Ihram.co.id — Mantan bos tim LCR Honda, Oscar Haro, menilai Ducati sebagai pabrikan yang paling siap menghadapi perubahan besar regulasi MotoGP yang akan mulai berlaku pada musim 2027.
Perubahan tersebut menandai era baru dalam MotoGP dengan sejumlah revisi teknis signifikan, termasuk pengurangan kapasitas mesin dari 1.000cc menjadi 850cc, penghapusan perangkat ride height device, serta penggunaan ban dari Pirelli.
Seiring perubahan tersebut, seluruh tim mulai mempercepat pengembangan motor generasi baru mereka.
KTM Lebih Dulu Bergerak, Tapi…
Di antara para pabrikan, KTM menjadi salah satu yang paling awal mencuri perhatian. Tim asal Austria itu telah lebih dulu menguji motor 850cc mereka di lintasan dan disebut telah menemukan solusi untuk menggantikan fungsi ride height device.
KTM juga mulai menerapkan pendekatan “less is more”, yakni mengurangi kecepatan puncak untuk meningkatkan stabilitas dan pengendalian motor—strategi yang juga mulai diterapkan pada musim 2026.
Pendekatan tersebut terbukti cukup efektif, salah satunya melalui performa impresif Pedro Acosta yang meraih kemenangan Sprint Race dan finis kedua pada balapan utama di Thailand Grand Prix.
Namun, meski KTM terlihat progresif, Haro menilai Ducati tetap berada selangkah di depan.
Keunggulan Ducati dari Pengalaman Superbike
Menurut Haro, salah satu faktor utama yang membuat Ducati unggul adalah pengalaman mereka di ajang Superbike World Championship.
Motor Superbike Ducati dinilai memiliki karakteristik yang sangat mirip dengan konsep motor MotoGP 850cc yang akan digunakan mulai 2027, terutama dalam hal penggunaan ban Pirelli dan karakter tenaga mesin.
“Ducati beruntung memiliki motor Superbike yang sangat mirip. Mereka sudah punya banyak pengalaman dengan ban Pirelli,” ujar Haro.
Ia juga mengungkapkan bahwa Ducati telah memanfaatkan pengujian privat, termasuk di Misano World Circuit Marco Simoncelli, untuk mengembangkan motor dengan pendekatan yang mendekati regulasi baru.
Dalam pengujian tersebut, Ducati menggunakan motor dengan pembatasan elektronik namun sudah mengadopsi aerodinamika serta ban sesuai spesifikasi 2027.
Rival Dinilai Tidak Punya Data Setara
Haro menilai keunggulan Ducati semakin terlihat karena rival seperti Honda dan Yamaha tidak memiliki basis data yang relevan dari program Superbike mereka.
Hal ini disebabkan perbedaan konfigurasi mesin. Honda dan Yamaha menggunakan mesin inline-four di Superbike, yang menghasilkan karakter distribusi bobot dan traksi berbeda dibandingkan konfigurasi mesin Ducati.
Perbedaan tersebut membuat data pengujian sulit diaplikasikan langsung ke pengembangan motor MotoGP 850cc.
Selain itu, Aprilia juga dinilai belum memiliki dukungan data teknis yang cukup kuat untuk menyamai kesiapan Ducati.
2027 Disebut Tahun Tersulit untuk Pindah Tim
Selain aspek teknis, Haro juga menyoroti dampak regulasi baru terhadap dinamika pasar pembalap.
Ia menyebut musim 2027 sebagai periode paling berisiko bagi pembalap untuk berpindah tim, mengingat seluruh pabrikan akan memulai dari titik pengembangan baru.
“Ini adalah tahun terburuk untuk pindah tim,” tegas Haro.
Ia bahkan menyarankan para pembalap Ducati untuk tetap bertahan, karena pabrikan asal Italia tersebut dinilai memiliki peluang terbesar untuk langsung kompetitif di era baru.
Belajar dari Sejarah MotoGP
Haro mengingatkan bahwa situasi serupa pernah terjadi pada 2007 saat MotoGP beralih dari mesin 1.000cc ke 800cc.
Pada masa itu, Ducati langsung tampil dominan dan meraih kesuksesan besar bersama Casey Stoner, yang berhasil mengamankan gelar juara dunia.
Menurut Haro, sejarah tersebut bisa terulang jika Ducati kembali mampu memaksimalkan momentum perubahan regulasi di 2027.
Era Baru, Tantangan Baru
Dengan berbagai perubahan besar yang akan diterapkan, MotoGP 2027 diprediksi menjadi salah satu musim paling kompetitif sekaligus penuh tantangan.
Keberhasilan tim tidak hanya ditentukan oleh performa pembalap, tetapi juga kesiapan teknis dan kemampuan beradaptasi terhadap regulasi baru.
Dalam konteks ini, Ducati dinilai memiliki semua elemen untuk tetap menjadi tolok ukur di era baru MotoGP.
Ikuti Ihram.co.id
