— Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, mengungkapkan dirinya masih belum menemukan kenyamanan maksimal dengan motor Ducati GP26 setelah mengalami kegagalan finis pada seri pembuka MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Buriram.

Marquez harus menghentikan balapan lebih awal akibat kerusakan pada ban belakang yang dipicu benturan keras dengan kerb di tikungan keempat. Insiden tersebut terjadi saat ia sedang bersaing di barisan depan.

Sorotan terhadap performa Marquez memang tinggi memasuki musim 2026, terutama setelah pembalap Spanyol itu menjalani pemulihan panjang dari cedera bahu kanan yang dialaminya dalam kecelakaan di Indonesia tahun lalu. Ia bahkan sempat absen menunggangi motor MotoGP hingga sesi uji coba pramusim di Sepang.

Baca Juga: Hasil MotoGP Thailand 2026: Marco Bezzecchi Juara, Marc Marquez Alami Masalah Ban

Kondisi Fisik Belum 100 Persen Sejak Tes Pramusim

Sepekan sebelum seri pembuka musim, Marquez sudah mengakui pemulihan kondisi fisiknya belum berjalan sesuai harapan. Meski tetap turun balapan di Buriram, ia mengaku masih merasakan keterbatasan pada bahu kanan dan belum mencapai kebugaran penuh.

Situasi tersebut, menurut Marquez, memaksanya lebih fokus mengelola kondisi tubuh dibanding memaksimalkan performa motor.

“Saya lebih banyak mengatur kondisi tubuh dibanding ban. Saya masih belum merasa nyaman, jadi harus mengelola diri sendiri,” ujar Marquez.

Ia menambahkan bahwa dirinya masih berusaha menemukan kembali performa terbaik setelah berbagai cedera yang dialami dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya harus terus mendorong diri seperti beberapa tahun terakhir dan mencari tahu di mana 100 persen kemampuan saya sekarang,” katanya.

Performa Kompetitif Sebelum Insiden

Terlepas dari kondisi fisik yang belum optimal, Marquez menunjukkan performa kompetitif sepanjang akhir pekan balapan di Buriram.

Ia memulai balapan dari posisi kedua di belakang Marco Bezzecchi setelah tampil kuat di sesi kualifikasi. Pada Sprint Race, Marquez sempat finis kedua, namun kehilangan peluang kemenangan setelah mendapat penalti akibat manuver agresif terhadap Pedro Acosta.

Dalam balapan utama hari Minggu, Marquez sempat terlibat duel sengit dengan Acosta dan Jorge Martin dalam perebutan posisi podium. Namun pada lap ke-21, ia mengalami kebocoran ban belakang yang hampir membuatnya terjatuh sebelum akhirnya menepi dan menyatakan mundur dari balapan.

Insiden Aneh: Velg Rusak Usai Hantam Kerb

Marquez menjelaskan bahwa insiden terjadi ketika bagian belakang motornya kehilangan traksi di tikungan keempat. Ia mencoba mengendalikan motor dengan naik ke kerb sebelum kembali ke lintasan, namun keputusan tersebut justru berujung kerusakan serius.

Menurutnya, benturan tersebut menyebabkan kerusakan pada velg roda belakang.

“Bagian belakang motor tiba-tiba hilang grip. Saya mencoba mengangkat motor dengan naik ke kerb dan kembali ke lintasan. Itu bukan keputusan yang tepat,” jelasnya.

Baca Juga: MotoGP Thailand 2026: Michelin Jadi Sorotan Usai Marc Marquez Terpaksa Keluar Akibat Ban Pecah

Ducati Optimistis Kondisi Marquez Segera Membaik

Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, mengungkapkan bahwa Marquez menjelaskan insiden tersebut langsung kepada tim di garasi setelah balapan.

Tardozzi menyebut pembalapnya yakin musim ini akan lebih sulit dalam perebutan gelar juara, namun tetap menaruh kepercayaan besar pada tim teknis Ducati, termasuk insinyur utama Gigi Dall’Igna.

Menurutnya, Marquez sebenarnya berpeluang besar meraih podium sebelum insiden terjadi.

“Dia jelas kecewa karena kehilangan podium. Dia punya peluang besar setidaknya finis ketiga,” kata Tardozzi.

Meski demikian, Ducati optimistis kondisi fisik Marquez akan membaik dalam beberapa pekan ke depan, terutama terkait pemulihan cedera bahu kanan.

“Kami yakin dalam beberapa minggu ke depan kondisinya akan jauh lebih baik,” tambahnya.

Baca Juga: Klasemen Sementara MotoGP 2026: Pedro Acosta Pimpin Puncak, Marco Bezzecchi Tempel Ketat

Hasil di Thailand menjadi tantangan awal bagi Marquez dalam adaptasinya bersama Ducati GP26 sekaligus pemulihan performa pasca cedera. Meski menunjukkan kecepatan kompetitif, faktor kebugaran dan kenyamanan dengan motor masih menjadi pekerjaan rumah bagi juara dunia delapan kali tersebut.

Seri berikutnya akan menjadi ujian penting bagi Marquez untuk kembali menemukan performa terbaiknya dan bersaing dalam perebutan gelar MotoGP 2026.