— Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, menyatakan bahwa kekalahan telak 2-5 dari Timnas Belgia dalam laga persahabatan pada Sabtu (28/3/2026) bukanlah akhir dari segalanya dan masih menyisakan pelajaran berharga bagi timnya jelang Piala Dunia 2026. Meskipun hasil tersebut mengecewakan, Pochettino menekankan pentingnya menganalisis pertandingan untuk perbaikan skuad di masa mendatang.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Amerika Serikat yang berharap dapat menampilkan performa impresif di kandang sendiri menjelang turnamen akbar. Namun, Pochettino melihat adanya sisi positif dari pertandingan tersebut, terutama pada babak pertama di mana timnya mampu mengimbangi permainan Belgia dan menciptakan peluang.

Evaluasi Mendalam Usai Kekalahan Telak

“Tentu saja, 5-2 adalah hasil yang sulit diterima – itu menyakitkan – tetapi pada saat yang sama kami dapat mengambil banyak hal positif,” ujar Pochettino, dilansir dari laporan pasca-pertandingan. Ia mengakui bahwa timnya sempat kehilangan intensitas, terutama di babak kedua, yang berujung pada gol-gol Belgia.

“Rencananya adalah mempertahankan intensitas itu. Pada saat kami menyamai mentalitas Belgia, kami berimbang dan di beberapa momen lebih baik, tetapi memang benar bahwa di beberapa momen kami menurunkan intensitas kami dan Anda bisa mengonfirmasi bahwa dalam terlalu banyak aksi kami berada di posisi superioritas tetapi kami tidak menerimanya, seperti cara kami kebobolan gol pertama.”

Pochettino juga menyoroti bahwa hasil pertandingan ini tidak akan mengubah rencana jangka panjang timnya. “Rencana tidak berubah karena kami perlu melanjutkan dengan rencana tersebut. Itu tidak akan berubah karena hasil hari ini,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa fokus utama adalah menganalisis permainan dan mengambil pelajaran, bukan untuk menjadi khawatir berlebihan menjelang Piala Dunia.

Optimisme Jangka Panjang dan Persiapan Piala Dunia 2026

Meskipun menelan kekalahan yang cukup memalukan, Pochettino tetap menjaga optimisme terkait peluang Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di kandang sendiri. Pelatih asal Argentina ini sebelumnya telah menyatakan keyakinannya bahwa timnas AS dapat bersaing di semifinal. “Mengapa tidak kami? Mengapa tidak kami?” ujarnya beberapa waktu lalu. “Kami perlu benar-benar percaya bahwa kami bisa berada di sana. Kami perlu bermimpi.”

Pochettino membandingkan semangat timnya dengan kisah underdog dalam film “Miracle on Ice”, yang menginspirasi tim hoki AS meraih emas Olimpiade. Ia ingin menanamkan keyakinan, persatuan, dan disiplin taktis kepada para pemainnya agar mampu mengubah harapan menjadi ancaman nyata di Piala Dunia. “Pesan ini disengaja – Pochettino berusaha menerjemahkan emosi menjadi kinerja yang konsisten,” tulis salah satu laporan.

Evaluasi Pemain dan Tantangan di Lini Pertahanan

Dalam pertandingan melawan Belgia, Pochettino juga sempat melakukan pergantian pemain, termasuk menarik keluar Johnny Cardoso yang merasa tidak nyaman pada bagian tubuhnya. Pochettino menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan masukan dari pemain dan staf medis.

Ia juga menegaskan bahwa jika ada yang harus disalahkan atas lima gol yang bersarang di gawang timnya, itu adalah tanggung jawab kolektif, dimulai dari dirinya sendiri. Mengenai performa kiper Matt Turner, yang kebobolan lima gol, Pochettino tidak ingin menyalahkan individu. “Ketika Anda kebobolan lima gol, jika kita menyalahkan seseorang, itu adalah bersama-sama dan pertama-tama saya dan kemudian seluruh tim,” katanya.

Di lini pertahanan, Amerika Serikat menghadapi tantangan dengan absennya Chris Richards dan Miles Robinson. Hal ini memaksa Pochettino untuk mencari solusi dan mengevaluasi pemain yang ada untuk memastikan lini belakang tetap solid menjelang turnamen. Meskipun demikian, Pochettino tetap berupaya menjaga fokus tim pada aspek teknis, fisik, dan mental pemain, serta menghindari distraksi dari isu-isu di luar lapangan seperti harga tiket.

“Pemain seharusnya berbicara tentang apa yang ada di lapangan, bukan di luar. Bukan tugas pemain untuk mengevaluasi harga tiket, juga bukan tugas saya. Tugas saya adalah memastikan Timnas AS tampil dengan kemampuan terbaiknya,” tegas Pochettino.