Philippe Coutinho telah memutuskan untuk meninggalkan klub Brasil, Vasco da Gama, dengan efek segera setelah tercapai kesepakatan bersama. Keputusan ini diumumkan pada Rabu, 18 Februari 2026, melalui pernyataan di media sosial sang pemain, yang menyoroti kelelahan mental sebagai alasan utama di balik langkah tersebut. Coutinho menyatakan bahwa siklusnya di klub yang membesarkannya telah berakhir, dan ia merasa tidak lagi mampu memberikan performa yang diharapkan.

Gelandang berusia 33 tahun ini mengungkapkan bahwa ia menyadari perlunya untuk berhenti ketika ia merasakan energi yang dibutuhkan untuk mewakili Vasco telah habis sepenuhnya. Pernyataan ini disampaikan setelah pertandingan melawan Volta Redonda, di mana ia tidak kembali untuk babak kedua demi memprioritaskan kesehatan mentalnya. Keputusan ini mengejutkan dewan klub, yang sebelumnya telah membuka pembicaraan untuk memperpanjang kontraknya yang semula akan berakhir pada Juni 2026.

Kelelahan Mental dan Kritik Penggemar

Coutinho menjelaskan bahwa rasa lelah mental yang dialaminya telah melampaui kemampuannya untuk pulih. Ia menekankan bahwa keputusannya tidak terkait dengan lingkungan kerja, melainkan akumulasi dari kritik yang diterimanya belakangan ini. Perasaan tidak dihargai semakin memuncak setelah ia menerima cemoohan dari para penggemar di Stadion São Januário pada pertandingan kandang terakhir. Menurut laporan Globo.com, upaya pelatih Fernando Diniz untuk membujuk Coutinho agar tetap bertahan tidak membuahkan hasil.

Meskipun demikian, Coutinho menegaskan bahwa ia tidak pernah berniat untuk tidak menghormati para penggemar, rekan setim, atau klub Vasco da Gama. Ia menyatakan selalu memberikan yang terbaik dan memiliki ikatan cinta dengan klub tersebut. Keputusan untuk mengakhiri kontrak ini dianggapnya sebagai cara untuk melindungi citra positif yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.

Perjalanan Karier yang Berliku

Keputusan Coutinho untuk meninggalkan Vasco da Gama menandai episode terbaru dalam karier profesionalnya yang penuh gejolak sejak meninggalkan Liverpool pada Januari 2018 untuk bergabung dengan Barcelona. Kepindahannya senilai 142 juta poundsterling tersebut tidak berjalan sesuai harapan, dan kariernya mengalami penurunan. Setelah masa sulit di Barcelona, termasuk pinjaman ke Bayern Munich, ia sempat mencoba menghidupkan kembali kariernya di Aston Villa pada Januari 2022 di bawah asuhan Steven Gerrard, namun performanya menurun setelah Gerrard dipecat.

Selanjutnya, Coutinho dipinjamkan ke klub Qatar, Al-Duhail, pada awal musim lalu. Selama masa peminjamannya, ia tampil dalam 22 pertandingan, mencetak tujuh gol, dan memberikan tiga assist, termasuk dua gol melawan Al-Nassr milik Sadio Mane di Liga Champions Asia. Setelah masa peminjaman di Al-Duhail berakhir, ia kembali ke Aston Villa dan kemudian bergabung dengan Vasco da Gama secara permanen pada Juli 2025 melalui status bebas transfer setelah kontraknya dengan Aston Villa diakhiri.

Nasihat Jurgen Klopp yang Terbukti

Perjalanan karier Coutinho sering dikaitkan dengan nasihat pelatih Jurgen Klopp saat ia masih di Liverpool. Klopp pernah memperingatkan Coutinho bahwa ia akan menyesali keputusannya meninggalkan Anfield. “Tetaplah di sini dan mereka pada akhirnya akan membangun patung untuk menghormatimu.

Pergilah ke tempat lain, ke Barcelona, ke Bayern Munich, ke Real Madrid, dan kamu hanya akan menjadi pemain biasa. Di sini kamu bisa menjadi sesuatu yang lebih,” ujar Klopp, seperti dikutip dari Liverpool Echo. Namun, Coutinho memilih untuk pindah ke Barcelona, yang kemudian memulai penurunan kariernya.

Sejak kepindahannya dari Liverpool, Coutinho telah menjadi pemain yang berpindah-pindah klub. Keputusan terbarunya untuk meninggalkan Vasco da Gama dengan segera menggarisbawahi ketidakstabilan dalam kariernya belakangan ini. Dengan kontraknya yang seharusnya berakhir pada Juni 2026, keputusannya untuk mengakhiri kesepakatan lebih awal ini membuka jalan baginya untuk menjadi agen bebas dan mencari tantangan baru di klub lain.