Ihram.co.id — Musim transfer Premier League kembali memanas dengan klub-klub papan atas diprediksi akan kembali menggelontorkan dana besar untuk memperkuat skuad mereka. Namun, sorotan kini tertuju pada rekor pengeluaran yang telah dicatatkan oleh klub-klub Inggris dalam lima musim terakhir.
Sebuah laporan terbaru mengungkap daftar pengeluaran bersih (net spend) klub-klub Premier League selama lima musim terakhir, yang secara mengejutkan menempatkan Manchester United di puncak daftar teratas. Setan Merah tercatat memiliki pengeluaran bersih sebesar €783 juta (sekitar Rp 12,6 triliun dengan kurs Rp 16.000 per euro).
Posisi kedua ditempati oleh pemimpin klasemen sementara Premier League, Arsenal, dengan total pengeluaran bersih €770 juta (sekitar Rp 12,4 triliun). Diikuti oleh Chelsea dan Tottenham Hotspur di peringkat ketiga dan keempat, dengan angka masing-masing €755 juta (sekitar Rp 12,1 triliun) dan €666 juta (sekitar Rp 10,7 triliun).
Menariknya, Manchester City, yang seringkali dianggap sebagai tim dengan pengeluaran terbesar karena kekuatan finansialnya, justru berada di peringkat ketujuh. Sementara itu, Liverpool menempati posisi keenam, hanya satu tingkat di atas City. Satu-satunya klub yang berhasil mencatatkan pengeluaran bersih negatif (artinya mereka mendapatkan keuntungan dari penjualan pemain) adalah Brighton & Hove Albion, dengan angka -€2,8 juta (sekitar Rp 45 juta).
Analisis Pengeluaran Klub Premier League
| Peringkat | Klub | Pengeluaran Neto (Juta Euro) | Estimasi (Rupiah) |
| 1 | Manchester United | €783M | Rp 12,6 Triliun |
| 2 | Arsenal | €770M | Rp 12,4 Triliun |
| 3 | Chelsea | €755M | Rp 12,1 Triliun |
| 4 | Tottenham Hotspur | €666M | Rp 10,7 Triliun |
| 5 | Newcastle United | €430M* | Rp 8,6 Triliun |
| 6 | Liverpool | €426M* | Rp 8,5 Triliun |
| 7 | Manchester City | €397M* | Rp 8,0 Triliun |
Data pengeluaran bersih ini mencakup periode lima musim terakhir, yang secara umum merujuk pada rentang waktu dari musim panas 2021 hingga saat ini. Pengeluaran bersih dihitung dari total biaya transfer yang dikeluarkan untuk membeli pemain dikurangi total biaya transfer yang diterima dari penjualan pemain.
Manchester United menduduki puncak daftar ini dengan pengeluaran bersih sebesar £684,61 juta (sekitar Rp 13,7 triliun) berdasarkan sumber lain yang menganalisis periode yang sedikit berbeda. Hal ini menunjukkan komitmen klub untuk terus berinvestasi dalam skuadnya demi meraih kembali kejayaan di liga domestik dan Eropa, meskipun dalam beberapa musim terakhir performa mereka belum konsisten.
Arsenal berada di posisi kedua dengan pengeluaran bersih £675,77 juta (sekitar Rp 13,5 triliun). Klub asal London Utara ini telah menunjukkan peningkatan performa yang signifikan di bawah asuhan Mikel Arteta, yang didukung oleh investasi besar dalam skuadnya, termasuk rekrutan mahal seperti Declan Rice dan Kai Havertz. Namun, Arsenal belum berhasil menjual pemain dengan nilai transfer di atas £30 juta dalam periode ini, yang berkontribusi pada tingginya angka pengeluaran bersih mereka.
Chelsea menempati posisi ketiga dengan pengeluaran bersih £662,04 juta (sekitar Rp 13,2 triliun). Sejak akuisisi oleh Todd Boehly, Chelsea telah memecahkan rekor transfer di Inggris dua kali, menunjukkan ambisi besar mereka di bursa transfer. Meskipun demikian, klub ini juga berhasil mendapatkan pemasukan signifikan dari penjualan pemain.
Tottenham Hotspur berada di urutan keempat dengan pengeluaran bersih £569,24 juta (sekitar Rp 11,4 triliun). Angka ini cukup mengejutkan mengingat reputasi Tottenham yang dikenal sebagai klub yang berhati-hati dalam pengeluaran transfer di bawah kepemimpinan Daniel Levy. Namun, transfer besar seperti pembelian Richarlison dan penjualan Harry Kane menunjukkan adanya pergerakan finansial yang signifikan.
Klub Lainnya dan Kejutan di Papan Tengah
Newcastle United melengkapi lima besar dengan pengeluaran bersih £430,61 juta (sekitar Rp 8,6 triliun). Sejak diambil alih oleh pemilik baru yang didukung oleh Arab Saudi, Newcastle telah aktif di pasar transfer, termasuk rekrutan besar seperti Alexander Isak.
Liverpool, yang seringkali dipuji karena efisiensi transfernya, berada di posisi keenam dengan pengeluaran bersih £426,77 juta (sekitar Rp 8,5 triliun). Meskipun menghabiskan £450 juta pada jendela transfer musim panas lalu, Liverpool menunjukkan keahlian dalam mengelola keuangan transfer mereka, bahkan pernah mencatatkan surplus pada musim 2019/20.
Manchester City, yang sering diasosiasikan dengan pengeluaran besar, berada di peringkat ketujuh dengan £397,78 juta (sekitar Rp 8 triliun). Meskipun jumlah ini terbilang besar, City berhasil mengimbangi pengeluaran mereka dengan penjualan pemain yang menguntungkan, seperti Raheem Sterling dan Gabriel Jesus.
Ikuti Ihram.co.id
