— Ajang balap MotoGP dipastikan tidak akan mengikuti langkah Formula 1 yang mulai mengadopsi mesin hybrid secara masif. Penegasan ini datang dari manajemen Aprilia Racing Team yang menyebut teknologi tersebut tidak relevan untuk motor balap.

Pernyataan tegas disampaikan oleh Paolo Bonora, yang menilai bahwa karakteristik MotoGP sangat berbeda dibandingkan F1, terutama dalam hal desain dan kebutuhan teknis kendaraan.

Mesin Hybrid Dinilai Tidak Cocok

Formula 1 akan menggunakan power unit baru mulai musim 2026 dengan komposisi 50 persen mesin pembakaran internal dan 50 persen tenaga listrik. Langkah ini merupakan bagian dari strategi global menuju efisiensi energi dan keberlanjutan.

Namun, MotoGP tidak akan mengikuti arah tersebut. Bonora menegaskan bahwa penerapan sistem hybrid pada motor justru akan menjadi beban.

“Tidak ada ruang untuk itu. Pada motor balap, setiap gram dan posisinya sangat penting. Motor hybrid di MotoGP itu di luar pertanyaan,” ujarnya.

Bobot tambahan dari sistem baterai serta kompleksitas distribusi massa menjadi alasan utama teknologi ini dinilai tidak sesuai untuk motor balap berperforma tinggi.

Pengaruh Formula 1 Tetap Ada

Meski menolak mesin hybrid, Aprilia mengakui bahwa pengaruh Formula 1 tetap terasa dalam pengembangan teknologi MotoGP modern.

Di bawah kepemimpinan Massimo Rivola, Aprilia mengadopsi berbagai pendekatan dari F1, khususnya dalam bidang aerodinamika dan analisis data.

Pabrikan asal Italia itu menjadi salah satu pelopor dalam penggunaan konsep aerodinamika canggih, termasuk eksplorasi efek “ground effect” saat motor berada dalam posisi miring.

Selain itu, penggunaan analisis matematis dan komunikasi real-time antar kru pit juga merupakan adaptasi dari praktik di Formula 1.

Regulasi Baru MotoGP 2027

Walau tidak mengadopsi hybrid, MotoGP tetap akan memasuki era baru melalui regulasi yang mulai berlaku pada musim 2027.

Salah satu perubahan terbesar adalah penurunan kapasitas mesin dari 1000cc menjadi 850cc, setelah lebih dari satu dekade menggunakan mesin 1000cc sejak 2012.

Regulasi baru juga mencakup pembatasan aerodinamika serta pelarangan perangkat seperti ride-height device dan holeshot device.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan keselamatan pembalap sekaligus menjaga keseimbangan kompetisi.

Pabrikan Fokus pada Pengembangan

Sejumlah pabrikan seperti Aprilia, Ducati, dan Yamaha kini mulai memfokuskan pengembangan motor mereka untuk menyambut regulasi baru tersebut.

MotoGP 2026 menjadi fase penting dalam proses transisi, di mana tim harus tetap kompetitif sambil menyiapkan motor generasi berikutnya.

Dengan keputusan untuk tidak mengadopsi mesin hybrid, MotoGP menegaskan arah pengembangannya yang tetap mengutamakan performa mesin konvensional, namun tetap terbuka terhadap inovasi teknologi yang relevan.