— Napoli dikabarkan tengah diliputi kekecewaan dan kemarahan terhadap penyerang andalannya, Romelu Lukaku. Keputusan Lukaku untuk tidak kembali ke markas latihan klub di Castel Volturno setelah dicoret dari skuad Timnas Belgia memicu friksi serius dengan manajemen dan pelatih Antonio Conte. Situasi ini membuat Napoli mempertimbangkan langkah disipliner terhadap pemain berusia 32 tahun tersebut.

Lukaku sejatinya dijadwalkan untuk kembali bergabung dengan rekan-rekannya di Napoli pada Kamis (26/3/2026) pagi waktu setempat untuk melanjutkan program pemulihan cedera. Namun, alih-alih kembali ke Naples, Lukaku memilih untuk tetap berada di Belgia hingga pekan depan. Keputusan ini diambil tanpa persetujuan dari pihak klub, yang semakin menambah panas situasi.

Manajemen Klub Kecewa Berat

Menurut berbagai laporan dari Italia, termasuk Sky, Il Mattino, dan Repubblica, manajemen Napoli merasa kesal dengan keputusan Lukaku. Pemain yang sebelumnya dipinjamkan dari Chelsea ini dilaporkan sedang berlatih di sebuah klinik khusus di Antwerp, fasilitas yang sama yang pernah digunakan oleh Kevin De Bruyne untuk pemulihan cedera. Namun, fakta bahwa keputusannya ini tidak dikoordinasikan dengan Napoli menjadi poin utama kekecewaan klub.

Ketegangan ini muncul di saat yang krusial bagi Lukaku dan Napoli. Musim 2025-2026 sejauh ini dilalui Lukaku dengan performa yang kurang memuaskan dan berbagai masalah kebugaran. Cedera hamstring jangka panjang membatasi partisipasinya di lapangan, dengan catatan hanya tampil selama 64 menit dalam tujuh pertandingan di berbagai kompetisi dan hanya mencetak satu gol. Kurangnya ketajaman dalam pertandingan menjadi alasan utama keputusannya untuk tidak ikut serta dalam laga persahabatan Belgia melawan Amerika Serikat dan Meksiko.

Alasan Absen dari Timnas Belgia

Sebelumnya, Lukaku telah menginformasikan kepada pelatih Timnas Belgia, Rudi Garcia, bahwa ia belum cukup fit untuk menghadapi Meksiko dan Timnas Amerika Serikat dalam laga uji coba internasional selama jeda kompetisi. Ia menyatakan membutuhkan waktu tambahan untuk memulihkan kondisi fisiknya secara maksimal. Keputusan ini diambil agar ia dapat kembali ke performa terbaiknya bersama Napoli.

Namun, keputusan Lukaku untuk tetap berada di Belgia dan tidak segera kembali ke pusat latihan Napoli justru menimbulkan pertanyaan dan ketidakpuasan. Para petinggi Napoli, termasuk Antonio Conte, merasa bahwa tindakan ini merupakan bentuk pembangkangan. Sikap ini diperkirakan akan semakin mempersulit jalannya untuk kembali ke tim utama dan mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih.

Pertimbangan Sanksi Disipliner

Situasi ini membuka kemungkinan Napoli untuk menjatuhkan sanksi disipliner kepada Lukaku. Tindakan absen latihan tanpa izin dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap aturan klub. Napoli akan meninjau kembali kontrak dan regulasi internal klub terkait insiden ini.

Performa Lukaku musim ini memang menjadi sorotan. Dengan kontribusinya yang minim akibat cedera, Napoli perlu memastikan setiap pemain memberikan komitmen penuh, terutama di sisa musim yang krusial. Kualifikasi ke Liga Champions musim depan menjadi target utama, dan setiap poin serta performa individu sangat berharga dalam perburuan tersebut. Keputusan Lukaku ini dapat berdampak pada hubungan antara pemain dan klub, serta reputasinya di mata para penggemar.