— Penyelenggaraan MotoGP Brasil 2026 menuai sorotan tajam dari berbagai pihak di paddock. Ajang yang digelar di Autódromo Internacional Ayrton Senna itu dinilai jauh dari standar profesional setelah serangkaian masalah teknis mengganggu jalannya akhir pekan balap.

Kritik paling keras datang dari pengamat senior MotoGP, Carlo Pernat, yang menyebut penyelenggaraan balapan kali ini sebagai langkah mundur bagi kejuaraan dunia.

MotoGP Brasil 2026 menjadi momen kembalinya ajang balap motor paling bergengsi itu ke Brasil setelah terakhir digelar pada 2004. Antusiasme tinggi sempat menyelimuti seri ini, namun ekspektasi tersebut tidak diiringi kesiapan teknis yang memadai.

Sejak hari pertama, sejumlah kendala mulai muncul, berpuncak pada insiden besar yang mengganggu jalannya sesi dan balapan utama.

Sinkhole dan Kerusakan Aspal Picu Kekacauan

Masalah paling mencolok terjadi pada Sabtu, saat sesi kualifikasi Moto3 harus ditunda akibat munculnya lubang besar (sinkhole) di lintasan lurus start-finish. Insiden ini berdampak luas, termasuk tertundanya Sprint Race MotoGP.

Situasi tidak membaik pada hari Minggu. Permukaan lintasan dilaporkan mengalami kerusakan di beberapa titik, dengan aspal yang mulai terkelupas dan membahayakan pembalap.

Akibat kondisi tersebut, Race Direction mengambil keputusan mendadak untuk mengurangi jumlah lap balapan utama dari 31 menjadi 23 lap, hanya beberapa menit sebelum start dilakukan.

Baca Juga: Insiden Sinkhole Guncang MotoGP Brasil 2026, Pembalap Diminta Cek Lintasan Sendiri

Pernat: “Ini Langkah Mundur”

Pernat menilai rangkaian kejadian tersebut mencerminkan buruknya perencanaan penyelenggaraan, terutama karena balapan digelar di tengah musim hujan di Goiania.

“Tidak masuk akal kejuaraan dunia tahun 2026 digelar di trek saat puncak musim hujan. Semua orang tahu kondisi ini,” ujar Pernat.

Ia juga menyoroti munculnya sinkhole sebagai kejadian yang tidak dapat diterima dalam ajang sekelas MotoGP.

“Hal seperti ini tidak seharusnya terjadi. Ini benar-benar tidak profesional,” tegasnya.

Menurut Pernat, keputusan mengubah jumlah lap secara mendadak juga berdampak besar pada strategi tim dan setelan motor yang sudah disiapkan sejak awal.

Reaksi Paddock: Keputusan Mendadak Picu Kebingungan

Kondisi tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah tim. Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, terlihat meluapkan emosinya saat berdiskusi dengan Carlos Ezpeleta.

Tardozzi mengaku tim tidak mendapatkan informasi yang cukup terkait perubahan mendadak tersebut.

“Kami baru tahu lima atau enam menit sebelum start. Situasi seperti ini sangat sulit bagi tim,” ujarnya.

Sementara itu, Marc Marquez juga mengungkapkan frustrasinya terhadap penundaan pada hari sebelumnya akibat insiden sinkhole.

“Sangat sulit bagi pembalap untuk terus menyesuaikan diri. Kami punya rutinitas sebelum balapan,” kata Marquez.

Evaluasi Besar untuk MotoGP

Rangkaian masalah di MotoGP Brasil 2026 menimbulkan pertanyaan serius mengenai standar kesiapan sirkuit dan manajemen penyelenggaraan. Sebagai ajang balap kelas dunia, MotoGP dituntut menjaga profesionalisme serta keselamatan pembalap di setiap seri.

Kritik yang muncul dari berbagai pihak menjadi sinyal kuat bahwa evaluasi menyeluruh perlu dilakukan, terutama jika MotoGP ingin mempertahankan reputasi globalnya sekaligus memperluas kalender balapan ke negara-negara baru.