Ihram.co.id — Pembalap Turki, Toprak Razgatlioglu menjalani debut yang telah lama dinantikan di kelas utama MotoGP pada Grand Prix Thailand 2026 di Sirkuit Buriram. Meski gagal meraih poin setelah finis di posisi ke-17, performa rookie tim Pramac Racing tersebut tetap mendapat pujian dari pengamat dan mantan pembalap MotoGP, Neil Hodgson.
Razgatlioglu yang sebelumnya dikenal sebagai juara dunia World Superbike harus menghadapi tantangan besar dalam beradaptasi dengan karakter motor MotoGP, khususnya Yamaha M1. Ia tampil kompetitif sepanjang balapan dan bahkan mampu finis di depan rekan setimnya, Jack Miller, yang berada di posisi ke-18.
Baca Juga: Hasil MotoGP Thailand 2026: Marco Bezzecchi Juara, Marc Marquez Alami Masalah Ban
Meski belum berhasil menembus zona poin pada debutnya, pembalap berusia 29 tahun tersebut dinilai menunjukkan progres positif, terutama dalam menjaga ritme balap serta selisih waktu yang relatif dekat dengan pembalap utama Yamaha.
Pujian dari Neil Hodgson
Menurut Hodgson, Razgatlioglu tampil menjanjikan meski sebelumnya mengalami kesulitan dalam tes pramusim. Ia menilai pembalap Turki tersebut masih dalam tahap eksplorasi untuk menemukan kenyamanan dengan motor MotoGP.
Hodgson menjelaskan bahwa gaya balap Razgatlioglu yang unik menjadi salah satu tantangan utama dalam proses adaptasi. Pembalap Turki itu dikenal memiliki posisi duduk rendah dan cenderung menyatu dengan motor, sementara karakter Yamaha M1 membuat pembalap terasa duduk “di atas” motor.
Meski demikian, Hodgson menilai selisih waktu Razgatlioglu yang hanya sekitar satu detik per lap dari pembalap utama Yamaha, Fabio Quartararo, menunjukkan potensi besar untuk berkembang sepanjang musim debutnya.
Ia menyebut performa tersebut sebagai pekerjaan yang “fantastis” untuk seorang rookie yang baru pertama kali tampil di kelas premier.
Hasil MotoGP Thailand: Marco Bezzecchi Dominan
Grand Prix Thailand 2026 dimenangkan oleh pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, yang tampil dominan sepanjang akhir pekan. Ia finis di depan Pedro Acosta dan Raúl Fernández.
Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri rekor panjang Ducati yang sebelumnya selalu menempatkan setidaknya satu pembalap di podium dalam 88 balapan beruntun. Tidak adanya pembalap Ducati di podium menjadi indikator perubahan peta persaingan pada awal musim MotoGP 2026.
Di sisi lain, Yamaha masih mengalami kesulitan performa. Quartararo menjadi pembalap terbaik pabrikan Jepang tersebut dengan finis di posisi ke-14, diikuti Álex Rins di posisi ke-15. Sementara itu, Maverick Viñales finis di depan Razgatlioglu.
Data balapan menunjukkan Quartararo finis lebih dari 30 detik di belakang pemenang lomba, menandakan Yamaha masih tertinggal signifikan dibanding motor-motor terdepan.
Yamaha Hadapi Tantangan Pengembangan Motor
Tidak ada pembalap Yamaha yang hadir dalam sesi wawancara resmi pascabalapan. Pabrikan Jepang tersebut hanya diwakili oleh jajaran manajemen, termasuk petinggi tim, Paolo Pavesio.
Kondisi ini terjadi di tengah tekanan terhadap proyek pengembangan motor Yamaha yang menjadi sorotan sejak pramusim. Performa motor yang belum kompetitif menjadi tantangan utama bagi tim dalam menghadapi persaingan musim 2026.
Meski demikian, debut Razgatlioglu dianggap sebagai salah satu sisi positif bagi Yamaha. Adaptasi yang relatif cepat dan potensi peningkatan performa menjadi modal penting bagi pembalap Turki tersebut untuk bersaing di seri-seri berikutnya.
Baca Juga: Klasemen Sementara MotoGP 2026: Pedro Acosta Pimpin Puncak, Marco Bezzecchi Tempel Ketat
Hasil di Thailand belum mencerminkan potensi penuh Razgatlioglu di MotoGP. Namun, performa stabil pada balapan debut menunjukkan fondasi kuat bagi pengembangan performanya.
Dengan proses adaptasi yang terus berjalan serta pengembangan motor sepanjang musim, Razgatlioglu diperkirakan memiliki peluang besar untuk menembus zona poin dan menjadi salah satu rookie yang patut diperhitungkan pada MotoGP 2026.
Ikuti Ihram.co.id
