— Pembalap tim pabrikan Honda, Luca Marini, mengungkap pandangannya terkait penurunan performa tim dalam beberapa musim terakhir di MotoGP. Adik tiri legenda MotoGP Valentino Rossi itu menilai ketergantungan tim terhadap kemampuan luar biasa Marc Márquez di masa lalu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah pengembangan motor.

Dalam wawancara terbaru, Marini menjelaskan kondisi internal tim Honda dalam beberapa tahun terakhir serta tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan performa motor agar kembali kompetitif di papan atas MotoGP.

Baca Juga: Honda Masih Terpuruk Jelang MotoGP 2026, Luca Marini Ungkap Masalah Utama

Ketergantungan pada Marc Marquez Hambat Pengembangan Motor

Marini menyebut Honda sebelumnya memiliki kepercayaan besar terhadap kemampuan Márquez, yang dinilai mampu menutupi kekurangan teknis motor melalui bakat dan gaya balapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pengembangan teknis motor tidak berjalan optimal dalam jangka panjang.

Ia menjelaskan bahwa Honda sempat mengandalkan kemampuan individu pembalap untuk mengatasi kelemahan motor di lintasan, sehingga tim sedikit kehilangan arah dalam pengembangan teknis.

Marini juga menyoroti perbedaan pendekatan antar pembalap dalam memahami motor. Ia menekankan pentingnya pemahaman teknis terhadap karakteristik motor, bukan hanya mengandalkan kemampuan mendorong motor hingga batas maksimal.

Pendekatan tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting untuk membantu tim meningkatkan performa secara berkelanjutan.

Evaluasi Internal Honda dalam Beberapa Musim Terakhir

Sejak bergabung dengan Honda, Marini turut merasakan langsung proses evaluasi internal tim dalam upaya meningkatkan daya saing. Dalam beberapa musim terakhir, Honda memang mengalami penurunan performa dibanding rival seperti Ducati dan KTM.

Meski begitu, Marini menilai tim terus melakukan pembenahan, termasuk melalui pengembangan motor dan peningkatan kerja sama antara pembalap serta teknisi.

Pada musim 2025, Marini menjalani musim yang cukup solid bersama rekan setimnya, Joan Mir. Ia berharap paket motor untuk musim 2026 mampu memberikan peningkatan signifikan, terutama setelah hasil tes pramusim di Sepang menunjukkan tanda-tanda positif bagi tim.

Selain performa tim, masa depan Marini di Honda juga menjadi sorotan. Kontraknya bersama tim belum sepenuhnya pasti untuk jangka panjang.

Di sisi lain, beredar rumor bahwa bintang Fabio Quartararo berpotensi bergabung dengan Honda mulai musim 2027. Jika transfer tersebut terjadi, posisi Marini di tim pabrikan Honda berpotensi terpengaruh.

Spekulasi menyebut Marini bisa kembali ke tim VR46 atau mencari peluang di tim lain, tergantung performanya sepanjang musim 2026.

Baca Juga: Honda Tunjukkan Kebangkitan Jelang MotoGP 2026, Performa RC213V Kian Kompetitif

Dengan berbagai evaluasi dan pengembangan yang dilakukan, Honda menargetkan kebangkitan performa pada musim MotoGP 2026. Masukan dari pembalap seperti Marini diharapkan membantu tim menemukan arah pengembangan yang lebih tepat.

Performa Marini musim ini juga diyakini akan menjadi faktor penting dalam menentukan masa depannya di MotoGP sekaligus arah strategi Honda dalam jangka panjang.