Ihram.co.id — Jakarta Pertamina Enduro masih belum tampil stabil dalam persaingan Proliga 2026. Tim voli putri juara bertahan itu kerap menunjukkan performa naik turun di awal musim, meski dihuni sejumlah pemain bintang nasional dan asing.
Hingga pekan kelima kompetisi, Jakarta Pertamina Enduro baru mampu meraih tiga kemenangan dari lima pertandingan. Situasi ini membuat tim pelatih dan pemain melakukan evaluasi menyeluruh demi menemukan permainan terbaik jelang seri-seri krusial berikutnya.
Performa Belum Maksimal di Awal Proliga 2026
Pelatih Jakarta Pertamina Enduro, Bulent Karslioglu, mengakui bahwa permainan anak asuhnya belum sepenuhnya sesuai harapan. Ia menilai pola permainan tim masih cenderung monoton dan mudah dibaca lawan, terutama dalam membangun serangan.
Meski memiliki Megawati Hangestri Pertiwi sebagai salah satu senjata utama, Jakarta Pertamina Enduro dinilai belum optimal dalam memanfaatkan variasi serangan. Hal ini membuat tekanan terhadap lawan belum konsisten di setiap laga.
Evaluasi Pelatih: Variasi Serangan Jadi Catatan
Bulent menegaskan bahwa standar permainan tim seharusnya bisa lebih tinggi. Ia menyoroti pentingnya menjaga intensitas permainan, terutama dalam fase bertahan dan transisi menyerang.
“Tim bermain dengan intensitas yang tepat. Blok dan bertahan kami berhasil, sementara variasi serangan kami membuat lawan kesulitan membangun momentum. Ini adalah standar permainan yang harus terus kami jaga,” ujar pelatih asal Turki tersebut.
Tisya Amallya Putri Akui Permainan Mudah Dibaca
Kapten tim Jakarta Pertamina Enduro, Tisya Amallya Putri, juga sependapat dengan evaluasi tim pelatih. Ia menilai pola serangan yang diterapkan saat ini masih terlalu mudah diantisipasi lawan.
Setter kelahiran 11 Oktober 2000 itu berharap timnya mampu tampil lebih agresif dan menekan pada seri Gresik mendatang. Menurutnya, perbaikan dalam pengambilan keputusan di poin-poin krusial menjadi fokus utama.
“Kami banyak melakukan refleksi dari kesalahan pertandingan sebelumnya, terutama terkait pengambilan keputusan di poin-poin penting,” ujar Tisya.
Ia juga mengungkapkan bahwa masukan dari pelatih dan tim statistik sangat detail, mulai dari analisis pola serangan lawan hingga aspek teknis yang perlu dibenahi.
Ketergantungan pada Megawati Jadi Sorotan
Sejauh ini, Jakarta Pertamina Enduro masih sangat bergantung pada kontribusi Megawati Hangestri Pertiwi. Pemain asal Jember tersebut menjadi pendulang poin utama tim di tengah belum konsistennya performa dua pemain asing, Yana Shcherban dan Wilma Salas.
Megawati tercatat telah mengoleksi 77 poin dari lima pertandingan Proliga 2026. Namun, ketergantungan berlebih pada sang opposite hitter dinilai berisiko, mengingat kondisi lutut Megawati kembali mengalami masalah.
Jadwal Seri Gresik Jadi Ujian Berikutnya
Performa Jakarta Pertamina Enduro pada seri Gresik akan menjadi ujian penting untuk membuktikan hasil evaluasi tim. Asih Titi Pangestuti dan rekan-rekan dijadwalkan menghadapi Medan Falcons pada 30 Januari 2026, lalu berjumpa Bandung BJB Tandamata pada 1 Februari 2026.
Dua laga tersebut diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi Jakarta Pertamina Enduro untuk kembali menemukan ritme permainan terbaiknya di Proliga 2026.
Ikuti Ihram.co.id
