— Barcelona secara nyaman memastikan diri lolos ke babak selanjutnya Liga Champions. Namun, momen tersebut diwarnai drama tak terduga saat rival abadi mereka, Real Madrid, justru tersingkir dari persaingan 8 besar.

Real Madrid sempat berada di posisi kedelapan klasemen hingga menit-menit akhir pertandingan. Nasib mereka berubah drastis setelah Sporting CP berhasil mencetak gol kemenangan atas Athletic Club, yang kemudian mendorong Madrid ke babak playoff.

Penderitaan Madrid semakin lengkap ketika Benfica berhasil mencetak gol keempat ke gawang mereka, yang dijebol oleh sang penjaga gawang. Gol tersebut memastikan Real Madrid harus menghadapi babak playoff Liga Champions.

Momen Mengetahui Kekalahan Madrid

Gelandang muda Barcelona, Marc Casado, menceritakan bagaimana timnya mengetahui kabar mengejutkan mengenai kekalahan Real Madrid tersebut. Momen itu terjadi tak lama setelah Barcelona menyelesaikan pertandingan mereka.

“Saya sedang meninggalkan stadion ketika pertandingan kami berakhir, dengan senang hati kami telah menyelesaikan tugas kami. Memang benar bahwa saat kami melakukan latihan pendinginan, Anda bisa mendengar orang-orang merayakan beberapa gol,” ungkap Casado kepada Gerard Romero.

Casado menambahkan bahwa perayaan tersebut berasal dari gol telat yang dicetak oleh Sporting CP, yang membuat Real Madrid keluar dari 8 besar dan harus berjuang di babak playoff. Beberapa penonton di tribun juga menyampaikan informasi tersebut kepada para pemain Barcelona.

“Bayangkan. Ada juga beberapa orang di tribun yang memberi tahu kami bagaimana perkembangannya, mereka merusaknya bagi kami,” ujarnya.

Gol Kiper Benfica Jadi Penentu

Pemain berusia 20 tahun itu kemudian menjelaskan lebih detail bagaimana ia mengetahui skor akhir yang memastikan nasib Real Madrid. “Ketika pertandingan berakhir, saya melihat ke tribun, melihat seorang teman yang ada di sana, dan dia berkata kepada saya ‘4-2,’ dan sekarang mereka (Real Madrid) harus memainkan [babak playoff],” tambahnya.

Casado menyadari bahwa Real Madrid, yang sebelumnya berada di peringkat ketiga sebelum pertandingan dimulai, kini harus memainkan pertandingan tambahan. “Ya, mereka harus memainkan beberapa pertandingan ekstra, dan yah, pada akhirnya begitulah, Anda harus memainkan playoff, dua pertandingan ekstra, dua minggu ekstra yang penuh dengan pertandingan, dan selalu lebih baik untuk menghindarinya,” jelasnya.

Sebagai penutup, Casado menyatakan ketidak sukaannya terhadap Real Madrid. “Mustahil. Saya tidak suka warna putih. Selalu Blaugrana,” tegasnya, merujuk pada warna kebesaran klubnya, Barcelona.