— Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menegaskan bahwa timnya tidak akan bermain bertahan dan bertekad untuk meraih kemenangan saat menghadapi Galatasaray pada leg pertama babak play-off Liga Champions. Pertandingan krusial ini dijadwalkan akan berlangsung di kandang Galatasaray, RAMS Park, pada Rabu (18/2/2026) pukul 00:45 WIB. Spalletti menekankan bahwa Juventus akan berusaha memainkan pertandingan dengan cara yang benar dan menunjukkan kualitas sesungguhnya.

Menurut Spalletti, atmosfer di Istanbul akan menjadi ujian bagi Juventus, baik secara teknis maupun mental. Ia menyatakan bahwa pertandingan ini merupakan ukuran yang jelas mengenai level kemampuan timnya saat ini. “Kami tahu kesulitan yang kami hadapi karena kami telah menyaksikan pertandingan mereka. Mereka adalah tim yang kuat, dan kami datang ke sini dengan layak untuk memainkan pertandingan ini,” ujar Spalletti, seperti dilansir dari Football Italia.

“Kami senang bisa bermain melawan lawan seperti ini. Kami akan mencoba memainkan pertandingan dengan cara yang benar, dan kita akan lihat tingkat kualitas yang kita miliki. Karena stadion-stadion ini menunjukkan kekuatan mental yang juga Anda perlukan.”

Juventus Hadapi Galatasaray di Babak Play-off

Juventus melaju ke babak play-off Liga Champions setelah finis di peringkat ke-13 klasemen liga fase, yang berarti mereka harus berjuang untuk lolos ke babak 16 besar. Sementara itu, Galatasaray menempati posisi ke-20 dalam klasemen tersebut, juga harus melalui jalur play-off. Pertemuan ini akan menjadi yang ketujuh kalinya bagi kedua tim di Liga Champions, namun ini adalah yang pertama kalinya terjadi di fase gugur.

Spalletti menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk bersembunyi bagi Juventus dalam pertandingan ini. Ia ingin timnya tampil menyerang dan berupaya untuk menang, meskipun Galatasaray memiliki reputasi kuat di kandang sendiri. “Kami tidak ingin bersembunyi, kami ingin memainkan pertandingan dan mencoba untuk menang,” tegas Spalletti. Ia juga menambahkan bahwa kedua leg akan sama pentingnya, dan keraguan sekecil apa pun bisa berakibat fatal. “Ketika ini adalah dua leg, kedua pertandingan itu penting. Keraguan apa pun bisa berakibat mahal,” tambahnya.

Kondisi Tim dan Taktik

Pelatih Juventus tersebut juga mengantisipasi kejutan taktis dari Galatasaray dan memperingatkan bahwa tuan rumah mungkin akan mencoba mengganggu pemainnya dengan intensitas tinggi. “Kita harus siap untuk pilihan Galatasaray. Kami mengantisipasi keputusan yang akan menciptakan kebingungan…” Juventus sendiri menghadapi beberapa kendala cedera, dengan beberapa pemain kunci dipastikan absen. Jonathan David, Dusan Vlahovic, dan Arkadiusz Milik dilaporkan tidak dapat bermain dalam pertandingan ini.

Secara taktik, Juventus di bawah asuhan Spalletti cenderung mengadopsi formasi 4-2-3-1 yang terstruktur, berfokus pada kekompakan pertahanan dan progresi permainan yang terkontrol. Pasangan bek tengah yang dipimpin oleh Bremer menjadi jangkar tim yang belum kebobolan dalam tiga pertandingan terakhir Liga Champions mereka, menekankan kedisiplinan posisi daripada intensitas menekan. Manuel Locatelli dan Teun Koopmeiners memberikan keseimbangan di lini tengah, mendaur ulang penguasaan bola dan memperlambat transisi, sementara fase serangan disalurkan melalui Kenan Yıldız.

Rekor Pertemuan dan Statistik

Secara historis, Galatasaray memiliki catatan yang cukup baik melawan Juventus di Liga Champions. Tim asal Turki tersebut hanya kalah satu kali dari enam pertemuan sebelumnya dengan Juventus, dengan catatan dua kemenangan dan tiga kali imbang. Galatasaray juga memenangkan pertemuan terakhir mereka 1-0 pada Desember 2013. Lebih lanjut, Juventus belum pernah meraih kemenangan tandang melawan Galatasaray di kompetisi ini, dengan mencatat satu hasil imbang dan dua kekalahan.

RAMS Park juga terbukti menjadi medan yang sulit bagi tim-tim Italia secara umum. Galatasaray belum pernah kalah di kandang Eropa melawan tim-tim Serie A. Pertandingan leg pertama ini akan menjadi ujian klasik kontras gaya permainan: intensitas Istanbul melawan penahanan Italia. Galatasaray diperkirakan akan mencoba mempercepat permainan, menekan sejak awal dan mengalirkan bola dengan cepat ke Victor Osimhen, didukung oleh pendukung yang seringkali memperkuat momentum.

Sementara itu, Juventus diperkirakan akan memampatkan ruang, menurunkan tempo, dan mengandalkan momen serangan selektif melalui Yıldız serta fase transisi. Keseimbangan antara intensitas tuan rumah dan disiplin Spalletti akan menentukan apakah pertandingan akan terbuka atau tetap berada dalam keseimbangan yang rapuh menjelang leg kedua.

Leg pertama play-off Liga Champions antara Galatasaray dan Juventus dijadwalkan pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 17:45 GMT (Rabu, 18 Februari 2026, pukul 00:45 WIB). Laga ini merupakan bagian dari format baru Liga Champions UEFA, yang menjanjikan ketegangan lebih tinggi dan bentrokan tingkat atas.