Manisa BBSK, klub voli putri Turki yang pernah diperkuat Megawati Hangestri, kini berada di ambang juara liga musim 2025/2026. Situasi ini berbanding terbalik dengan nasib klub Megawati sebelumnya di Korea Selatan, Red Sparks, yang terbenam di dasar klasemen V-League.

Perbedaan nasib kedua tim ini menjadi sorotan setelah Megawati Hangestri memutuskan kembali ke Indonesia untuk bermain di Proliga 2026 bersama Jakarta Pertamina Enduro. Kepulangan Megawati tampaknya membawa dampak yang sangat signifikan bagi performa kedua klub di luar negeri.

Manisa BBSK di Puncak Klasemen Liga Turki

Manisa BBSK menunjukkan performa impresif di Kadinlar 1 Ligi (Liga 1 Putri Turki) musim 2025/2026. Hingga pekan ke-21, tim yang bermarkas di Manisa ini berhasil memimpin klasemen sementara. Keberhasilan ini mengindikasikan bahwa Manisa BBSK semakin dekat dengan gelar juara liga.

Data dari Turkiye Voleybol Federasyonu menunjukkan konsistensi Manisa BBSK dalam mempertahankan posisinya di puncak. Performa solid ini dicapai meskipun tanpa kehadiran Megawati Hangestri yang menjadi salah satu pemain kunci pada musim sebelumnya. Kepergian Megawati tampaknya tidak serta-merta melemahkan tim, melainkan memicu semangat juang yang lebih tinggi untuk meraih prestasi.

Red Sparks Terpuruk di Dasar Klasemen V-League

Sebaliknya, Daejeon JungKwanJang Red Sparks, klub Megawati di Liga Voli Korea Selatan (V-League), mengalami musim yang sangat sulit. Tim ini terdampar di dasar klasemen V-League 2025/2026. Hingga kini, Red Sparks hanya mampu mengumpulkan 20 poin dari 30 pertandingan yang telah dilakoni, dengan catatan 6 kemenangan dan 24 kekalahan.

Keterpurukan Red Sparks sudah terlihat sejak awal musim, dimulai dari KOVO Cup 2026 di mana mereka hanya mampu finis di peringkat kelima. Tren minor ini berlanjut ke V-League. Pemilihan pemain asing yang dinilai kurang tepat, seperti pengganti Megawati, Elisa Zanette dan Wipawee Srithong, serta faktor kebugaran pemain, disebut-sebut menjadi pemicu utama anjloknya performa tim.

Bahkan, Wipawee Srithong tidak sempat melakukan debut karena harus dicoret saat masih dalam masa pemulihan cedera. Hasil minor ini terlihat dari 11 kekalahan beruntun yang mereka alami. Performa Red Sparks musim ini sangat kontras dengan musim sebelumnya yang berhasil tampil gemilang berkat kontribusi Megawati.

Megawati Hangestri Bersinar di Proliga 2026

Sementara itu, di tanah air, Megawati Hangestri tampil gemilang bersama Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026. Ia berhasil membawa timnya lolos ke final four sebagai runner-up babak penyisihan dengan rekor 8 kemenangan dan 4 kekalahan. Megawati juga menjadi salah satu top skor sementara Proliga 2026, menunjukkan bahwa performanya tidak menurun meski telah kembali bermain di Indonesia.

Hingga awal Maret 2026, Megawati telah mengumpulkan lebih dari 170 poin di Proliga 2026, menjadikannya satu-satunya pemain lokal yang mampu menembus jajaran 10 besar daftar pencetak poin terbanyak, bersaing dengan pemain-pemain asing.

Perbedaan nasib antara Manisa BBSK yang berpeluang juara dan Red Sparks yang terpuruk menjadi bukti betapa krusialnya peran Megawati Hangestri bagi kedua tim di luar negeri. Keputusannya untuk kembali ke Indonesia ternyata berdampak signifikan pada dinamika kompetisi di liga masing-masing.