Ihram.co.id — Mantan pembalap MotoGP Marco Melandri menilai Marc Marquez masih menjadi salah satu pembalap paling berbahaya di grid MotoGP. Namun menurutnya, Marquez saat ini bukan lagi pembalap tercepat seperti beberapa tahun lalu.
Melandri menyebut rider asal Spanyol tersebut kini lebih layak disebut sebagai pembalap paling komplet dibandingkan sekadar yang paling cepat di lintasan.
Pernyataan tersebut disampaikan Melandri saat membahas performa Marquez dalam program motorsport Chiacchiere da Box.
Baca Juga: Penalti di MotoGP Thailand Jadi Sinyal, Marc Marquez Dinilai Harus Ubah Gaya Balapnya
Marquez Masih Sangat Kompetitif
Karier Marquez di MotoGP pernah berada di puncak kejayaan pada periode 2013 hingga 2019, ketika ia mendominasi kejuaraan dunia bersama Repsol Honda.
Namun dominasi tersebut terhenti setelah ia mengalami cedera serius pada lengan kanan saat seri pembuka MotoGP 2020 di Jerez. Cedera itu menjadi titik balik dalam kariernya.
Marquez sempat kembali balapan pada musim 2021, tetapi performanya tidak lagi konsisten. Selain masih berjuang dengan kondisi fisik, performa motor Honda saat itu juga jauh dari kompetitif.
Situasi berubah ketika Marquez mengambil keputusan besar pada 2024 dengan meninggalkan Honda dan bergabung dengan tim satelit Ducati, Gresini Racing.
Penampilan impresifnya bersama Gresini membuatnya dipromosikan ke tim pabrikan Ducati pada musim 2025, yang sekaligus menandai kembalinya ia ke motor paling kompetitif di grid.
Dinilai Bukan Lagi yang Tercepat
Meski kembali mengendarai motor terbaik, Melandri menilai Marquez tidak lagi memiliki kecepatan murni seperti sebelumnya.
Menurutnya, dahulu Marquez mampu membuat perbedaan besar bahkan ketika motornya tidak kompetitif. Namun kondisi tersebut kini mulai berubah.
“Menurut saya, Marquez tahun ini jarang menjadi yang tercepat. Tapi dia adalah pembalap paling komplet,” kata Melandri.
Ia menjelaskan bahwa kekuatan utama Marquez kini terletak pada kemampuannya memaksimalkan setiap situasi, baik saat kualifikasi maupun balapan.
Melandri menilai Marquez sangat piawai mengoptimalkan performa motor, bahkan ketika kondisi tidak ideal.
“Dia selalu bisa mengoptimalkan performanya. Bahkan ketika kualifikasi tidak berjalan baik, dia tetap bisa menemukan cara untuk mencatat waktu yang bagus,” ujarnya.
Tetap Kandidat Juara
Meski tidak lagi dianggap sebagai pembalap tercepat, Melandri tetap menilai Marquez sebagai pembalap yang harus dikalahkan dalam perebutan gelar.
Pengalaman panjang serta pendekatan strategis terhadap kejuaraan membuat Marquez tetap menjadi ancaman serius bagi rival-rivalnya.
Menurut Melandri, pembalap berusia 33 tahun itu selalu berpikir dalam konteks perebutan gelar juara, bukan sekadar hasil di satu balapan.
Ia juga menilai Marquez sebenarnya kurang beruntung pada salah satu balapan terakhir setelah mengalami masalah pada ban dan pelek, yang merusak peluangnya meraih hasil maksimal.
Diprediksi Kuat di GP Brasil
Melandri juga menyoroti seri berikutnya pada musim MotoGP 2026, yaitu Grand Prix Brasil, yang digelar di sirkuit baru.
Menurutnya, kondisi tersebut justru dapat menjadi keuntungan bagi Marquez.
“Di Brasil itu trek baru, dan menurut saya dia akan membuat perbedaan karena kemampuannya beradaptasi dengan situasi baru sangat luar biasa cepat,” kata Melandri.
Namun ia menegaskan bahwa Marquez kemungkinan tidak akan mendominasi kecepatan seperti musim sebelumnya.
Kontroversi Penalti di Sprint Race Thailand
Awal musim MotoGP 2026 juga diwarnai kontroversi yang melibatkan Marquez saat Sprint Race Grand Prix Thailand.
Dalam balapan tersebut, Marquez terlibat duel sengit dengan Pedro Acosta pada lap-lap akhir. Pada lap penultimate, Marquez melakukan manuver menyalip yang membuat Acosta keluar lintasan.
Stewards kemudian menjatuhkan penalti kepada Marquez pada lap terakhir.
Keputusan tersebut memicu perdebatan di kalangan penggemar MotoGP. Banyak yang menilai manuver Marquez masih dalam batas wajar.
Namun mantan pembalap sekaligus analis MotoGP Neil Hodgson justru mendukung keputusan steward.
Baca Juga: Marc Marquez Sindir Penalti Sprint Buriram sebagai “Era Baru MotoGP”, Kritik Notifikasi Terlambat
Menurut Hodgson, ruang yang tersedia saat manuver itu terlalu sempit sehingga penalti dianggap sebagai keputusan yang tepat.
Kontroversi tersebut menjadi salah satu cerita menarik yang mengawali persaingan sengit MotoGP 2026, di mana Marquez tetap menjadi salah satu pusat perhatian utama di lintasan.
Ikuti Ihram.co.id
