Ihram.co.id — Juara dunia Formula 1 empat kali, Max Verstappen, menuding tim Mercedes-AMG Petronas Formula One Team sengaja menyembunyikan performa sebenarnya (sandbagging) selama pekan pertama tes pramusim Formula 1 di Bahrain. Pernyataan tersebut muncul di tengah polemik regulasi unit tenaga baru F1 serta perang pernyataan antar tim menjelang musim 2026.
Pembalap Red Bull Racing itu menilai klaim Mercedes mengenai performa mobil mereka tidak mencerminkan kekuatan sesungguhnya di lintasan dan lebih merupakan strategi pengalihan perhatian terhadap rival.
Verstappen Curigai Strategi Pengalihan Mercedes
Tudingan Verstappen muncul setelah bos Mercedes, Toto Wolff, menyebut unit tenaga Red Bull Ford sebagai tolok ukur (benchmark) performa F1 saat ini. Wolff bahkan mengklaim timnya berpotensi tertinggal hingga satu detik per lap di lintasan lurus.
Verstappen menanggapi pernyataan tersebut dengan skeptis. Ia meragukan estimasi Wolff yang menyebut keuntungan performa dari celah teknis tertentu hanya sekitar 2–3 tenaga kuda.
Menurut Verstappen, angka tersebut jauh dari kenyataan.
“Anda harus menambahkan satu nol pada angka itu, bahkan mungkin lebih,” ujar Verstappen sebagaimana kami kutip dari Crash.net, Jumat (13/2)
Ia juga menilai Mercedes sengaja mengalihkan sorotan ke Red Bull karena timnya mencatat banyak putaran selama sesi tes.
“Tunggu saja sampai Melbourne dan lihat berapa besar tenaga yang tiba-tiba mereka temukan,” kata pembalap asal Belanda tersebut.
Polemik Regulasi Unit Tenaga Baru
Persaingan kedua tim semakin memanas seiring penerapan regulasi teknis baru Formula 1 yang membuat pengembangan unit tenaga menjadi lebih kompleks. Salah satu isu yang mencuat adalah dugaan celah pada rasio kompresi mesin yang disebut-sebut dimanfaatkan Mercedes untuk meningkatkan performa.
Meski Mercedes mengklaim dampak teknis dari celah tersebut sangat kecil, Verstappen menilai polemik tersebut lebih merupakan bagian dari taktik psikologis menjelang musim baru.
Ia menegaskan bahwa hasil tes pramusim tidak selalu mencerminkan peta kekuatan sesungguhnya, terutama dengan perubahan regulasi yang signifikan.
“Dengan regulasi baru seperti ini, tidak mungkin menentukan siapa yang terkuat dari tes awal. Kami hanya fokus memahami mobil dan terus belajar,” ujarnya.
Fokus Red Bull pada Pengembangan Mobil
Verstappen menegaskan bahwa perang pernyataan antar tim tidak memengaruhi fokusnya. Ia memilih berkonsentrasi pada pengembangan mobil dan peningkatan performa bersama tim.
Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah memahami karakter mobil di bawah regulasi baru yang dinilai jauh lebih kompleks dibanding musim sebelumnya.
Ia juga menyebut masih banyak aspek teknis yang perlu dipelajari tim, sehingga pengumpulan data dan pengujian menjadi prioritas utama.
Mercedes Catat Waktu Tercepat di Tes
Sementara itu, setelah komentar Verstappen disampaikan, pembalap Mercedes George Russell mencatat waktu putaran tercepat pada sesi tes berikutnya di Bahrain. Hasil tersebut semakin meningkatkan sorotan terhadap potensi performa tim Silver Arrows menjelang seri pembuka musim.
Dengan musim Formula 1 2026 yang segera dimulai, rivalitas antara Red Bull dan Mercedes diperkirakan kembali menjadi perhatian utama, baik di lintasan maupun dalam perang strategi dan pernyataan antar tim.
Ikuti Ihram.co.id
