— Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, persiapan mudik lebaran semakin gencar dilakukan. Bagi sebagian masyarakat, mobil listrik kini menjadi pilihan untuk menemani perjalanan jarak jauh bersama keluarga.

Namun, mudik menggunakan kendaraan listrik memerlukan perhatian khusus yang tidak hanya sebatas kapasitas baterai. Ada beberapa aspek penting lain yang wajib diperhatikan agar perjalanan aman dan nyaman.

Popularitas mobil listrik terus meningkat berkat kepraktisan, emisi rendah, fitur canggih, serta potensi penghematan biaya operasional.

Berbagai tipe mobil listrik kini hadir dengan kabin lega, performa unggul, dan teknologi terkini, menjadikannya opsi menarik untuk mobilitas harian maupun perjalanan luar kota.

1. Pahami Kapasitas Baterai dan Jarak Tempuh

Langkah pertama yang krusial sebelum mudik dengan mobil listrik adalah memahami kapasitas baterai dan jarak tempuh kendaraan. Saat ini, mobil listrik yang beredar di pasar Indonesia memiliki dua kategori jarak tempuh:

  • Standard range: 100–300 km per pengisian baterai penuh
  • Long range: 300–600 km per pengisian baterai penuh

Kapasitas baterai kendaraan bervariasi antara 30–100 kWh. Pemahaman ini membantu pemudik merencanakan rute dan menentukan titik pengisian daya yang strategis.

Untuk perjalanan jarak jauh, disarankan mengisi daya hingga 80%, karena pengisian dari 80% ke 100% biasanya lebih lambat. Pengisian hingga 80% cukup untuk mencapai SPKLU berikutnya atau saat istirahat, sekaligus menjaga umur baterai kendaraan.

2. Riset Lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik

Ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menjadi faktor kunci kenyamanan mudik. Pemudik sebaiknya memetakan SPKLU di sepanjang rute perjalanan dan memastikan kompatibilitas soket kendaraan, seperti CCS, AC Charging, atau CHAdeMO.

Kecepatan pengisian juga bervariasi, mulai dari slow, medium, fast, hingga ultra fast charging. Memilih SPKLU yang tepat dapat menghemat waktu dan mencegah kendaraan kehabisan daya di jalan.

3. Jaga Kecepatan dan Gaya Berkendara

Kendaraan listrik cenderung lebih hemat energi pada kecepatan rendah. Namun, saat melaju di jalan tol dengan kecepatan tinggi, konsumsi baterai meningkat karena torsi instan dan hambatan udara.

Disarankan menjaga kecepatan stabil 60–80 km/jam, serta menghindari pengereman mendadak dan akselerasi agresif. Gaya berkendara yang stabil akan memperpanjang jarak tempuh per pengisian daya.

4. Gunakan Ban Khusus Mobil Listrik

Ban yang digunakan pada mobil listrik dirancang dengan rolling resistance rendah, sehingga mampu meningkatkan jarak tempuh dan efisiensi energi. Selain itu, ban khusus ini lebih senyap dan nyaman untuk perjalanan jauh.

Pemudik disarankan tetap menggunakan ban rekomendasi pabrikan. Ban bawaan pabrik biasanya telah dioptimalkan untuk efisiensi dan kenyamanan di berbagai kondisi jalan.

5. Perhatikan Tekanan Angin Ban

Sebelum berangkat mudik, pastikan tekanan angin pada ban mobil listrik Anda sesuai dengan standar yang ditetapkan. Tekanan angin yang tepat sangat memengaruhi efisiensi, kinerja, dan keamanan selama perjalanan.

Setiap tipe mobil memiliki standar tekanan angin ban yang berbeda. Sebagai gambaran umum, tekanan angin yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:

Tipe KendaraanTekanan Ban (Psi)
City Car30–36
Sedan30–33
MPV33–36
SUV35–40

Jika membawa muatan ekstra saat mudik, disarankan menambah sedikit tekanan pada ban belakang melebihi batas normal untuk menjaga stabilitas kendaraan.

Popularitas mobil listrik terus meningkat berkat emisi rendah, biaya operasional hemat, kabin lega, dan fitur canggih.

Dengan perencanaan matang, riset SPKLU, dan pemahaman kendaraan, mudik menggunakan mobil listrik kini bisa aman, nyaman, dan lebih ramah lingkungan.