Ihram.co.id — Pemimpin kartel narkoba paling berkuasa di Meksiko, Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias “El Mencho”, dilaporkan tewas dalam operasi militer Meksiko pada Minggu (waktu setempat). Kematian bos Jalisco New Generation Cartel (CJNG) itu langsung memicu gelombang kekerasan di sejumlah wilayah yang berada di bawah pengaruh kartel tersebut.
Kementerian Pertahanan Meksiko menyatakan operasi awalnya ditujukan untuk menangkap Oseguera. Namun pasukan keamanan mendapat serangan dari kelompok bersenjata sehingga terjadi baku tembak yang menewaskan beberapa anggota kartel, termasuk El Mencho.
Operasi tersebut disebut sebagai pukulan besar terhadap salah satu organisasi kriminal paling kuat dan brutal di Meksiko, sekaligus menunjukkan langkah agresif pemerintah dalam memerangi jaringan perdagangan narkoba internasional.
Operasi militer dan dukungan intelijen AS
Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat menyebut operasi dilakukan oleh militer Meksiko dengan dukungan satuan tugas gabungan AS–Meksiko yang rutin bekerja sama melalui Komando Utara Amerika Serikat.
Satuan tersebut, Joint Interagency Task Force-Counter Cartel, baru dibentuk bulan lalu dan bermarkas di Pangkalan Angkatan Udara Davis-Monthan di Tucson, Arizona. Unit ini menggabungkan personel intelijen, aparat penegak hukum, dan militer untuk memburu jaringan kartel lintas negara.
Operasi terjadi di tengah tekanan pemerintah Donald Trump terhadap Meksiko agar meningkatkan upaya pemberantasan kartel narkoba. Pemerintah AS sebelumnya bahkan sempat mempertimbangkan kemungkinan aksi militer sepihak di wilayah Meksiko.
Namun sejumlah pejabat AS menolak opsi tersebut dengan alasan kerja sama keamanan bilateral yang sudah berjalan efektif. Tahun lalu, Washington mengerahkan sekitar 10.000 tentara di perbatasan selatan, sementara Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menempatkan jumlah pasukan serupa di sisi Meksiko.
Sheinbaum menegaskan menolak intervensi militer sepihak AS dan menekankan komitmen pemerintahnya untuk memberantas jaringan narkoba secara mandiri.
Gelombang kekerasan dan kepanikan warga
Kematian El Mencho memicu kekerasan di berbagai wilayah yang dikuasai CJNG. Laporan menyebutkan kendaraan dibakar untuk memblokir jalan, sementara aktivitas kriminal meningkat.
Di Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco sekaligus salah satu kota tuan rumah Piala Dunia mendatang, sejumlah bisnis tutup, sirene dan helikopter terdengar di pusat kota, dan warga diminta tetap berada di rumah.
Kedutaan Besar Amerika Serikat memperingatkan warganya di Jalisco, Tamaulipas, dan beberapa wilayah lain untuk berlindung di tempat karena operasi keamanan dan pemblokiran jalan.
Situasi juga berdampak pada sektor pariwisata. Transportasi umum dan taksi sempat lumpuh, membuat wisatawan kesulitan menuju bandara. Di kota wisata Puerto Vallarta, video yang beredar menunjukkan asap tebal di dekat hotel-hotel tepi pantai akibat pembakaran.
Detail operasi: baku tembak dan penyitaan senjata berat
Kementerian Pertahanan Meksiko menyebut pasukan keamanan menewaskan empat anggota kartel dan melukai tiga lainnya yang kemudian meninggal dunia, termasuk Oseguera. Dua anggota kartel lainnya ditangkap.
Aparat juga menyita berbagai senjata berat dan kendaraan lapis baja, termasuk peluncur roket yang mampu menghancurkan kendaraan tempur dan menyerang pesawat.
Presiden Sheinbaum mengapresiasi pasukan keamanan, namun meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi pemerintah.
Sosok El Mencho dan kekuatan CJNG
Oseguera (59) merupakan pendiri CJNG dan mantan polisi yang kemudian membangun kartel menjadi kekuatan global dalam perdagangan narkoba. Organisasi tersebut diketahui menyelundupkan fentanyl, kokain, heroin, dan metamfetamin dalam jumlah besar ke Amerika Serikat.
Pemerintah AS menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris dan menawarkan hadiah hingga US$15 juta (sekitar Rp240 miliar) bagi informasi yang mengarah pada penangkapan Oseguera.
Di bawah kepemimpinannya, CJNG berkembang menjadi jaringan global yang beroperasi di hampir seluruh benua serta memiliki lebih dari 7.000 personel bersenjata. Ia juga diduga memerintahkan pembunuhan sejumlah politisi Meksiko.
CJNG bahkan disebut melampaui kekuatan Sinaloa Cartel, yang sebelumnya dipimpin oleh Joaquín “El Chapo” Guzmán, dalam menguasai jalur perdagangan narkoba penting ke Amerika Serikat.
Dampak terhadap perdagangan narkoba global
Pejabat penegak hukum federal AS menilai kematian El Mencho tidak akan menghancurkan CJNG karena struktur organisasi yang solid memungkinkan kartel tetap beroperasi.
Namun, kematian tokoh kunci tersebut diperkirakan berdampak langsung pada rantai pasokan narkoba internasional, setidaknya dalam jangka pendek.
Selama lebih dari satu dekade, El Mencho berhasil menghindari penangkapan dengan bersembunyi di wilayah terpencil dan dilindungi pasukan keamanan besar. Dalam operasi sebelumnya pada 2015, kelompok bersenjata kartel bahkan menembak jatuh helikopter militer Meksiko dan menewaskan tiga tentara.
Keberhasilan operasi terbaru ini disebut menunjukkan efektivitas kerja sama intelijen antara Meksiko dan Amerika Serikat dalam memburu tokoh kriminal kelas dunia.
Ikuti Ihram.co.id
