Ihram.co.id — Pembalap Scuderia Ferrari, Lewis Hamilton, menduga dominasi Mercedes-AMG Petronas Formula One Team pada sesi kualifikasi awal musim Formula 1 2026 berkaitan dengan penggunaan mode mesin khusus yang mirip dengan “party mode”.
Menurut Hamilton, Mercedes kemungkinan memiliki pengaturan mesin yang mampu memberikan lonjakan tenaga signifikan pada sesi kualifikasi, sehingga menciptakan selisih waktu cukup besar dibandingkan para rivalnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah Mercedes tampil sangat kuat dalam dua sesi kualifikasi pertama musim ini, yakni di Australian Grand Prix serta kualifikasi sprint F1 GP China 2026.
Mercedes Terlihat Sangat Kuat di Satu Lap
Pada awal musim F1 2026, Mercedes menunjukkan performa luar biasa dalam sesi kualifikasi satu lap.
Mobil mereka mampu mencatatkan waktu yang jauh lebih cepat dibandingkan pesaing utama seperti Ferrari dan McLaren. Namun, keunggulan besar tersebut tidak selalu terlihat sebesar itu saat balapan berlangsung.
Hal ini juga terlihat pada sprint race di China. Pembalap Mercedes George Russell memang berhasil meraih kemenangan, tetapi ia sempat mendapat tekanan ketat dari pembalap Ferrari di fase awal lomba.
Hamilton yang finis di posisi ketiga melihat pola performa Mercedes yang melonjak drastis saat sesi kualifikasi memasuki fase tertentu.
Hamilton Sebut Mirip “Party Mode”
Hamilton mengaku cukup memahami cara kerja Mercedes karena ia pernah membela tim tersebut selama lebih dari satu dekade dan meraih enam gelar juara dunia bersama mereka.
Berdasarkan pengalamannya, ia menduga Mercedes memiliki mode mesin tambahan yang diaktifkan khusus saat sesi kualifikasi.
Mode tersebut mirip dengan “party mode”, istilah yang dulu digunakan untuk menggambarkan pengaturan mesin Mercedes yang menghasilkan tenaga ekstra dalam satu lap cepat.
“Saya berada di Mercedes dalam waktu yang sangat lama, jadi saya tahu bagaimana cara kerjanya di sana,” kata Hamilton.
“Dalam kualifikasi mereka punya mode lain yang bisa mereka aktifkan, mirip seperti party mode di masa lalu.”
Ia menambahkan bahwa mode tersebut tampaknya mulai digunakan ketika sesi kualifikasi memasuki tahap Q2.
Lonjakan Performa Terlihat di Q2
Hamilton menilai perbedaan performa Mercedes dengan rival-rivalnya terlihat jelas ketika sesi kualifikasi beralih dari Q1 ke Q2.
Pada Q1, jarak Ferrari dengan Mercedes masih relatif kecil. Namun setelah itu, selisih waktu meningkat secara signifikan.
“Di Q1 kami tidak terlalu jauh tertinggal,” ujarnya.
“Tapi tiba-tiba ada lompatan besar. Awalnya mungkin hanya sekitar satu persepuluh detik, lalu tiba-tiba menjadi setengah detik. Itu langkah yang sangat besar.”
Menurut Hamilton, tim Ferrari kini harus mencari tahu sumber keunggulan tersebut agar bisa menyaingi Mercedes pada sesi kualifikasi.
Ferrari Tetap Kompetitif Saat Balapan
Meski mengakui keunggulan Mercedes dalam satu lap cepat, Hamilton menegaskan bahwa performa Ferrari tetap kompetitif dalam kondisi balapan.
Dalam sprint race di Shanghai International Circuit, Hamilton bahkan sempat memimpin balapan sebelum akhirnya finis di posisi ketiga di belakang Russell dan rekan setimnya Charles Leclerc.
Ia mengungkapkan bahwa mobil Ferrari SF-26 terasa sangat baik sepanjang akhir pekan, meskipun masalah degradasi ban depan kiri membuatnya kehilangan posisi di fase akhir lomba.
“Tim melakukan pekerjaan luar biasa akhir pekan ini,” kata Hamilton.
“Mobil terasa sangat bagus dan balapan sangat menyenangkan. Sayangnya saya mengalami masalah dengan ban depan kiri yang akhirnya membuat saya turun ke posisi ketiga.”
Ferrari Ingin Dekati Mercedes di Kualifikasi
Hamilton menilai keberhasilan Ferrari menempatkan dua mobil di barisan depan menjadi bukti kerja keras seluruh tim di pabrik dan di lintasan.
Namun ia menegaskan bahwa Ferrari masih harus meningkatkan performa terutama pada sesi kualifikasi agar bisa benar-benar menantang Mercedes dalam perebutan kemenangan.
“Kami harus mencari tahu apa yang membuat mereka begitu cepat,” ujarnya.
“Mudah-mudahan kami bisa membuat langkah maju agar lebih dekat dengan mereka di kualifikasi.”
Dengan musim F1 2026 yang masih panjang, persaingan antara Mercedes, Ferrari, dan tim-tim papan atas lainnya diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa seri mendatang.
Ikuti Ihram.co.id
