— Sejumlah pembalap Formula 1 melontarkan kritik keras terhadap mobil generasi baru musim 2026 setelah balapan pembuka F1 GP Australia 2026 di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Minggu (8/3/2026).

Salah satu suara paling lantang datang dari pembalap McLaren, Lando Norris, yang menyebut kondisi balapan saat ini terasa “artifisial” dan bahkan berpotensi memicu kecelakaan besar.

Regulasi teknis baru yang mulai berlaku pada musim 2026 diperkenalkan untuk meningkatkan aksi saling salip di lintasan serta memperbaiki kualitas balapan setelah era mobil ground effect sebelumnya dianggap terlalu monoton.

Namun setelah seri pembuka, sejumlah pembalap justru menilai implementasi aturan tersebut masih menimbulkan banyak masalah.

Baca Juga: Hasil F1 GP Australia 2026: George Russell Menang, Mercedes Sapu Bersih Posisi 1-2

Norris Khawatir Terjadi Kecelakaan Besar

Lando Norris menyampaikan kekhawatirannya terhadap perbedaan kecepatan antar mobil yang dinilai terlalu besar akibat sistem manajemen energi pada power unit generasi terbaru.

Menurutnya, kondisi tersebut bisa menciptakan situasi berbahaya ketika mobil saling berdekatan di lintasan.

“Ini bahkan lebih buruk. Rasanya tidak semenyenangkan tahun lalu,” kata Norris kepada media setelah balapan.

Ia menggambarkan suasana balapan seperti kondisi yang tidak sepenuhnya dikendalikan oleh pembalap.

“Ini kacau. Rasanya seperti kami hanya menunggu kecelakaan besar terjadi,” ujarnya.

Norris menambahkan bahwa pembalap saat ini berada dalam posisi yang tidak nyaman karena harus menghadapi ketidakpastian perilaku mobil di lintasan.

“Kami seperti menunggu sesuatu berjalan sangat buruk, dan itu bukan posisi yang menyenangkan bagi seorang pembalap,” katanya.

Sistem Energi Dinilai Terlalu Menentukan

Pembalap asal Inggris itu juga menyoroti bagaimana sistem energi pada power unit memengaruhi performa mobil secara signifikan dan terkadang tidak terduga.

Ia menyebut balapan terasa “artifisial” karena performa mobil sangat bergantung pada cara sistem energi tersebut bekerja.

“Balapan terasa sangat artifisial, tergantung apa yang diputuskan power unit untuk dilakukan pada saat tertentu,” kata Norris.

Menurutnya, perbedaan kecepatan antar mobil bisa mencapai 30 hingga 50 km/jam, yang berpotensi sangat berbahaya ketika terjadi insiden.

“Jika seseorang menabrak Anda pada kecepatan seperti itu, mobil bisa terbang dan menyebabkan kerusakan besar bagi semua orang,” ujarnya.

Baca Juga: Gagal Start di Balapan Kandang, Piastri Sebut Mobil Baru Picu Crash di F1 GP Australia 2026

Verstappen dan Pembalap Lain Ikut Mengkritik

Kritik terhadap mobil F1 generasi 2026 tidak hanya datang dari Norris. Juara dunia sebelumnya, Max Verstappen, juga mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap karakter balapan saat ini.

Pembalap Red Bull tersebut menilai situasi di lintasan terasa kacau dan jauh dari pengalaman balapan Formula 1 yang ia kenal.

“Jujur saya bahkan sulit menemukan kata yang tepat untuk menggambarkannya,” kata Verstappen.

Meski berhasil bangkit dari posisi start ke-20 hingga finis keenam di GP Australia, Verstappen tetap berharap ada perbaikan terhadap regulasi.

“Saya peduli dengan olahraga ini dan mencintai balapan. Saya ingin balapan menjadi lebih baik dari ini,” ujarnya.

Komentar serupa juga datang dari rekan setim Verstappen di Red Bull, Isack Hadjar, yang menilai aksi salip yang terlalu mudah tidak selalu berarti kualitas balapan meningkat.

“Ketika mobil saling melewati di mana-mana, saya tidak melihat itu sebagai langkah maju,” kata Hadjar.

Perez Sebut F1 Kini Berbeda

Pembalap Cadillac, Sergio Perez, yang kembali ke Formula 1 setelah absen sepanjang musim 2025, juga merasakan perubahan signifikan pada karakter balapan.

Menurutnya, balapan dengan mobil baru terasa sangat berbeda dibanding pengalaman sebelumnya di Formula 1.

“Ini Formula 1 yang sangat berbeda dari yang saya kenal,” ujar Perez.

“Dari sisi balapan, jelas ini jauh kurang menyenangkan.”

Russell Beri Pandangan Berbeda

Di tengah kritik dari sejumlah pembalap, juara GP Australia 2026, George Russell, memberikan pandangan yang sedikit berbeda.

Pembalap Mercedes tersebut menyatakan bahwa persepsi terhadap regulasi baru bisa saja dipengaruhi oleh performa tim masing-masing di lintasan.

Russell menilai kritik Norris mungkin akan berbeda jika McLaren tampil lebih kompetitif pada seri pembuka musim ini.

Balapan di Melbourne sendiri dimenangi Russell setelah memimpin finis satu-dua Mercedes bersama rekan setimnya, Andrea Kimi Antonelli.

Baca Juga: Klasemen F1 2026 Usai GP Australia: Russell di Puncak, Duo Ferrari Tempel Ketat

Regulasi teknis Formula 1 2026 merupakan perubahan besar yang mencakup desain mobil, aerodinamika, serta sistem power unit baru yang lebih menekankan efisiensi energi.

Meski bertujuan meningkatkan kualitas balapan, reaksi pembalap setelah seri pertama menunjukkan bahwa regulasi tersebut masih menjadi bahan perdebatan di paddock.

Dengan musim yang masih panjang, para pembalap berharap FIA dan tim dapat menemukan solusi agar balapan tetap kompetitif, menarik, sekaligus aman bagi semua pihak.