— Sejumlah pendukung Chelsea melontarkan kritik terhadap bek Wesley Fofana menyusul pernyataannya menjelang laga krusial melawan Aston Villa. Bek seharga 70 juta poundsterling tersebut dinilai memiliki mentalitas yang meragukan setelah menyinggung kemungkinan timnya menelan kekalahan dalam pertandingan yang menentukan posisi di klasemen Liga Inggris tersebut.

Chelsea saat ini berada di peringkat keenam klasemen sementara, tertinggal enam poin dari Aston Villa. Kemenangan pada laga Rabu malam akan membawa Chelsea terpaut tiga poin dari Villa sekaligus menggeser Liverpool ke posisi kelima, posisi yang diprediksi cukup untuk lolos ke kompetisi utama Eropa musim depan.

Pernyataan Wesley Fofana

Pernyataan Fofana yang memicu kritik disampaikan melalui situs resmi klub sebelum pertandingan berlangsung. Fofana menyebutkan bahwa meskipun laga ini penting, kekalahan tidak akan mengakhiri perjuangan tim karena masih banyak pertandingan tersisa.

“Ini adalah pertandingan besar karena kami tahu jika kami menang maka kami akan kembali dekat dengan Aston Villa,” ujar Fofana dalam wawancara tersebut.

Fofana menambahkan, “Tetapi jika kami kalah itu belum berakhir, karena kami memiliki banyak pertandingan setelah itu. Aston Villa adalah tim yang bagus dan kami akan mencoba bermain sepak bola yang baik, mencoba menjadi agresif, menekan tinggi dan memenangkan pertandingan untuk mengambil tiga poin.”

Reaksi Pendukung di Media Sosial

Pernyataan mengenai kemungkinan kalah tersebut memicu reaksi negatif dari para penggemar di platform X. Para pendukung mempertanyakan mentalitas pemain yang seharusnya fokus pada kemenangan di Villa Park.

Salah satu pendukung menuliskan bahwa pikiran untuk kalah tidak seharusnya ada karena peluang akan hampir tertutup jika tim gagal meraih poin. Penggemar lainnya menyoroti penurunan standar klub dengan menyebutkan keheranan mereka atas mentalitas pemain Chelsea yang mempertimbangkan kekalahan dari Aston Villa dalam perebutan posisi empat besar di bulan Maret.

“Ini adalah mentalitas yang mengkhawatirkan. Mengapa ada pemain yang berpikir ‘Tetapi jika kami kalah’?” tulis salah satu penggemar dalam unggahannya.

Masalah Kedisiplinan dan Sanksi Pemain

Fofana dijadwalkan kembali ke susunan pemain setelah absen akibat sanksi larangan bertanding. Sebelumnya, Chelsea juga kehilangan Pedro Neto yang menerima kartu merah dalam laga melawan Arsenal, yang menambah jumlah kartu merah Chelsea menjadi sembilan pada musim ini.

Catatan sembilan kartu merah tersebut merupakan yang terbanyak di Liga Inggris, bahkan lebih dari dua kali lipat dibandingkan tim kasta tertinggi lainnya. Situasi ini memicu perhatian serius dari tim kepelatihan terkait disiplin pemain di lapangan.

Teguran Manajer Liam Rosenior

Manajer Chelsea, Liam Rosenior, menyatakan komitmennya untuk memperbaiki masalah kedisiplinan tersebut. Ia memberikan peringatan keras kepada para pemain dan memberikan ancaman pencoretan dari skuat jika masalah kedisiplinan tidak segera diatasi.

“Hal ini perlu diperbaiki,” kata Rosenior dalam konferensi pers sebelum pertandingan pada hari Senin. Ia menegaskan tugasnya adalah menciptakan budaya akuntabilitas di dalam tim.

Rosenior menambahkan bahwa pemain harus bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan. “Jika saya melakukan pemilihan tim yang salah atau saya melakukan kesalahan, tugas saya adalah bertanggung jawab, dan hal yang sama berlaku untuk para pemain saya pada saat itu,” ucapnya.