— Musim MotoGP 2026 diprediksi akan menjadi salah satu musim paling menarik dalam sejarah balap motor grand prix. Ambisi Marc Marquez untuk meraih gelar juara dunia kedelapan menjadi sorotan utama, seiring dengan dimulainya rangkaian tes pramusim yang telah berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 29-31 Januari, diikuti tes resmi pada 3-5 Februari.

Seri pembuka musim 2026 akan segera bergulir di Sirkuit Buriram, Thailand, pada 27 Februari hingga 1 Maret, menandai dimulainya perburuan poin dalam kalender yang padat dengan 22 seri balapan di lima benua.

Marc Marquez, yang kembali ke lintasan setelah cedera bahu yang dialami pada MotoGP Indonesia Oktober lalu, siap tampil sebagai favorit utama di seri pembuka. Ini akan menjadi kali pertama sejak 2020 Marquez memulai musim sebagai juara dunia bertahan.

Perjalanan Marquez menuju gelar kedelapan ini tidak akan mudah, mengingat persaingan ketat dari para pembalap top lainnya yang juga memiliki ambisi besar untuk meraih podium tertinggi.

Persaingan Juara Dunia dan Debutan Menarik

Musim 2026 akan kembali diramaikan oleh kehadiran para mantan juara dunia MotoGP. Di antaranya adalah Jorge Martin (Aprilia Racing), juara 2024. Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team), juara 2023 dan 2022. Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP), juara 2021, serta Joan Mir (Honda HRC Castrol), juara 2020. Kelima pembalap ini telah merasakan manisnya gelar juara dan siap memberikan perlawanan sengit terhadap Marquez.

Selain itu, MotoGP 2026 juga akan menyambut debutan yang sangat dinantikan, yaitu Toprak Razgatlioglu. Juara World Superbike (WorldSBK) tiga kali ini akan bergabung dengan Prima Pramac Yamaha MotoGP.

Razgatlioglu akan menjadi pembalap Turki pertama yang berlaga di MotoGP, membawa serta bakat luar biasa yang diharapkan mampu mengguncang peta persaingan. Meski kans meraih gelar juara dunia di musim debutnya terbilang kecil, kehadirannya dipastikan akan menambah warna dan keseruan dalam setiap seri balapan.

Perubahan Regulasi dan Kontrak Pembalap

Musim 2026 akan menjadi musim terakhir sebelum era baru regulasi teknis yang signifikan pada tahun 2027. Perubahan ini mencakup penurunan kapasitas mesin dari 1000cc menjadi 850cc, serta penggunaan ban dari Pirelli.

Selain itu, ada pula aturan baru yang bertujuan meningkatkan keselamatan marshal, di mana pembalap tidak lagi diizinkan menyalakan kembali motor di area run-off setelah kecelakaan. Motor yang tidak menyala setelah insiden akan dipindahkan ke area servis di belakang pembatas keselamatan untuk upaya restart.

Menjelang musim baru, hampir seluruh grid pembalap akan memasuki tahun kontrak terakhir mereka di akhir 2026, yang mengisyaratkan potensi perombakan besar-besaran di pasar pembalap untuk musim 2027.

Perhatian besar juga tertuju pada negosiasi kontrak Marc Marquez dengan Ducati. Meskipun dikabarkan telah mencapai kesepakatan perpanjangan dua tahun hingga 2028, detail kontrak dan durasinya masih menjadi subjek spekulasi, dengan laporan menyebutkan Marquez menginginkan kontrak 1+1 tahun karena ketidakpastian regulasi 2027.

Lintasan Baru dan Motor Inovatif

Kalender MotoGP 2026 akan menyajikan 22 seri balapan yang tersebar di lima benua, termasuk kembalinya Brasil dan pergeseran jadwal beberapa seri Eropa. Musim ini juga akan menjadi saksi peluncuran motor-motor baru dengan teknologi inovatif.

Yamaha, misalnya, akan memperkenalkan mesin V4 untuk pertama kalinya pada YZR-M1, sebuah perubahan filosofi besar bagi pabrikan Iwata tersebut. Perubahan ini diharapkan dapat mengembalikan Yamaha ke jajaran tim papan atas.

Selain itu, MotoGP 2026 akan memperkenalkan kelas balap baru yang menampilkan motor Harley-Davidson, yang dikenal sebagai “Harley-Davidson Bagger World Cup”. Kelas pendukung ini akan berkompetisi di enam seri Eropa dan Amerika Utara, menambah variasi tontonan bagi para penggemar.