— Pemain Chelsea, Pedro Neto, berpotensi menghadapi sanksi dari UEFA menyusul insiden mendorong seorang ball boy saat timnya melakoni leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG) pada Rabu malam (12/3/2026). UEFA telah mengonfirmasi bahwa pihaknya telah membuka proses disiplin terhadap pemain internasional Portugal tersebut atas dugaan perilaku tidak sportif.

Insiden tersebut terjadi di menit-menit akhir pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 5-2 untuk Chelsea di Parc des Princes. Ketika berusaha mengambil bola untuk mempercepat tempo permainan, Neto terlihat mendorong seorang ball boy yang memegang bola. Tindakan ini memicu keributan singkat di antara pemain dari kedua tim.

Proses Disiplin UEFA Dimulai

UEFA menyatakan bahwa proses disiplin telah dimulai terhadap Pedro Lomba Neto atas perilaku tidak sportif, sesuai dengan Pasal 15(1)(a)(v) Regulasi Disiplin UEFA. Badan disiplin UEFA akan mengambil keputusan terkait kasus ini dalam waktu dekat. Prospek penanganan kasus yang cepat berpotensi membuat Neto menerima hukuman skorsing sebelum leg kedua melawan PSG yang dijadwalkan pada Selasa depan.

Meskipun insiden tersebut tidak berujung pada kartu kuning atau merah dari wasit di lapangan, serta tidak ada intervensi dari Video Assistant Referee (VAR), UEFA tetap mengambil langkah investigasi. Hukuman lain yang mungkin diterima Neto selain larangan bermain adalah denda atau peringatan.

Permintaan Maaf Neto

Menanggapi kejadian tersebut, Pedro Neto segera menyampaikan permohonan maafnya kepada ball boy yang bersangkutan setelah pertandingan. Ia mengaku bahwa tindakannya dipicu oleh emosi karena timnya sedang tertinggal dalam pertandingan. “Saya ingin meminta maaf kepada ball boy; saya sudah berbicara dengannya,” ujar Neto kepada TNT Sport.

“Kami sedang tertinggal dan dalam emosi pertandingan, saya ingin mengambil bola dengan cepat dan saya mendorongnya sedikit. Saya bukan orang seperti ini. Itu terjadi dalam panasnya momen dan saya ingin meminta maaf. Saya memberinya kaus saya. Saya benar-benar minta maaf atas hal itu – saya merasa harus meminta maaf kepadanya.”

Vitinha, rekan setim Neto di timnas Portugal, juga dilaporkan berperan sebagai penerjemah untuk memastikan permintaan maaf Neto tersampaikan dengan baik. Neto menambahkan bahwa ball boy tersebut tampak senang menerima kausnya dan memaafkannya.

Konteks Indisipliner Chelsea

Insiden yang melibatkan Pedro Neto menambah daftar masalah indisipliner yang kerap menghantui Chelsea musim ini. Laporan menyebutkan bahwa tim tersebut telah menerima sembilan kartu merah sejauh ini, termasuk Neto sendiri yang sempat diusir keluar lapangan karena dua kartu kuning saat melawan Arsenal pada awal Maret ini.

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, juga telah berulang kali mendesak timnya untuk memperbaiki perilaku di lapangan. Ia menyatakan penyesalan atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa klub akan bertanggung jawab jika ada tindakan yang dinilai salah atau tidak pantas.

Kekalahan 5-2 dari PSG di leg pertama membuat Chelsea kini menghadapi tugas berat untuk membalikkan keadaan di leg kedua yang akan digelar di Stamford Bridge. Potensi absennya Neto karena sanksi UEFA dapat menjadi pukulan bagi harapan mereka untuk lolos ke babak selanjutnya.