— Legenda sepak bola Argentina, Mario Kempes, memberikan kritik serta saran kepada pemain muda Real Madrid, Franco Mastantuono, di tengah tekanan yang melanda klub tersebut pada musim ini. Kempes menyoroti performa Mastantuono dan membandingkannya dengan bintang muda Barcelona, Lamine Yamal.

Saran Agresivitas dan Contoh Lamine Yamal

Dalam sebuah wawancara dengan streamer asal Argentina, Rodrigo Rea, Kempes menekankan agar Mastantuono tampil lebih berani di lapangan. Pemenang Piala Dunia 1978 itu meminta pemain muda tersebut untuk mengulangi gaya permainan yang ia tunjukkan saat masih membela River Plate.

Kempes menggunakan Lamine Yamal sebagai referensi bagi Mastantuono dalam menghadapi risiko di lapangan. Menurutnya, keberanian untuk terus mencoba meskipun melakukan kesalahan adalah kunci untuk bertahan di level tertinggi.

“Dia harus lebih agresif. Bermainlah seperti yang dia lakukan di River Plate. Lihatlah Yamal. Dia menggiring bola, dia menembak ke gawang. Dia melakukan kesalahan, beberapa kali, tetapi dia terus mencoba. Jika dia tidak melakukan itu, dia tidak akan bertahan lama,” ujar Kempes.

Statistik dan Tekanan Nilai Transfer

Karier awal Mastantuono di Real Madrid mendapat sorotan setelah nilai transfernya mencapai angka 60 juta dolar AS. Ekspektasi tinggi tersebut belum sepenuhnya terjawab melalui performa di lapangan, yang memicu munculnya keraguan terhadap perannya di dalam tim.

Berdasarkan data statistik yang tersedia, Mastantuono telah tampil dalam 23 pertandingan dan mencetak tiga gol. Kondisi ini membuat posisi sang pemain dalam susunan pemain utama (starting eleven) menjadi tidak pasti pada setiap pekannya.

Kempes mengingatkan bahwa tekanan di Santiago Bernabeu berbeda dengan tekanan di klub-klub besar Argentina. Ia menyebut standar kesuksesan di Real Madrid jauh lebih tinggi dan menuntut hasil maksimal setiap saat.

“Ini bukan River atau Boca. Ini adalah Real Madrid. Di klub ini, Anda harus menang bahkan dalam sesi latihan sekalipun,” tegas mantan pemain Valencia tersebut.

Tuntutan Kerja Keras dan Pengorbanan

Selain aspek teknis, Kempes menyoroti perlunya pengorbanan fisik yang lebih besar dari Mastantuono dibandingkan rekan setimnya yang lain. Meskipun menilai Mastantuono sebagai sosok yang matang, Kempes menganggap pembuktian bakat di lapangan adalah hal utama.

Kempes menyatakan bahwa Mastantuono harus menunjukkan etos kerja yang melampaui para pemain bintang yang sudah mapan di skuat Real Madrid. Hal ini dianggap sebagai syarat mutlak agar talenta sang pemain dapat terlihat secara nyata.

“Dia harus melakukan lebih banyak pengorbanan daripada rekan setimnya yang lain. Dia harus berlari lebih banyak daripada Kylian Mbappé, Vinicius, bahkan Rodrygo. Dia sudah dewasa, tetapi dia harus menunjukkan bakatnya di lapangan,” pungkas Kempes.