakan akselerasi adopsi kendaraan listrik di dalam negeri.

BYD Kuasai Pasar, Atto 1 Jadi Primadona

Dari total penjualan tersebut, BYD menjadi kontributor terbesar, melampaui para pesaingnya seperti Wuling, VinFast, Chery, hingga Aion. Model BYD Atto 1 tampil sebagai mobil listrik terlaris nasional dengan penjualan wholesales mencapai 22.582 unit sepanjang 2025.

Atto 1 pertama kali diperkenalkan kepada publik Indonesia pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 pada Juli lalu. Sejak peluncuran, model ini langsung menarik perhatian pasar berkat strategi harga agresif yang bersinggungan dengan segmen Low Cost Green Car (LCGC).

Di pasar domestik, BYD Atto 1 varian Dynamic dibanderol mulai Rp199 juta, sementara varian Premium dipasarkan dengan harga Rp235 juta on the road (OTR) Jakarta. Posisi harga tersebut dinilai menjadi faktor kunci yang mendorong lonjakan permintaan, terutama dari konsumen pemula kendaraan listrik.

Model BYD Lain Menyusul di Posisi Atas

Dominasi BYD tak hanya berhenti pada Atto 1. MPV listrik BYD M6 menempati posisi kedua mobil listrik terlaris 2025 dengan penjualan 10.682 unit, disusul SUV listrik BYD Sealion 07 yang mencatatkan 8.402 unit.

Sementara itu, Denza D9, MPV listrik premium dari sub-merek mewah BYD, juga menunjukkan performa solid dengan penjualan 7.474 unit sepanjang tahun. Kehadiran Denza D9 menandai semakin luasnya penetrasi BYD, mulai dari segmen terjangkau hingga premium.

Sejalan dengan ekspansi pasar, BYD tengah menyiapkan fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas awal mencapai 150.000 unit per tahun. Pabrik tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I/2026, sebagai bagian dari komitmen investasi dan lokalisasi produksi di Indonesia.

Pabrikan Lain Tetap Kompetitif

Di luar BYD, Chery J6 mencatatkan penjualan 6.070 unit sepanjang 2025. Model ini telah dirakit secara lokal dengan skema completely knocked down (CKD) di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Bekasi, Jawa Barat.

Mobil listrik asal Vietnam, VinFast VF e34, juga menunjukkan kinerja positif dengan penjualan 5.974 unit. VinFast sendiri telah membangun pabrik di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas awal 50.000 unit per tahun sebagai bagian dari rencana ekspansi jangka panjangnya di Indonesia.

Sementara itu, model lain yang masuk daftar 10 besar antara lain Wuling BinguoEV, Wuling Air EV, VinFast VF5, serta GAC Aion V, yang masing-masing mencatatkan penjualan ribuan unit sepanjang 2025.

Insentif Impor Berakhir, Fokus Produksi Lokal

Di sisi kebijakan, pemerintah menegaskan bahwa fasilitas impor utuh (CBU) untuk mobil listrik murni berakhir pada 31 Desember 2025. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Investasi Nomor 6 Tahun 2023 juncto Nomor 1 Tahun 2024, yang mengatur batas waktu pemberian insentif bagi produsen BEV.

Memasuki periode 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027, pabrikan otomotif diwajibkan memenuhi komitmen produksi lokal dengan skema 1:1, sesuai peta jalan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Ketentuan tersebut mencakup kesetaraan spesifikasi teknis, termasuk kapasitas baterai dan daya motor listrik. Apabila komitmen tak dipenuhi, pemerintah berhak mencairkan bank garansi sebagai bentuk sanksi.

Sejumlah produsen yang telah menikmati fasilitas impor sebelumnya antara lain BYD, Geely, VinFast, serta PT National Assembler yang membawahi merek Citroën, Aion, Maxus, dan Volkswagen. Total nilai investasi yang telah dikomitmenkan para produsen tersebut mencapai sekitar Rp15,52 triliun, dengan kewajiban memulai produksi lokal BEV pada 2026.

10 Mobil Listrik Terlaris di Indonesia Sepanjang 2025

  1. BYD Atto 1 – 22.582 unit
  2. BYD M6 – 10.682 unit
  3. BYD Sealion 07 – 8.402 unit
  4. Denza D9 – 7.474 unit
  5. Chery J6 (termasuk J6T) – 6.070 unit
  6. VinFast VF e34 – 5.974 unit
  7. Wuling BinguoEV – 4.213 unit
  8. Wuling Air EV – 3.894 unit
  9. VinFast VF5 – 3.106 unit
  10. GAC Aion V – 3.087 unit