Ihram.co.id — Nama Nemesio Rubén Oseguera Cervantes atau “El Mencho” selama bertahun-tahun dikenal sebagai simbol kekuatan kartel narkoba paling brutal di Meksiko. Pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG) itu akhirnya tewas dalam operasi militer Meksiko, menutup perjalanan panjang salah satu buronan paling dicari di dunia.
El Mencho dikenal sebagai otak di balik ekspansi perdagangan narkoba global, termasuk distribusi fentanyl ilegal ke Amerika Serikat. Pemerintah AS bahkan menawarkan hadiah hingga US$15 juta (sekitar Rp240 miliar) bagi informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Kematian pria berusia 59 tahun tersebut memicu gejolak keamanan di sejumlah wilayah Meksiko, sekaligus menimbulkan pertanyaan tentang masa depan jaringan kartel narkoba yang ia bangun.
Dari Michoacán ke jaringan narkoba internasional
Oseguera lahir pada Juli 1966 di negara bagian Michoacán, Meksiko bagian barat. Pada 1990-an ia pindah ke Amerika Serikat dan mulai terlibat dalam perdagangan narkoba internasional.
Menurut otoritas AS, pada 1994 ia divonis bersalah di California atas konspirasi distribusi heroin dan menjalani hukuman penjara selama tiga tahun. Setelah kembali ke Meksiko, ia sempat bekerja sebagai polisi di negara bagian Jalisco.
Namun karier di kepolisian tidak berlangsung lama. Ia kembali ke dunia kriminal dan perlahan membangun jaringan narkotika hingga menjadi tokoh utama dalam kejahatan terorganisir lintas negara.
Meski menjadi target utama aparat penegak hukum di Meksiko dan Amerika Serikat, El Mencho dikenal sangat tertutup dan jarang tampil di publik. Hanya sedikit foto dirinya yang pernah beredar.
Dari pembunuh bayaran hingga pemimpin kartel CJNG
Sebelum mendirikan CJNG, Oseguera memiliki rekam jejak panjang dalam jaringan kartel. Ia pernah menjadi kepala pembunuh bayaran di Milenio Cartel dan kemudian bertugas sebagai operator keamanan bagi Sinaloa Cartel, yang saat itu dipimpin oleh Joaquín “El Chapo” Guzmán.
CJNG muncul pada awal 2010-an dari pecahan Milenio Cartel setelah pemimpinnya ditangkap pada 2009. Oseguera membangun kartel tersebut bersama Abigael González Valencia dari kelompok Los Cuinis, yang berfungsi sebagai jaringan pendanaan dan pencucian uang.
Pengaruhnya semakin kuat setelah menikahi Rosalinda González Valencia, yang berasal dari keluarga dengan jaringan kriminal kuat. Di bawah kepemimpinannya, CJNG berkembang menjadi salah satu organisasi kriminal paling dominan dan ditakuti di Meksiko.
Kartel brutal dengan kekuatan militer
CJNG dikenal sebagai kartel dengan tingkat kekerasan ekstrem. Organisasi ini bertanggung jawab atas pembunuhan pejabat pemerintah, serangan terhadap aparat keamanan, dan konflik berdarah dengan kelompok rival.
Pada 2015, kelompok tersebut menembak jatuh helikopter militer Meksiko dalam sebuah operasi keamanan dan menewaskan tiga tentara. Kartel juga kerap melakukan blokade jalan dan serangan bersenjata untuk menghambat operasi aparat.
Pada 2016, CJNG menjadi sorotan internasional setelah menculik putra El Chapo dari sebuah restoran di kota wisata Puerto Vallarta sebelum akhirnya dibebaskan sepekan kemudian.
Imperium narkoba global bernilai miliaran dolar
CJNG merupakan pemain utama perdagangan narkoba internasional, khususnya dalam produksi dan distribusi metamfetamin serta fentanyl.
Otoritas AS menyebut kartel ini mengendalikan sejumlah pelabuhan penting untuk impor bahan kimia prekursor, termasuk dari pemasok di China. Kelompok tersebut juga menjadi pemasok utama kokain dan fentanyl ke Amerika Serikat dengan keuntungan mencapai miliaran dolar.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan CJNG memiliki jaringan di lebih dari 40 negara, mencakup kawasan Amerika, Australia, China, dan Asia Tenggara.
Pada Februari 2025, pemerintah AS menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris. Oseguera sendiri beberapa kali didakwa di pengadilan AS, termasuk pada 2022 atas tuduhan konspirasi produksi dan distribusi narkoba untuk pasar Amerika.
Tewas dalam operasi militer dan dampaknya
Kematian El Mencho dalam operasi militer Meksiko memicu gelombang kekerasan di berbagai wilayah yang berada di bawah pengaruh CJNG. Meski demikian, para analis menilai kematiannya tidak serta-merta melumpuhkan organisasi tersebut.
Struktur CJNG disebut menyerupai sistem waralaba dengan puluhan kelompok yang beroperasi semi-independen. Model ini memungkinkan jaringan tetap berjalan meskipun pemimpin utamanya tewas.
Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa kematian tokoh kartel sering kali hanya memunculkan pemimpin baru, sementara perdagangan narkoba lintas negara tetap berlangsung.
Kematian El Mencho tetap dianggap sebagai pukulan besar bagi jaringan kejahatan terorganisir global, sekaligus menandai babak baru dalam perang panjang Meksiko melawan kartel narkoba.
Ikuti Ihram.co.id
