— Pembalap Luca Marini menilai hasil podium seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand kemungkinan sudah dapat diprediksi. Ia menyebut peluang Honda untuk menembus tiga besar masih terbatas, meski melihat perkembangan positif tim jelang musim baru.

Seri pembuka musim MotoGP 2026 dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Buriram, Thailand, yang menjadi ajang pembuktian awal bagi seluruh pabrikan setelah rangkaian tes pramusim.

Honda Tunjukkan Tren Positif Meski Musim Sulit

Secara hasil, musim lalu menjadi salah satu periode sulit bagi Honda. Pabrikan asal Jepang itu hanya finis di posisi keempat dari lima konstruktor pada klasemen akhir.

Meski demikian, perkembangan performa motor Honda dinilai menunjukkan arah positif. Hasil finis posisi ketujuh yang diraih Marini pada seri penutup musim lalu membantu Honda naik dalam peringkat sistem konsesi MotoGP — peningkatan pertama sejak sistem tersebut direvisi pada 2023.

Sistem konsesi sendiri memberi keuntungan pengembangan tambahan bagi pabrikan yang kesulitan bersaing, termasuk kesempatan uji coba lebih banyak dan fleksibilitas teknis.

Marini pun berharap Honda dapat melangkah lebih maju pada musim 2026, meski ia menilai peluang kejutan besar pada seri pembuka cukup kecil.

Marini: Podium Thailand “Sudah Ditentukan”

Usai rangkaian tes pramusim di Sepang dan Buriram, Marini memberikan gambaran kekuatan masing-masing tim menjelang balapan pertama musim ini.

Ia menilai banyak pembalap mampu bersaing di posisi lima besar, namun komposisi podium disebutnya hampir pasti sudah dapat diprediksi.

Menurut Marini, fokus utama Honda saat ini adalah memaksimalkan sesi kualifikasi agar dapat mengamankan posisi start yang lebih baik.

Ia memperkirakan performa Honda cukup realistis untuk finis di tujuh besar, dengan peluang lebih baik jika pengembangan motor berjalan sesuai rencana menjelang balapan.

Target Honda: Menang Secara Murni

Meski Marini tidak terlalu optimistis soal peluang kemenangan di Thailand, manajemen Honda tetap menargetkan hasil besar musim ini.

Bos tim Honda Alberto Puig sebelumnya menyatakan keyakinannya bahwa tim mampu meraih kemenangan secara murni melalui peningkatan performa motor.

Pada musim lalu, pembalap satelit Honda, Johann Zarco, sempat mempersembahkan kemenangan bagi pabrikan Jepang pada balapan kandangnya di Le Mans. Namun kemenangan tersebut terjadi dalam kondisi hujan ekstrem yang membuat peta persaingan berbeda dari biasanya.

Seri Pembuka Jadi Tolok Ukur Kekuatan Tim

MotoGP Thailand 2026 akan menjadi indikator awal kekuatan masing-masing tim setelah pengembangan besar selama pramusim. Meski tidak menargetkan podium, Honda berharap dapat menunjukkan kemajuan signifikan dan memperkecil jarak dengan tim papan atas.

Bagi Luca Marini, hasil di Buriram akan memberikan gambaran nyata posisi Honda dalam peta persaingan musim 2026 sekaligus menentukan arah pengembangan tim sepanjang musim.