Ihram.co.id — Mantan juara dunia 125cc musim 2009, Julian Simon, melontarkan pernyataan tajam terkait persaingan internal tim Ducati Lenovo Team di ajang MotoGP. Ia menilai kehadiran Marc Marquez di tim pabrikan Ducati sejak musim 2025 telah “menghancurkan” performa rekan setimnya, Francesco Bagnaia.
Komentar tersebut disampaikan Simon dalam wawancara dengan media Spanyol LaSexta, di mana ia menyoroti dampak langsung kedatangan Marquez terhadap dinamika persaingan di dalam garasi Ducati.
Baca Juga: Bos Ducati Sebut Bagnaia Siap Jadi Ancaman Bagi Marc Marquez di MotoGP 2026
“Marc adalah monster, pembalap yang paling saya takuti. Anda bisa melihat percikan itu sejak awal. Dia tidak memiliki batas dan merupakan pembalap paling lapar yang pernah saya lihat,” kata Simon.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Marquez di tim yang sama dengan Bagnaia membuat tekanan kompetitif meningkat drastis.
“Dia bersama Pecco, yang sebelumnya salah satu kandidat kuat juara, dan dia menghancurkannya. Ketika dia ada, target realistis Anda hanya finis kedua,” ujarnya.
Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan karena menggambarkan betapa dominannya pengaruh Marquez di Ducati serta dampaknya terhadap pembalap lain, termasuk juara dunia dua kali seperti Bagnaia.
Kebangkitan Marquez dan Dampaknya di Ducati
Marc Marquez bergabung dengan Ducati Lenovo Team pada musim 2025 setelah sempat menjalani periode sulit akibat cedera panjang saat masih membela Repsol Honda Team. Sebelumnya, ia memulai proses kebangkitannya bersama Gresini Racing pada musim 2024.
Juara dunia delapan kali itu dikenal memiliki mentalitas balap agresif dan determinasi tinggi. Adaptasinya yang cepat terhadap motor Ducati serta kemampuannya kembali bersaing di barisan depan disebut menjadi faktor yang meningkatkan tekanan internal tim.
Kehadiran Marquez juga dinilai mengubah keseimbangan kekuatan di Ducati yang sebelumnya dibangun di sekitar Bagnaia sebagai pembalap utama proyek jangka panjang pabrikan asal Italia tersebut.
Penurunan Performa Bagnaia Musim 2025
Performa Francesco Bagnaia sepanjang musim 2025 memang menjadi perhatian. Pembalap asal Italia itu sebelumnya tampil dominan dengan meraih gelar juara dunia MotoGP pada 2022 dan 2023 bersama Ducati.
Namun pada musim 2025, performanya menurun dan ia hanya mampu finis di posisi lima klasemen akhir. Hasil tersebut jauh dari ekspektasi mengingat statusnya sebagai salah satu pembalap paling konsisten dalam beberapa musim sebelumnya.
Sejumlah faktor dinilai memengaruhi penurunan performa Bagnaia, antara lain:
- Adaptasi terhadap pengembangan motor Ducati generasi terbaru
- Persaingan internal yang semakin ketat setelah kedatangan Marquez
- Tekanan psikologis sebagai pemimpin proyek Ducati
- Konsistensi performa yang kalah dari rival utama
Meski demikian, Bagnaia menegaskan tetap optimistis menghadapi musim baru dan berjanji akan tampil lebih kompetitif.
Pembalap Italia itu menyatakan siap “membuat hidup Marquez lebih sulit” pada musim 2026, menandakan rivalitas internal tim diperkirakan semakin sengit.
Baca Juga: Bos Ducati Ungkap Penyebab Performa Buruk Bagnaia di 2025, Siapkan Perubahan untuk MotoGP 2026
Spekulasi Masa Depan Ducati dan Ancaman Talenta Baru
Situasi internal Ducati juga semakin menarik karena muncul spekulasi mengenai komposisi pembalap di masa depan. Sejumlah laporan media Eropa menyebut Ducati memantau perkembangan pembalap muda Pedro Acosta, yang tampil impresif bersama Red Bull KTM Factory Racing.
Acosta, juara dunia Moto3 2021 dan Moto2 2023, dianggap sebagai salah satu talenta paling menjanjikan generasi baru MotoGP. Kehadirannya di masa depan berpotensi menambah tekanan bagi Bagnaia jika Ducati melakukan perubahan susunan pembalap.
Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Ducati terkait rencana perekrutan tersebut.
Baca Juga: Ducati Terancam Kehilangan Fermin Aldeguer Jika Rekrut Pedro Acosta untuk MotoGP 2027
Musim MotoGP 2026 diperkirakan akan menjadi periode krusial bagi Ducati dalam mempertahankan dominasinya di kejuaraan. Persaingan antara Marquez dan Bagnaia diprediksi menjadi salah satu cerita utama musim ini, sekaligus menentukan arah proyek jangka panjang tim.
Apakah Bagnaia mampu bangkit dan kembali menantang gelar, atau dominasi Marquez semakin menguat, akan menjadi faktor penting dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP mendatang.
Ikuti Ihram.co.id
