— Pebalap Marco Bezzecchi akhirnya mengungkap penyebab insiden yang membuatnya gagal meraih kemenangan saat memimpin Sprint Race seri pembuka MotoGP Thailand 2026. Pebalap Italia itu mengalami crash ketika berada di posisi terdepan, mengakhiri peluang emasnya meraih poin maksimal di Sirkuit Buriram.

Insiden tersebut menjadi salah satu momen paling krusial dalam balapan sprint, mengingat Bezzecchi tampil dominan sejak awal lomba dan terlihat memiliki keunggulan ritme dibanding para rivalnya.

Baca Juga: Pedro Acosta Menang Sprint MotoGP Thailand 2026 secara Dramatis Usai Marc Márquez Dihukum Penalti

Kehilangan Grip Ban Depan Jadi Penyebab

Bezzecchi menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi akibat hilangnya cengkeraman ban depan saat memasuki tikungan. Ia mengaku tidak melakukan kesalahan besar dalam pengereman, namun kondisi grip berubah secara tiba-tiba.

Menurutnya, suhu lintasan yang tinggi serta karakter aspal Buriram membuat performa ban depan sulit diprediksi. Saat mencoba mempertahankan kecepatan di barisan depan, motor kehilangan traksi sehingga ia tidak mampu menghindari crash.

Pebalap Italia itu menegaskan bahwa dirinya sudah merasa nyaman dengan ritme balapan dan tidak mendorong motor secara berlebihan. Namun perubahan kecil pada level grip cukup untuk membuatnya kehilangan kendali.

Tampil Kompetitif Sejak Awal Sprint

Sebelum terjatuh, Bezzecchi menunjukkan performa impresif sepanjang Sprint Race. Ia berhasil melakukan start agresif dan langsung bersaing di barisan depan sejak lap awal.

Dengan kecepatan yang konsisten, ia sempat membuka jarak dari para pesaing dan terlihat berada di jalur kuat untuk mengamankan kemenangan. Ritme balap yang stabil membuatnya menjadi kandidat utama peraih poin maksimal sebelum insiden terjadi.

Crash tersebut sekaligus mengubah peta persaingan di barisan depan dan memberi keuntungan bagi rival yang sebelumnya kesulitan mengejar kecepatannya.

Evaluasi Tim dan Perbaikan Setelan Motor

Usai balapan, Bezzecchi menyebut tim akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setelan motor, khususnya terkait manajemen ban dan keseimbangan bagian depan. Fokus utama adalah memahami penyebab hilangnya grip agar insiden serupa tidak terulang pada balapan utama.

Ia tetap optimistis dengan potensi motor yang dinilainya cukup kompetitif sepanjang akhir pekan. Kecepatan yang ditunjukkan selama sprint dianggap sebagai modal penting untuk menghadapi race utama dan seri-seri berikutnya musim ini.

Momentum Hilang di Seri Pembuka

Kegagalan finis saat memimpin balapan menjadi pukulan bagi Bezzecchi yang menargetkan awal musim kuat di MotoGP 2026. Meski demikian, ia menilai performa keseluruhan tim tetap positif karena mampu bersaing di posisi terdepan.

Hasil Sprint Race Thailand menjadi pelajaran penting bagi tim dalam memahami karakter ban dan kondisi lintasan, terutama pada balapan dengan suhu tinggi seperti di Buriram.

Dengan evaluasi yang tepat, Bezzecchi berharap dapat kembali tampil kompetitif dan menebus kegagalan tersebut pada balapan berikutnya.