PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) secara bertahap dengan total alokasi dana maksimal Rp1,46 triliun.

Periode buyback ditetapkan selama tiga bulan, mulai 16 Juni 2026 hingga 16 September 2026, atau sampai pembelian kembali 1.548.000.000 saham tercapai.

Manajemen belum merinci harga pelaksanaan buyback. Dalam keterangan resmi kepada Bursa Efek Indonesia, perseroan menyatakan pembelian akan dilakukan pada “harga yang dianggap baik dan wajar” dengan memperhatikan ketentuan POJK 13/2023 dan POJK 29/2023.

Opsi Pelaksanaan dan Pembatasan Partisipasi

MBMA menyiapkan dua opsi pelaksanaan: buyback secara bertahap atau sekaligus melalui BEI. Perseroan juga akan menunjuk satu perusahaan efek untuk menjalankan transaksi tersebut.

Perusahaan menegaskan bahwa komisaris, direksi, pegawai, maupun pemegang saham utama dilarang ikut berpartisipasi dalam program buyback.

Dampak Keuangan dan Tujuan Buyback

Manajemen menyatakan buyback tidak akan menurunkan pendapatan maupun pembiayaan perseroan, serta tidak menyebabkan perubahan material terhadap proforma laba per saham maupun operasi usaha.

“Pembelian kembali saham akan memengaruhi rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar, tetapi tidak akan menimbulkan dampak merugikan seperti penurunan pendapatan perseroan,” kata manajemen.

Perseroan berharap program ini dapat menjaga stabilitas harga saham dan meningkatkan kepercayaan investor sehingga harga saham mencerminkan nilai fundamental perusahaan secara lebih wajar.

Pergerakan Harga Saham Tahun Berjalan

Sepanjang tahun ini saham MBMA tercatat terkoreksi 60 poin atau 10,5% secara year-to-date ke level Rp510 per saham. Saham sempat berada di posisi tertinggi Rp905 pada 19 Februari 2026 dan terendah Rp432 pada 5 Juni 2026.

RUPST dan Kinerja 2025

MBMA akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025 pada 23 Juni 2026. Agenda yang akan dimintakan persetujuan meliputi laporan tahunan, penggunaan laba bersih 2025, dan perubahan susunan pengurus.

Untuk tahun buku 2025, MBMA mencatatkan pendapatan usaha US$1,43 miliar, turun dari US$1,84 miliar pada tahun sebelumnya. Beban pokok pendapatan mencapai US$1,26 miliar, sehingga laba kotor meningkat tipis dari US$114 juta menjadi US$116 juta dan laba usaha sebesar US$131 juta.

Setelah pajak, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat US$29,56 juta, naik dari US$22,78 juta pada tahun sebelumnya.